Pasar Andir Potensi Destinasi Wisata Belanja Murah Kota Bandung


BANDUNG, faktabandungraya.com,--- Bangunan Pasar Andir Trade Center berdiri kokoh di tengah keramaian pedagang kaki lima (PKL) yang menjajakan berbagai kebutuhan rumah tangga. Sentra belanja di Kota Bandung ini bisa diakses lewat Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Rajawali Timur.  Pemandangan Pasar Andir menyatu dengan pedagang kaki lima di sepanjang Jalan Waringin memberi warna tersendiri menyuguhkan pilihan bagi para pembeli. Kendati ada kesan kumuh ketika memasuki area Pasar Andir Trade Center.

Gilang Jalu Direktur PT Aman Prima Jaya pengelola Pasar Andir Trade Center mengatakan, pihak pengelola sedang melakukan revitalisasi Pasar Andir sesuai garis kebijakan Walikota Bandung Bapak Oded M Danial. "Pembenahan manajemen dan perbaikan prasarana penunjang terus dikebut agar konsumen merasa nyaman berbelanja di Pasar Andir," katanya

Seiring perkembangan teknologi para pedagang Pasar Andir selain penjualan konvensional, tidak sedikit yang membuka layanan online shop lewat sosial media. Dibandingkan pusat perdagangan lain di Kota Bandung Pasar Andir menawarkan harga yang relatif lebih murah, bahkan menyediakan discount rata-rata 30%. Ratusan pengunjung setiap hari datang berbelanja produk fashion seperti, busana muslim, kaos, jaket, celana, sepatu dengan berbagai motif trendi. Sementara di bagian basement dan lantai satu dihuni pedagang basahan sayur-mayur, daging, dan ikan.

Potensi besar Pasar Andir tersebut, Gilang Jalu menyampaikan PT Aman Prima jaya yang sudah membangun dan mengelola Pasar Andir sejak tahun 2009 berharap ada kesamaan pandangan semua pihak. "Kita harus menjadikan Pasar Andir destinasi wisata belanja murah, bukan saja bagi warga Kota Bandung juga para pelancong dari luar negeri," harapnya.

Lebih jauh menurut Gilang Jalu, PT Aman Prima Jaya sebagai pengelola Pasar Andir Trade Center menilai para pedagang adalah mitra. Terkait PKL di sekitar Jalan Waringin terkesan kumuh dan semrawut. Pemerintah Kota Bandung sebetulnya tinggal menjalankan regulasi atau PERDA (Peraturan Daerah) yang sudah dikeluarkan.

Kita bisa mencontoh di negara lain, PKL ditata menjadi kawasan “night market”. PKL ditempatkan secara manusiawi, tetapi tidak mengganggu aspek estetika.

"Melalui revitalisasi Pasar Andir mendorong perputaran ekonomi semakin meningkat, dan pada akhirnya berdampak langsung bagi pendapatan asli daerah Kota Bandung," pungkas Gilang Jalu. (Cuy/rls)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.