Siapkan ASN Ngabret, BKD Jabar Terapkan Merit System

GEDUNGSATE, Faktabandungraya.com,--- Guna merealisasikan visi-misi Gubernur “ Jabar Juara Lahir-Bathin dengan Inovasi dan Kolaborasi tentunya dibutuhkan jajaran birokrasi /Aparatur Sipil Negara terutama para pimpinan Organiasi Perangkat Daerah (OPD) yang memiliki kemampuan dalam menggerakkan sumber daya manusia yang bisa lari ‘NGABRET” (cepat/ kencang-red).

Untuk itu, dalam memenuhi keinginan pak Gubernur Ridwan Kamil, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Barat dalam melakukan seleksi dan rekrutman, baik berupa rotasi dan promosi calon pejabat struktural untuk esselon II, III dan IV dilakukan secara ketat. Hal ini dilakukan agar ASN yang menjadi pejabat struktural baik dilingkungan Setda maupun di OPD sesuai dengan kompetensi dan keilmuan yang dimiliki.

Menurut Kepala BKD Jabar Ir. Yeri Januar, bahwa pak Gubernur menginginkan seluruh ASN dijajaran Pemprov Jabar bisa lari ngabret. Maka kami (BKD-red) telah melakkukan beberapa pewrubahan dalam melakkukan rotasi/mutasi dan promosi yang cukup mendasar untuk membangun suatu mesin SDM yang bisa lari sesuai dengan keinginan Bapak gubernur.

Hal ini disampaikan Kepala BKD Prov. Jabar Ir. Yeri Januar didampingi Sekretaris BKD Asep, Kabid Pengembangan Karir BKD Dedi Mulyadi, dan Kabid Mutasi dan Pengadaan BKD Tulus Arifin, dalam acara JAPRI (jabar punya informasi) dengan tema Rotasi dan Promosi ASN Jabar di loby Museum Gedung Sate, Bandung, . Selasa (9/7-2019).

Dikatakan, Gubernur menekankan bagaima ASN kita memiliki dua makna dalam satu konsep perubahan yaitu sistem birokrasi dan juga dinamyc government. Ini dimaksudkan perlu adanya suatu perubahan dimana selama ini ASN kita cenderung lebih pada pendekatan birokrasi dalam konteks berbasis pada ketentuan regulasi yang bersifat prosedural dan merespon dengan ragu-ragu

Ditambahkan Kabid Pengembangan Karir BKD Jabar , Dedi Mulyadi menyebutkan, sebagai pengelola kepegawaian harus menyiapkan mesin untuk bisa meyakinkan bahwa ASN di pemprov jabar bisa dikategorikan sebagai sprinter-sprinterterbaik di jawa barat.

“PP 11 th 2017 pada initinya meninggalkan kebiasan lama dalam proses penempatan, melalui pendekatan 3 K yakni kwalifikasi, Kompetensi, Kinerja. Siapa yang memenuhi terget itu maka mereka yang akan lebih cepat mecapai promosi. Mudah-mudah dengan perubahan ini kita bisa menciptakan sprinter-sprinter yang bisa membawa jabar lebih baik sesuai harapan gubernur.”ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya. Pendekatan kedua dalam proses promosi jabatan ini adalah sistem merit, sistem merit ini berbeda dengan sistem yang dilakukan selama ini secara manual. Seleksi dilakukan dengan penyiapan melalui pengkaderan sejak awal dengan melengkapi kemampuan bersertifikat pada yang bersangkutan. Sehingga pada saatnya dibutuhkan mereka tinggal bekerja.

Sesuai dengan UU no 5 tahun 2014 bila sebuah instansi pemerintah sudah menerapkan sistem merit maka tidak perlu adalagi open biding, tidak perlu lagi seleksi terbuka, tetapi mereka lebih cenderung untuk di regenerasi pengkaderan jadi pejabat di instansi tersebut.

Dedi menjelaskan terkait Promosi yang dilakukan kemarin sudah mengarah ke sistem merit ada pertimbangan yang tidak mengarah hanya ke sistem kepangkatan, tidak hanya kepada siapa pangkat tertinggi kemudian dia lebih berhak untuk menduduki jabatan tetapi ada uji kompetensi dulu, kita lihat tingkat kompetensi yang dimiliki, acuannya Permenpan 38 tahun 2017 ttg standar kompetensi jabatan struktural.

“Kita lihat ukurannya level 1 sampai 5 ada 8 level yang dibuat, kalau hanya sampai level 2 yang bersangkutan tidak dapat ikut promosi.”

Penilaian lainya dikatakan Dedi adalah peer of view, yakni penilaian dari atasan (40 %) , rekan kerja (30%) bawahan (25 %) termasuk penilaian pribadi sendiri (5%), ini semua diakumulasikan, dikompilasikan jadi dasar dalam proses pembinaan atau penempatan dalam jabatan terakhir.

Diharapkan Dedi. Mudah-mudahan transisi ini akan diperkuat dengan sistem merit, nanti sistem merit inilah yang akan menjadi dasar tidak lagi siapa yang punya uang, siapa yang paling deket dia yang akan paling jadi, tetapi kita dorong semua untuk bersaing secara sehat bekerja secara sehat, siapa yang terbaik itu akan jadi pegawai yang mumpuni.

Untuk penempatan dalam jabatan. Ini juga BKD jabar mempersiapkan program 300 Doktoral luar negeri bagi ASN yang berusia 38 tahun ke bawah, sejak 2015 lalu sampai hari ini kita punya 8 sdh lulus. Program 300 Doktor ini menyiapkan PNS pemprov Jabar yang punya kwalifikasi S 3 luarnegeri. Dan pastinya tanpa biaya APBD, kita hanya menyiapkan mereka untuk bisa bersaing, tetapi dari LPDP, beasiswa unggulan, ada ADF, AAF USAID dan sebagainya sekarang posisi PNS pemprov Jabar di luar negeri.

Sementara itu, Kabid Mutasi dan Pengadaan BKD Jabar, Tulus Arifan mengatakan bahwa mutasi dalam lingkungan ASN merupakan hal yang lumrah. Oleh karena itu, pasti ada pengadaan untuk pegawai saat ada ASN yang pensiun sehingga harus ada penggantinya.

Dikatakan Tulus, Bidang Mutasi dan Pengadaan, mengurus mutasi dari nasional ke provinsi, antarprovinsi, dan antar-kabupaten/kota. Kita mengasah para ASN dan bertanggungjawab terhadap ASN sampai mencapai ASN juara.

Selain itu, kita juga mengurusi kenaikan pangkat dan mutasi maupun pensiun, imbuhnya, pihaknya berupaya membuat ASN Jabar terbaik yang menduduki jabatan. "Kita harapkan mereka memberikan kontribusi demi mewujudkan ASN Juara, tandasnya. (husein).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.