Bambang Membenarkan Insiden Dirinya Dipukul Ketua DPRD Jabar Taufik Hidayat dan Sudah Saling Memaafkan

BANDUG, Faktabandungraya.com,--- Kepala Bagian Humas dan Protokol Sekretariat DPRD Jabar Yedi Sunardi mengatakan, maraknya informasi dan viralnya video insiden pemukulan/ penamparan yang diduga dilakukan Ketua DPRD Jabar Taufik Hidayat terhadap Kasubag Perlengkapan dan Pemeliharaan Sekretariat Dewan (Setwan) Jabar, Bambang Nugraha, tidak semua benar.

Insiden dalam Video yang cukup viral tersebut, ternyata berasal dari rekaman video pengawas (CCTV) yang berada diligkungan DPRD Jabar. Untuk itu, agar informasi insiden tersebut tidak terus berkembang, maka perlu dilakukan klarifikasi dengan menghadirkan kedua belah pihak. Hal ini agar masyarakat mendapat informasi yang sebenarnya terjadi.

“Mengenai informasi atau berita yang cukup viral beredar di medsos, dilapangan yang terjadi tidak seheboh diberitakan”, kata Yedi dalam konferensi pers, disalah satu cafe di Jalan Progo Bandung, Sabtu (5/10/2019).

Dalam presscon tersebut, Katua DPRD Jabar Taufik Hidayat tidak hadir, yang hadir hanya Kasubag Perlengkapan dan Pemeliharaan Sekretariat Dewan (Setwan) Jabar, Bambang Nugraha.

Rekan-rekan wartawan mempertanyakan, kenapa Katua DPRD Jabar Taufik Hidayat yang diduga melakukan pemukulan/ menampar tidak hadir ?.. Padahal, seharus beliau yang akan melakukan klarifikasi atas insiden tersebut. Menurut, Kabag Humas & Protokol Yedi Sunardi, mengatakan, semula pak Taufik bersedia hadir dan akan memberikan klarifikasi langsung atas insiden yang terjadi, tetapi ternyata berhalangan hadir. Tetapi, pak Bambang Nugraha siap memberikan klarifikasinya.

Untuk diketahui, walaupun pak Taufik tidak hadir ditengah-tengah kita, namun sebenarnya kedua belah pihak (Taufik dan Bambang-red) sudah melakukan pertemuan dan sudah saling memaafkan satu sama lain, ujar Yedi.

Dalam kesempatan tersebut, Bambang membenarkan bahwa insiden video yang cukup viral tersebut, adalah dirinya yang menjadi korban pemukulan dalam video itu. Dan melakukan pemukulan/ penamparan adalah Ketua DPRD Jabar, Taufik Hidayat.

Menurut Bambang, kronologi kejadian tersebut terjadi saat pihaknya mengawasi perbaikan pagar gedung pada1 Oktober, malam yang mengalami kerusakan usai aksi unjuk rasa yang berlangsung di depan Gedung DPRD Jabar pada 30 September 2019.

Pada malam itu, kata dia, pak Ketua menginginkan agar semua perbaikan pagar dapat segera diselesaikan. Namun, karena pihaknya tidak sanggup menyiapkan tenaga kerja yang banyak, sehingga terjadi keterlambatan dalam perbaikan pagar. Lalu protes dilakukan Taufik maka terjadilah insiden pemukulan”, ungkap Bambang.

Ia juga memaklumi, sikap dan tindakan yang dilakukan Taufik karena kecapean, lelah, sehingga pak Ketua spontan melakukan pemukulan terhadap dirinya dan itu diluar prediksi atau spontanitas.

Lebih lanjut Bambang mengakui bahwa, sejak berita dan video tersebut viral, dirinya sudah melakukan komunikasi dengan Taufik pascaberedarnya video tersebut. "Semalam Pak Ketua (DPRD Provinsi Jawa Barat) sudah mengundang saya ke rumahnya. Saya datang, di situ memang cair suasananya," katanya.

Dalam pertemuan tersebut kita sama-sama saling memaafkan dan bersama-sama bersepakat agar permasalahan ini insiden serupa tidak terjadi kembali. Bahkan kita sama-sama menginginkan hubungan kerja tetap berjalan harmonis dalam menjalankan tugas sessuai dengan tupoksi masing-masing. Soal beredarnya video tersebut, Bambang mengaku tidak mengetahui dari mana video tersebut beredar.

Sedangkan terkait, isu dirinya akan mengundurkan diri dari jabatan Kasubag Perlengkapan dan Pemeliharaan Sekretariat Dewan (Setwan) Jabar, Bambang mengatakan, bahwa dirinya tidak pernah mengungkapkan akan mengundurkan diri dan tidak pernah membuat surat pengunduran diri sebagai ASN di Sekretariat DPRD Provinsi Jawa Barat.

“Informasi tersebut butuh klarifikasi lebih lanjut, saya tidak pernah memberikan statemen apa-apa kepada media dimana pun terhadap hal tersebut” ujarnya. “Itu sumbernya dari mana ? Saya juga tidak tau dan itu tidak bisa dipertanggung jawabkan” pungkasnya. (husein).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.