Gandeng Dinar Standard, UNHCR Merestrukturisasi Program Zakat Jadi Dana Zakat Pengungsi

JAKARTA, Faktabandungraya.com,--Dunia Muslim berpotensi untuk mengubah filantropi melalui penargetan puluhan miliar dolar dari sedekah wajib secara strategis, seperti yang diumumkan oleh Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR). Untuk itu, Komisioner Tinggi PBB meluncurkan Dana Zakat Pengungsi, struktur global baru yang mengubah program Zakat UNHCR yang sudah ada menjadi pendanaan global.

Tujuan UNHCR merestrukturisasi Program Zakat Jadi Dana Zakat Pengungsi untuk membantu populasi pengungsi yang paling rentan sekaligus memenuhi kebutuhan institusi Islam dan individu dalam memenuhi tanggung jawab sosial mereka.

Keputusan UNHCR melakukan restrukturisasi program Zakat menjadi Dana Zakat Pengungsi global didasarkan pada sumbangan besar yang telah diterima UNHCR selama beberapa tahun terakhir untuk membantu keluarga-keluarga pengungsi yang paling rentan.

Bila dihitung zakat umat muslim setiap tahunnya mencapai US$76 miliar, jumlah yang berpotensi besar untuk memberikan dampak positif pada dunia sehingga diharapkan membawa perubahan dan membantu 154.740 pengungsi dunia dari di Yordania, Lebanon, Yaman, Irak, Mauritania, dan Mesir.

Dalam membantu para pengungsi global, UNHCR bekerja sama dengan DinarStandard, bahkan dilaporkan bahwa program Zakat UNHCR secara global menerima US$14,4 juta dari tahun 2016 hingga 2018. Yang terkumpul tersebut sudah disalurkan untuk membantu sebanyak 6.888 keluarga pengungsi yang berasal dari Suriah di Yordania dan Lebanon.

Selain itu, laporan ini menyatakan bahwa Zakat global mencapai US$76 miliar di seluruh dunia, dan berpotensi untuk mencapai US$356 miliar, apabila mekanisme yang tepat disediakan untuk umat Muslim memenuhi kewajiban Zakat mereka secara aman.

Zakat adalah sedekah wajib dari umat Muslim yang memenuhi kriteria kekayaan yang sesuai setiap tahun, khususnya untuk orang-orang yang membutuhkan.

Dana ini memungkinkan individu dan institusi untuk memenuhi kewajiban Zakat mereka secara efisien melalui organisasi yang dipercaya dan dihormati secara global, yang dikelola oleh UNHCR, dengan 100% kontribusi disalurkan secara langsung kepada para pengungsi yang paling rentan dan keluarga pengungsi dalam negeri.

Program Zakat UNHCR sepenuhnya sesuai dengan prinsip Syariat dan didukung oleh fatwa-fatwa dari para ulama dan institusi Islam terkemuka, serta memiliki tata kelola yang ketat, sehingga menjamin transparansi. UNHCR bertujuan untuk menjembatani dana yang dibutuhkan sebesar US$208,6 juta untuk 154.740 keluarga paling rentan yang terpaksa meninggalkan rumah mereka, yang berasal dari negara Yordania, Lebanon, Yaman, Irak, Mauritania, dan Mesir.

“Selama beberapa tahun terakhir, UNHCR telah melihat lonjakan permintaan atas cara yang dapat dipercaya dan efisien untuk memenuhi kewajiban Zakat sekaligus memberikan dampak pada kehidupan populasi yang paling rentan di dunia,” kata Houssam Chahine, Kepala Kemitraan Sektor Swasta di wilayah MENA.

Dalam acara Tahun Toleransi di Dubai, ibukota ekonomi Islam dilaoprkan bahwa Keuangan Islam telah menjadi bagian yang penting dari ekonomi global. Untuk itu, sudah sewajarnya program Zakat kami berkembang menjadi struktur yang lebih menarik bagi industri keuangan Islam global. Struktur dana ini memungkinkan UNHCR untuk lebih transparan dan dapat dipercaya dalam hal penerimaan dan pendistribusian dana Zakat, ujar Houssam menambahkan.

CEO dan Direktur Pengelola di DinarStandard, Rafi-uddin Shikoh mengatakan, Zakat berpotensi untuk menyalurkan puluhan miliar dolar untuk tujuan filantropi global dan kebutuhan kemanusiaan global. Melalui kontribusi sedekah wajib umat Muslim mungkin merupakan solusi untuk menyelesaikan kekurangan dana UNHCR, karena 60% dari 68,5 juta pengungsi di seluruh dunia (sekitar 40,8 juta) memenuhi syarat untuk memberikan Zakat.

Sementara itu, Chahine dari UNHCR mengatakan, meskipun struktur Dana ini diumumkan tepat sebelum bulan suci Ramadan, yang secara tradisional merupakan bulan memberi dan sedekah bagi umat Muslim di seluruh dunia.

Bagi muslim kewajiban Zakat dapat dipenuhi sepanjang tahun. Sedangkan bagi para pengungsi, Ramadhan adalah waktu yang penting bagi para pengungsi. Untuk itu, UNHCR pada tahun ini meluncurkan kampanye besar secara global untuk mengajak umat Muslim mengingat para pengungsi dalam doa mereka dan melalui Zakat.

Namun, kata Chahine, Dana Zakat Pengungsi menerima kontribusi sepanjang tahun untuk membantu individu, institusi, dan bisnis menyalurkan Zakat filantropi mereka sesuai dengan persyaratan keuangan hukum dan kalender mereka masing-masing.

Untuk tahun 2019 ini, Anggaran yang dibutuhkan oleh UNHCR sebesar US$7,9 miliar untuk memenuhi seluruh kebutuhan para pengungsi, pengungsi dalam negeri, dan orang lain yang membutuhkan di seluruh dunia.

Bila dihitung zakat umat muslim setiap tahunnya mencapai US$76 miliar, jumlah yang berpotensi besar untuk memberikan dampak positif pada dunia sehingga diharapkan membawa perubahan dan membantu 154.740 pengungsi dumia seertu di Yordania, Lebanon, Yaman, Irak, Mauritania, dan Mesir.

Untuk informasi selengkapnya tentang Dana Zakat Pengungsi, klik tautan berikut: zakat.unhcr.org

Untuk informasi selengkapnya tentang topik ini, hubungi:

Ola Anan, Rekan Informasi Publik
Ponsel: +971 (50) 621 3660
Surel: anan@unhcr.org

atau

Omer Elnaiem, Petugas Advokasi & Kampanye
Ponsel: +971 (50) 8130 594
Surel: elnaiemo@unhcr.org

atau

Shadi Ghrawi, Petugas Filantropi Islam
Ponsel: +971 (56) 665 3845
Surel: ghrawi@unhcr.org


Tentang UNHCR:

UNHCR, Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi, memimpin aksi internasional untuk melindungi orang-orang yang terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat konflik dan persekusi. Kami memberikan bantuan keselamatan hidup, seperti tempat berlindung, makanan, dan minuman, membantu melindungi hak-hak asasi manusia, serta mengembangkan solusi-solusi yang menjamin mereka memiliki tempat aman, yang dapat mereka sebut rumah, untuk membangun masa depan yang lebih baik. Kami juga berusaha membantu orang-orang yang tidak berkewarganegaraan mendapatkan kewarganegaraan. (rls/red).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.