Sosialisasi Program Citarum Harum, Kinerja Satgas Tak Optimal Tanpa Dukungan Warga


CIPATAT, faktabandungraya.com,--- Program citarum harum tidak akan bisa berjalan sukses tanpa dukungan dan keterlibatan dari masyarakat, khususnya masyarakat di daerah aliran sungai (DAS) Citarum. Hal itu disampaikan Komandan Sektor 11 Satgas Citarum Kol Caj Firman Aidil melalui Danki 3 Pelda Hadiat Kuswanto saat memberikan pemaparan sosialisasi program citarum harum kepada warga desa Sumurbandung, yang digelar di Kantor Desa Sumurbandung, Cipatat, Kabupaten Bandung, Rabu (20/11/19).

"Suksesnya program citarum bukan hanya dari kinerja satgas tni saja, tapi dibutuhkan peran dan kolaborasi dari semua komponen warga dan perangkat pemerintahan, mulai dari tingkat desa," ungkapnya.

"Kalau saya tidak dibantu warga, saya tidak akan bisa menjalankan tugas saya secara maksimal," sambungnya.

Dalam kesempatan ini, Pelda Hadiat juga menyampaikan berbagai permasalahan dan pencemaran yang terjadi di sungai Citarum, mulai dari lahan kritis, limbah domestik, limbah industri, sedimentasi, limbah kotoran hewan ternak, hingga pencemaran eceng gondok.

Di wilayah Sektor 11, permasalahan yang paling menonjol adalah pencemaran limbah domestik (sampah rumah tangga, saluran pembuangan langsung ke sungai), pencemaran lindih dari TPA Sarimukti dan pencemaran eceng gondok, serta permasalahan daerah irigasi Pasirangin.

Secara umum, dirinya menjelaskan berbagai upaya yang sudah dilakukan Satgas Sektor 11 yang memiliki pasukan yang terbagai menjadi 3 Kompi, dengan permasalahan yang berbeda.

Khusus di wilayah Kompi 3, permasalahan yang selama bertahun tahun dialami adalah pasokan air di saluran irigasi Pasirangin yang mengairi area pesawahan di 5 desa, diantaranya desa Sumurbandung, Cipatat, Kertamukti, Mandalasari, dan Sarimukti.

"Sebetulnya bukan urusan Satgas membenahi irigasi, tapi ini berkat Dansektor 11 yang berinisiatif dan mengajukan, karena salahsatu tujuan program ini meningkatkan kesejahteraan warga, upaya memberikan kemudahan dan apa yang dibutuhkan warga," jelas Pelda Hadiat.

"Alhamdulillah, sejak bulan Mei lalu bekerja, saat ini di wilayah Cikebil, Sirnasari, desa Sarimukti, yang selama 4 tahun terakhir tidak bisa tanam saat ini sudah bisa terairi," ungkapnya.

Sementara, untuk wilayah desa Sumurbandung sabagai wilayah hulu DI (Daerah Irigasi) Pasirangin, tidak banyak permasalahan yang terjadi. Hanya saja, menurut Pelda Hadiat, kurangnya sarana Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS). "Selama ini, baru 3 tps yang sudah dibangun oleh satgas, kendalanya adalah lahan yang terbatas. Karena satgas tak memiliki dana untuk melakukan pembangunan, disini satgas hanya bertugas membantu pengerjaan pembangunannya," jelasnya.

Dirinya juga mengungkapkan, bagi warga yang ingin membuat septictank, satgas Kompi 3 Sektor 11 bersedia akan membantu pengerjaannya. Serta, Satgas Sektor 11 juga memiliki pembibitan pohon yang ada di Kompi 2, bagi warga atau kelompok warga yang membutuhkan bibit pohon untuk penanaman lahan kritis bisa mengajukan kepada satgas. (Cuy).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.