Jelang Musim Haji 2020, DPRD Jabar Dorong Percepatan Penambahan Sapras BIJB

H.Hasbullah Rahmat, SPd, M.Hum
anggota Komisi IV DPRD Jabar  
BANDUNG, Faktabandungraya.com,--- Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) sudah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Agama RI sebagai salah satu Bandara yang akan dipergunakan untuk pemberangkatan dan kepulangan Jema’ah Haji 2020 dan jema’ah Umrah. Untuk itu, DPRD Jabar mendorong Pemprov melalui PT. BIJB (BUMD Jabar-red) dan Angkasa Pura II (BUMN-red) untuk secepatnya menambah sarana-prasarana BIJB.

Anggota Komisi IV DPRD Jabar, H.Hasbullah Rahmat, S.Pd, M.Hum, mengatakan secara fungsional kita menyambut positif dan mengapresiasi keputusan Kemenag RI atas dittetapkannya Bandara BIJB Kertajati-Kab Majalengka sebagai salah Bandara untuk memberangkatkan dan kepulangan Jama’ah Haji 2020 dan Jama’ah Umrah.

“Secara fisik kebandaraan, kini BIJB panjang runway-nya sudah 3.000 meter, sehingga sudah dapat buat mendarat dan menerbangkan pesawat dengan berbadan besar seperti Boeing 777, yang biasa digunakan untuk mengangkut Jama’ah Haji dengan kapasitas penumpang dan krupesawat sekitar 600 orang”, kata Hasbullah saat ditemui faktabandungraya.com di ruang Badan Musyawarah DPRD Jabar, Jum’at (21/2-2020).

Walaupun sudah dapat dipergunakan untuk maskapai berbadan besar, namun masih perlu ditambah fasilitas penunjang/ sarana-prasarana oleh manajemen BIJB dan Angkasa Pura II untuk kelancaran Konsumen Umum, Jama’ah Haji dan Umrah.

Adapun fasilitas yang diperlukan ditambah segera diantaranya, diantaranya Rumah Sakit dan Ruang Medis di lingkungan BIJB, Ruang Tunggu Penumpang, Restoran, Perhotelan, Konektifitas transfortasi.

“Kan sampai sekarang Tol Cisumdawu belum nyambung dan juga Kereta Api belum sampai ke BIJB Kertajati, sehingga sekarang masih menggunakan Tol Cipali dan jalur transfortasi biasa. Tetapi bila nanti transfortasi sudah semua terkoneksi dengan BIJB Kertajati, dapat dipastikan jumlah penumpang akan meningkat”, ujarnya.

Untuk mendukung percepatan penambahan fasilitas pendukung tersebut, tentunya harus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait dalam menggandeng calon-calon investor, termasuk dengan pelaku Biro Jasa Haji dan Umrah, ujarnya.

Selain itu, kita (DPRD Jabar-red) juga mendorong pihak Dinas Perhubungan Jabar dan Dishub Kab/kota untuk menggaet para pemilik transportasi /P.O (Perusahaan Otobus) untuk membuka jalur ke/dari BIJB Kertajati, sehingga para calon penumpang tidak khawatir akan terhambat menuju / dari BIJB Kertajati..

‘Selama penumpang ke/dari BIJB belum maksimal, Hasbullah mengatakan, ada baiknya pihak Dishub Jabar memberikan subsidi BBM kepada pemilik transportasi, sehingga walaupun penumpang tidak penuh, pihak P.O tetap melayani penumpang tidak sampai menunggu penuh”, ujarnya.

Lebih lanjut Hasbullah mengatakan, area BIJB itu dirancang seluas 5.000 Ha, yang saat ini untuk Bandara ada seluas 1.800Ha, tetapi belum semua dibebaskan. Dan sisanya 3.200Ha dipersiapkan untuk area Aerocity sebagai area penunjang Bandara. Keberadaan Aerocity nanti menjadi kota baru, tandasnya. (husein).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.