DPRD Jabar Bersama Pemkot Bandung Bersinergi Tangani Wabah Virus Covid-19

BANDUNG, Faktabandungraya.com,--- Sudah ada beberapa warga Bandung yang terdampak virus Covid-19, untuk itu, Lima (5) Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Dapil Jabar I (Kota Bandung & Cimahi) melakukan pertemuan dengan Walikota Bandung, Oded M.Danial guna membahas upaya penangan korban covid-19 dan sekaligus membahas dampak sosial ekonominya, di Balaikota Bandung, Senin (23/3-3-2021).

Adapun kelima anggota DPRD Jabar yang menemui Walikota Bandung terdiri dari H. Ali Hasan, Sip (FPGolkar), Hj. Siti Muntamah, S.AP (FPKS); H. Sugianto Nanggolah, SH,MH (FPDemokrat); Rafael Situmorang, SH ( FPDIPerjuangan) dan ; H. Arif Hamid Rahman (FPGerindra).

Dalam pertemuan tersebut, selain membahas langkah-langkah penanganan wabah covid-19, juga membahas dampak sosial ekonominya, diantaranya tentang ketersediaan kebutuhan-kebutuhan pangan dan kesehatan yang dibutuhkan selama masa penanganan wabah covid-19 serta upaya jangka panjang yang akan dilakukan Pemkot Bandung.

Pemkot dan Dewan sepakat akan bersinergi dalam melakukan penanganan virus corona di Kota Bandung. Semua kebutuhan yang diperlukan oleh kota Bandung diinventarisir dan pihak dewan akan mendorong agar pemerintah provinsi bisa memenuhinya.

Dalam paparannya Walikota Bandung menjelaskan langkah-langkah yang sudah diambil Pemkot dalam menangani wabah virus corona.

“Pemerintah Kota Bandung telah melakukan berbagai hal untuk mengurangi penyebaran virus corona rencana aksi ke depan, dan sudah menyediakan dana darurat APBD Rp 75 milyar,” ungkap Walikota Bandung,Oded M.Danial.

Diungkapkan Walikota, saat ini pihaknya telah menyiapkan dua rumah sakit yang menjadi tempat rujukan pasien covid-19, yakni RS Hasan Sadikin dan RS Rotinsulu. Kedua RS dinilai telah memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh Kemenkes.

Menyambung Walikota, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Rita Verita Sri H. menyampaikan bahwa pihaknya menghadapi masalah kekurangan alat perlindungan diri (APD) bagi para petugas medis yang menangani pasien corona. Disebutnya, beberapa tenaga kesehatan bahkan belum memiliki APD.

Menurut Rita, saat ini pihaknya sulit mencari alat-alat kesehatan yang dibutuhkan karena di pasaran barang-barang tersebut susah didapat.

“Ketersediaan masker untuk saat ini masih kurang. Handsenitaizer juga kami (terpaksa) membuat “ kata Rita.

Kelangkaan barang-barang juga dirasakan oleh kepala Dinas Perdagangan dan Penindustrian, Elly Wasliah. Dikatakan Elly masker lagi susah dicari karena terbatasnya stok yang ada di pasaran.

DPRD Mengapresiasi Upaya Pemkot Bandung

Anggota DPRD Jabar, Ali Hasan, mengapresiasi semua upaya pemerintah kota Bandung dalam menghadapi penyebaran virus corona. Termasuk penyediaan tempat-tempat mencuci tangan di area publik.

Terkait dengan adanya RS yang masih kekurangan ruangan ataupun peralatan medis terutama APD, Ali Hasan menyebut hal tersebut terus diupayakan pemenuhannya dan akan ditindak lanjuti lebih jauh di tingkat provinsi.

Sementara itu, anggota DPRD Jabar lainnya, Siti Muntamah Oded yang juga istri Walikota Bandung, mengingatkan bila Kota Bandung merupakan kota zona merah yang perlu diwaspadai oleh semua. Oleh karena itu, Siti, yakin social distancing saat ini sangat penting dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus asal China tersebut.

“Masyarakat perlu melakukan social distancing saat ini sebagai bentuk latihan apabila nantinya perlu benar-benar untuk di lockdown,” tandasnya. (hms/red).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.