Universitas Widyatama Raih Silver Award PECIPTA 2019, Deteksi Paham Radikal Lewat Smartphone

BANDUNG, faktabandungraya.com,--- Prestasi gemilang kembali diraih Universitas widyatama dengan memperoleh Silver Award dalam kegiatan International Conference and Exposition on Inventions by Institutions of Higher Learning (PECIPTA 2019) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Malaysia. Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM) dipilih untuk menjadi tuan rumah PECIPTA ke-10 yang diadakan di Dewan Sultan Ibrahim UTHM pada tanggal 22-23 September 2019 lalu.

Raihan ini menjadi rentetan prestasi yang diraih Widyatama sebagai Perguruan Tiinggi Swasta (PTS) yang saat ini menempati peringkat ke-95 dari Kemenristek Dikti, peringkat ke-30 dari 4.500 Perguruan Tinggi Swasta se-Indonesia, dan menempati peringkat ke-10 dari 486 Perguruan tinggi swasta yang ada di Jawa Barat.

Dijelaskan Rektor Widyatama Prof Obsatar Sinaga bahwa pada ajang kali ini, Universitas Widyatama berhasil menyabet Silver Award dengan mengajukan paper tentang "Ezcybercrime Detection and Respone Mobile Apps For Smartphone". Penyusunan paper itu, kata Prof Obi biasa disapa, berangkat dari masalah penanggulangan terorisme yang menjadi tugas besar pemerintah, dalam hal ini Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BN‎PT).

Selama ini, lanjutnya, upaya penanggulangan terorisme dilakukan oleh pemerintah lebih banyak dalam sebuah forum dan seminar tatap muka, belum memaksimalkan pemanfaatan teknologi yang dekat dengan masyarakat, yakni smartphone.

"Metode doktrinisasi radikalisme yang dulu dengan sekarang sudah bergeser, saat ini doktrinisasi radikalisme terus diekploitasi di media sosial. Riset dalam paper tersebut berisi solusi pemulihan yang cepat untuk mengurangi cyber crime melalui pengguna smartphone,” ujarnya, saat menggelar konferensi pers, Jumat (11/10/19).

Konsep aplikasi yang dibawa oleh Widyatama akan memiliki kemampuan surveillance atau pelacakan aktifitas komunikasi di tiap aplikasi media sosial.

Bahkan, ini pun dapat mendeteksi saluran komunikasi yang terindikasi muatan terorisme. "Kemudian dapat diselidiki dan di beri konten penyuluhan atau bimbingan langsung," ungkapnya.

Selain membantu negara dalam menanggulangi paham radikalisme di tengah tengah masyarakat, ajang ini bertujuan untuk meningkatkan jejaring dan kolaborasi peserta, industri, dan insitusi dalam kaitan mengeksplorasi, berimprovisasi, dan memastikan teknologi yang dikembangkan dapat diaplikasikan dalam dunia industri dan masyarakat.

Capaian yang diraih dalam kegiatan tersebut, merupakan salah satu kegiatan yang bergengsi di Malaysia. Yang diikuti oleh 700 peserta dari berbagai institusi Pendidikan Tinggi dan Industri di Malaysia serta negara mitra, dan dikunjungi oleh 10.622 orang dengan mengusung tema “Innovation Beyond Imagination”, menampilkan berbagai jenis teknologi, penemuan, dan inovasi demi kepentingan umat manusia secara lokal dan global.

Lebih dari 500 produk penelitian dan inovasi dari lembaga-lembaga pemerintahan serta perguruan tinggi swasta, industri, saling berkompetisi di PECIPTA 2019 yang diadakan selama dua hari. Pesertanya merupakan hasil seleksi secara ketat oleh para pakar professional, sebagian besar di ikuti oleh Universitas negeri yang dananya di biayai oleh pemerintah.

Persaingan dalam mengikuti kegiatan tersebut bisa dikatakan sangat berat, mengingat peserta yang ikut dalam kompetisi dari berbagai negara diantaranya Brunei, Malaysia, USA, UK dan lain-lain.

Universitas Widyatama dalam kompetisi tersebut di wakili oleh Prof. Dr. H. Obsatar Sinaga, M.Si., Djoko Roespinoedji, SE., Pg.Dip., dan Prof. Dr. Mohd. Haizam bin Mohd. Saudi dengan mengajukan paper tentang “Ezcybercrime Detection and Respone Mobile Apps For Smartphone”.

(PECIPTA) adalah program dua tahunan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Malaysia bersama dengan lembaga mitranya sejak tahun 2001. PECIPTA bertujuan untuk memamerkan penelitian inovatif, produk dan layanan dari lembaga-lembaga nasional dan internasional dari pendidikan tinggi.

PECIPTA juga bertujuan untuk meningkatkan jejaring dan kolaborasi di antara para peserta, industri, dan insitusi untuk mengeksplorasi, berimprovisasi, dan memastikan teknologi yang dikembangkan dapat diaplikasikan dalam dunia industri dan masyarakat. (Cuy).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.