Harganas 2019, Atalia : Meminimalkan Penggunaan Gadget Menciptakan “Cinta Keluarga"

BANDUNG, Faktabandungraya.com,--- Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat, Atalia Praratya mengatakan, seiring dengan kemajuan teknologi terutama penggunaan HP/Gadget telah secara tidak langsung telah mengurangi waktu berkumpul bersama keluarga. Walaupun berkumpul, tetapi tidak ada komunikasi. Untuk itu, dalam membangun ketahanan keluaraga perlu sekali keluarga menerapkan program Gerakan 18-21, sehingga komunikasi dan rasa cinta sekeluarga tetap terjalin dengan baik.

Menurut Atalia, dampak negatif terhadap penggunaan HP/Gadget, Laptop, Komputer yang tidak ada batasan waktu, secara tidak langsung telah membatasi komunikasi dan interaksi sesama anggota keluarga. Sehingga tidak mengherankan jika kita sering terdengar istilah gadget “mendekatkan yang jauh, menjauhkan yang dekat.

Agar hubungan keluarga tetap harmonis, maka salah satu upayanya adalah menerapkan gerakan 18-21. Gerakan 18-21 mengandung arti pada pukul 18.00 s.d 21.00 WIB semua anggota keluarga pada kurun waktu tersebut berkumpul bersama untuk matikan HP/ Gadget, laptop, komputer. Lakukan komunikasi atau interaksi sesama anggota keluarga.

“Gerakan 18-21 ini memang bersifat himbauan kepada para orang tua dan semua anggota keluarga tetapi sebagai salah satu upaya untuk membangun ketahanan keluarga” kata Atalia di sela acara Jabar Punya Informasi (Japri) bertema Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-26, di Gedung Sate Bandung, Kamis, (4/7-2019).

Dalam waktu selama tiga jam antara pukul 18.00 sampai 21.00, keluarga memberikan quality time terbaik untuk mengobrol, makan bersama, mengaji bersama, atau belajar bersama, apapun yang dilakukan bersama," katanya.

Peringatan hari keluarga nasional (Harganas) 2019 mengandung makna yaitu Hari Keluarga: Hari Kita Semua”, dengan tagline “Cinta Keluarga, Cinta Terencana”. Untuk itu, Atalia Praratya berharap melalui Program Gerakan 18-21 bisa mengembalikan kualitas keluarga yang menanamkan nilai-nilai positif dan dapat mendekatkan dan meningkatkan kembali interaksi antara anggota keluarga.

Lebih lanjut Atalia yang akrab ibu Cinta ini mengatakan, bahwa pemprov Jabar bersama PKK dan Dinas Kesehatan telah menyusun sejumlah program kesehatan untuk mewujudkan ketahanan keluarga melalui dinas kesehatan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Berli Hamdali Gelung Sakti, menambahkan kesehatan keluarga erat kaitannya dengan ketahanan keluarga. Untuk itu, ada empat penerapan pendekatan Ketahanan Keluarga, diantaranya Keluarga Berkumpul (dengan meluangkan waktu antar keluarga tanpa disibukkan dengan gawai, televisi, atau alat elektronik lainnya),

 Keluarga Berinteraksi (dimana semua anggota keluarga meluangkan waktu berkumpul dan saling bercengkrama), Keluarga Berdaya (dimana semua anggota keluarga dapat memanfaatkan potensi yang dimiliki untuk tidak bergantung pada pihak lain), serta Keluarga Peduli dan Berbagi (suatu kegiatan dimana keluarga yang lebih mampu memiliki kepedulian untuk berbagi kepada orang lain

Jadi Harganas 2019 ini, intinya, bagaimana mau membentuk ketahanan keluarga kalau anggota keluarganya tidak sehat secara fisik dan psikis. Jadi dalam kesempatan ini kesehatan keluarga dan ketahanan keluarga itu berkaitan," kata Berli.

Berli menjelaskan program pembangunan kesehatan melalui pendekatan siklus kehidupan itu dimulai dari kandungan ibu hingga sampai usia lanjut.

Sejumlah program kesehatan untuk ibu hamil dan calon ibu, kata Berli, telah disiapkan oleh Dinkes Jawa Barat seperti pemberian tablet tambah darah untuk, imunisasi lengkap, program di puskesmas hingga posyandu.

Sebagai informasi bahwa Peringatan Harganas XXVI/2019 memiliki tujuan umum dalam meningkatkan peran serta pemerintah, mitra kerja, swasta, masyarakat dan keluarga tentang pentingnya penerapan delapan fungsi keluarga secara optimal, yang meliputi agama, social budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi, serta lingkungan.(husein).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.