TNI Kodam III Siliwangi Respon Cepat, Dansektor 21 : Kontraktor Harus Ikut Tanggung Jawab

CILEUNYI, faktabandungraya.com,--- Merespon pemberitaan salahsatu media cetak terkait penumpukan sampah yang terdapat di Pintu Air sungai Cikeruh wilayah kampung Sukarame, desa Cileunyi Wetan, Kecamatan Cileunyi. Satgas Citarum bersama jajaran teritorial Kodam III/Siliwangi melalui Koramil Cileunyi dan Rancaekek serta puluhan warga Kecamatan Cileunyi menggelar karya bakti pembersihan dan pengangkatan tumpukan sampah bercampur sedimen yang berada tepat di bawah pintu air, Jumat, (29/11/19).

Kegiatan pembersihan dipimpin oleh Waaster Kodam III/Siliwangi Letkol Kav Mujahidin. Selain menerjunkan sekitar 100 personil gabungan TNI dan warga, kegiatan ini didukung oleh 2 alat berat dan 12 armada dump truk.

"Kegiatan ini adalah lanjutan pembersihan yang sudah dilakukan sejak kemarin sore hingga malam hari. Hari ini kita lanjutkan dengan melibatkan bantuan warga," ujar Letkol Mujahidin seusai pimpin apel kegiatan karya bakti.

Meninjau lokasi karya bakti pembersihan sampah di Pintu Air sungai Cikeruh, Dansektor 21 Kol Inf Yusep Sudrajat menilai bahwa ini adalah bagian dari dampak pengerjaan proyek normalisasi (betonisasi bantaran) sungai Cikeruh yang sedang dikerjakan oleh BBWS melalui kontraktor PT Karunia Guna Inti Semesta.

"Tadi saya cek kalau sungai sepanjang kurang lebih 3 kilometer ini sedang tidak berfungsi, karena sedang ada pengerjaan proyek normalisasi di 2 tempat, sehingga aliran sungai ini dialihkan sementara dari normalisasi yang sedang dikerjakan di hulu aliran ini," ungkapnya.

Dirinya juga berpendapat, kondisi ini masih menjadi tanggung jawab kontraktor pengerjaan proyek normalisasi. "Karena proyek ini sedang dalam pengerjaan dan belum diserahterimakan dari kontraktor ke pemerintah," tuturnya.

"Seharusnya mereka (kontraktor) ikut bertanggung jawab dengan kondisi ini," tegasnya.

Pasalnya, tumpukan sampah lebih dominan telah bercampur sedimentasi (tanah), jadi bukan sampah yang terbawa aliran sungai, karena sungai telah mengering di sepanjang hampir 3 kilometer.

"Disini memang masuk wilayah sektor 21, tapi ini kan sedang dalam pengerjaan, kami tidak bisa serta merta masuk ke wilayah pengerjaan," pungkasnya.

Sementara di tempat yang sama, Solihin selaku Camat Cileunyi membenarkan bahwa sungai ini sementara tidak berfungsi efek dari pengerjaan normalisasi di wilayah timur Cileunyi. "Aliran dialihkan sementara, jadi tidak mengalir kesini," katanya. (Cuy)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.