Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Link Banner

Disnakertrans Jabar : Antisitif Virus Covid-19 Semua Barang Impor Harus Disterilkan

M.Ade Afriandi
Kadisnakertrans Jabar 
BANDUNG, Faktabandungraya.com,--- Kepala Dinas Tenagakerja dan Transmigrasi Jawa Barat M. Ade Afriandi mengatakan, sejak maraknya virus Corona atau Covid-19 semua material/ barang impor harus disterilkan dulu sebelum diproduksi di Indonesia. Langkah preventif ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya virus covid-19 melekat dibarang impor.

“Karena semua material/barang impor dari negara yang terpapar virus Covid-19 sebelum masuk ke Indonesia untuk diproduksi menjadi barang jadi harus disterilkan dulu. Maka secara tidak langsung dapat menghambat produktivitas tenaga kerja dalam memproduksi barang . Jadi permasalahan di Jabar saat ini bukan soal pembayaran UMK, tetapi materialnya yang terlambat datang.

Demikian dikatakan M. Ade Afriandi kepada faktabandungraya.com di Bandung, Senin, (2/-3-2020).

Dikatakan, maraknya sebaran virus Covid-19 (Corona) di beberapa negara pengekspor material tentunya berdampak sangat besar terhadap produktifitas ketenaga kerjaan. Karena cukup banyak perusahaan yang menggunakan materil impor terganggu produksinya, gara-gara terhambat masuknya material.

“ Semua material impor masuk ke Indonesia harus terlebih dulu disterilkan atau di karantina selama lebih kurang 3 minggu. Setelah dinyakini tidak ada virus Covid-19, barulah material tersebut dibawah kepabrik untuk diproduksi menjadi barang jadi”, ujar Ade.

Dengan terhambat masuk materil, kata Ade, otomatis kinerja produksi menjadi terhambat pula tetapi produksi tidak boleh tertunda. Namun, keselamatan pekerja harus diutamakan, sehingga sudah cukup banyak perusahaan industri merugi, gara-gara virus covid-19.

Lebih lanjut Ade mengatakan, beberapa perusahaan industri di Jabar seperti di Karawang, Bekasi, Bogor termasuk Bandung raya menggunakan bahan pokok industri di impor dari luar negeri. Namun, material tersebut sebelum digunakan harus terlebih dahulu disterilkan/ di karantina terutama dari negara pengimpor yang terpapar virus Corona.

Saat ditanya, apakah sejauh ini tenaga kerja di Jabar sudah ada yang terdampak virus Covid-19 ?... Ade mengatakan, sejauh ini kita belum mendapatkan informasi dan data, adanya pekerja yang terkena virus covid-19. Baik pekerja asing maupun pekerja domestik termasuk pekerja Migran Jabar.

“ Kita tentunya berharap, langkah-langkah antisipatif yang ditempuh pemerintah dalam penyebaran virus covid-19, dapat menangkal penyebaran virus covid-19 di Indonesia”, tandasnya. (husein).

Posting Komentar

0 Komentar