Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Link Banner

Dukung Zero Waste dan Citarum Harum, Sekolah Tingkat SD Hingga SMA di Cimahi Siap Kurangi Sampah

CIMAHI, faktabandungraya.com,--- Ratusan Kepala Sekolah mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA sederajat di Kota Cimahi berkomitmen dan siap mendukung Pemerintah Kota Cimahi mewujudkan program Zero Waste (nol sampah) dan program Citarum Harum, dengan menerapkan aturan bagi siswa siswi untuk membawa tempat minum (Tumbler) dan tempat makan (Misting) dari rumah masing-masing, guna mengurangi sampah plastik di sekolah.

Komitmen dan dukungan untuk mewujudkan zero waste dan citarum harum di kota Cimahi, secara kompak dideklamasikan 210 Kepala Sekolah tingkat SD, SMP, SMA saat menghadiri kegiatan yang digagas Dinas Lingkungan Hidup Cimahi dan Satgas Citarum Sektor 21, yang digelar di Gedung A Komplek Pemkot Cimahi, Senin (27/01/2020).

Menyempatkan hadiri kegiatan ini, Walikota Cimahi Ajay M Priatna mengungkapkan bahwa untuk menjaga lingkungan dan mengurangi dampak dari sampah plastik, menjadi kewajiban kita semua.

"Kota ini harus dijaga oleh kita sendiri yang tinggal di Kota Cimahi," katanya.

"Hari ini kita berkumpul dengan para guru dan kepala sekolah SD, SMP, SMA se-Kota Cimahi dengan menghadirkan narasumber Dansektor 21 Kolonel Inf Yusep Sudrajat. Hari ini kita membicarakan hal penting," jelasnya.

Menurutnya, untuk mewujudkan zero waste harus dimulai dengan suatu kebiasaan baik yang harus dibudayakan. "Saya katakan tadi untuk kita tidak menambah kerusakan lingkungan. Ada namanya limbah domestik, yakni limbah rumah tangga, limbah buang kita sehari-hari, contoh kecilnya dalam membuang sampah, membatasi sampah plastik khususnya, dulu kita minum air dalam kemasan, sekarang menggunakan Tumbler," ungkapnya.

Sementara, Dansektor 21 Kol Inf Yusep Sudrajat hadir sebagai narasumber kegiatan ini, dimanfaatkan untuk memaparkan tentang program Citarum Harum kepada seluruh kepala sekolah yang ada di Cimahi.

“Tadi ada peserta yang belum paham dengan program Citarum Harum, sehingga memberikan apresiasi atas kegiatan sosialisasi ini. Mudah-mudahan kedepannya kita bisa terus tindaklanjuti. Terpenting adalah bagaimana keterlibatan dan kontribusi siswa dan pelajar SD, SMP dan SMA sederajat terhadap program Citarum Harum ini,” ujar Dansektor 21.

Dirinya juga berharap dan mendorong Kota Cimahi bisa menjadi kota percontohan untuk mengurangi sampah plastik mulai dari tingkat sekolah.

"Tadi sudah ada penyampaian dan semua sepakat bahwa anak sekolah di Kota Cimahi ini akan membawa rantang atau misting untuk makanannya, dan membawa tumbler air minum. Ini penting, sehingga mengurangi jumlah sampah plastik jajanan. Kalau itu bisa dilaksanakan, mudah-mudahan sampah plastik di Kota Cimahi ini semakin sedikit atau bahkan hilang di sekolah-sekolah," harapnya.

Sebagai penyelenggara acara pertemuan ini, Ronny berharap, jika pengelolaan sampah mulai dari sumber sudah bisa ditekan, bisa menghemat anggaran sampah untuk digunakan hal lain, semisal untuk pendidikan.

Menurut Kadisdik Kota Cimahi, Hendra Gunawan, untuk siswa tingkat SD di Kota Cimahi saat ini ada sebanyak 51 ribu murid, dan 28 ribu murid di tingkat SMP.

"Itu yang berada di Disdik Kota Cimahi, belum jumlah siswa SMA dan sekolah yang berada dibawah Kementerian Agama," kata Kadisdik menyampaikan.

"Kalau satu sekolah memproduksi sampah rata-rata 90 kilogram perhari, dikalikan jumlah sekolah yang ada, kontribusinya cukup lumayan dalam mengurangi sampah," ungkapnya. (Cuy)

Posting Komentar

0 Komentar