Pantau Harga Sembako Ramadhan, DPRD Jabar Blusukan Ke Pasar Cileunyi

CILEUNYI, Faktabandungraya.com,-- Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari bersama rombongan Komisi II melakukan blusukan ke Pasar Sehat-Cileunyi Kabupaten Bandung. Kegiatan blusukan tersebut untuk memantau dan mengetahui tingkat kestabilan harga-harga bahan pokok selama bulan Ramadhan 1440H.

Setiap memasuki dan selama ulan suci Ramadhan, kerap kari terjadi kenaikan harga sembako, kenaikan tersebut terjadi secara fluktuasi. Untuk itu kita lakukan pemantau langsung kebebrapa pasar, termasuk kali ini ke Pasar Sehat-Cileunyi Kab Bandung ini.

Pemantauan ini juga sebagai tindak lanjut adanya isu dan laporan yang masuk ke DPRD Jabar bahwa selama Ramadhan telah terjadi kenaikan harga sembako dan juga kelangkaan beberapa harga bahan kebutuhan pokok yang dirasakan oleh masyarakat.

Hal ini dikatakan Ketua DPRD Jabar Ineu Purwadewi Sundari kepada wartawan disela pemantauan di Pasar Sehat-Cileunyi Kab Bandung, Selasa (7/5-2019).

“Kami selaku pimpinan Dewan telah memerintahkan kepada komisi terkait untuk melihat secara langsung, untuk memastikan harga bahan pokok agar stabil. Bahkan hari ini saya pimpin langsung kelapangan (ke Pasar Sehat-cileunyi), ujarnya.

Menurut Ineu, berdasarkan hasil pemantau di Pasar Sehat Cileunyi ini, kita menemukan adanya beberapa kebutuhan bahan pokok mengalami fluktuasi harga di beberapa komoditas. Diantaranya: daging sapi, ayam potong, telur masih menunjukan harga yang stabil.

Namun untuk beberapa komoditi lainnya yaitu beras dan bawang putih terjadi penurunan harga, setelah beberapa waktu lalu kedua komoditas tersebut mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan.

“Saya tadi ke beberapa pedagang ada 50 ada juga yang 60 artinya operasi pasar perihal bawang putih ini yang kemarin di lakukan oleh kementrian cukup efektif” ujarnya.

Lebih lanjut Ineu berharap, harga kebutuhan pokok dapat terus stabil hingga menjelang Idul Fitri mendatang.

Selain itu pihaknya menghimbau, ketersediaan bahan pokok dapat menjadi perhatian bersama. Sehingga kebutuhan pokok bagi masyarakat Jawa Barat dapat terpenuhi.

“Harus dipastikan juga terkait persediaan barang, keberadaan barang sampai tingkat di tingkat suplayer. Jadi tidak ada hoax menjelang Idul Fitri barang tidak ada, tapi disini kita pastikan barang-barang ada dan siap memenuhi kebutuhan masyarakat” pungkasnya. (hms/sein).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.