FKAPHI JABAR Dukung Pemerintah Tetap Persiapkan Haji 2020, sebagai Wujud Optimisme dan Khusnudzan Kepada Allah".

Ketua PW. FKAPHI Jabar H.Asep Komarudin (tengah baju putih)
(Foto : Dok.PW FKAPHI Jabar)
BANDUNG, Faktabandungraya.com,--- Mensikapi masih cukup masifnya pandemi virus Covid-19 yang melanda hampir diseluruh dunia, termasuk Indonesia dan Arab Suadi, tentunya berdampak terhadap pelaksanaan Ibadah Haji 2020.

Sejak beberapa waktu lalu, Pemerintah Arab Saudi telah menghentikan sementara ijin kunjungan untuk ibadah Umrah atau ziarah ke tanah suci, dengan pertimbangan kesehatan umat yang lebih besar. Hal ini menyusul semakin meluasnya wabah virus covid-19 di berbagai negara. Bahkan sampai kini, ijin penghentian sementara tersebut belum juga dicabut oleh Pemerintah Arab Saudi.

Kebijakan Negara Arab Saudi tentunya sangat dipahami oleh Pemerintah Indonesia demi keselamatan dan kesehatan umat yang lebih besar lagi.

Lantas, kira-kira sampai kapan ijin penghentian sementara itu akan dicabut ?.... apakah dalam waktu dekat atau sampai musim haji 2020 mendatang ?... Karena sampai kini, keputusan dari pemerintah Arab Saudi belum jelas.

Walaupun demikian, seiring dengan semakin dekatnya pelaksanaan ibadah Haji 2020, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama RI terus berkomunikasi dengan pemerintah Arab Saudi.

Selain itu, Kementerian Agama melalui Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) untuk terus melakukan ikhtiar maksimal dalam upaya persiapan pelaksanaan haji tahun 2020, ditengah wabah covid 19, di samping do'a terdalam ratusan ribu calon jema'ah yang sudah terdaftar tahun ini yang terus mengiringi atas perjuangan pemerintah semoga wabah ini segera berlalu.

Apapun upaya yang dilakukan oleh Kemenag RI melalui Dirjen PHU, dalam memperjuangkan umat untuk melakukan ibadah Haji 2020, bagi kita selaku Pimpinan Wilayah Forum Komunikasi Alumni Petugas Haji Indonesia (PW FKAPHI) propinsi Jawa Barat akan mendukung penuh langkah yang diambil oleh pemerintah melalui Menteri Agama khususnya Dirjen PHU.

Demikian dikatakan Ketua PW FKAPHI Jabar, H. Asep Komarudin, S. Ag. M.Ud dalam rilis yang diterima redaksi faktabandungraya.com, Selasa (31/3-2020).

Dikatakan, sebagaimana kita ketahui, Menteri Agama Ri, Fachrul Razi menyampaikannya dalam keterangan resminya pada, Jum’at, (20 Maret 2020) lalu. Menag Fachrul Razi, mengatakan bahwa, "Kemenag terus mengikuti dan memantau perkembangan kebijakan Pemerintah Arab Saudi terkait penyelenggaraan haji, termasuk perkembangan pembatasan ibadah yang dilakukan Arab Saudi di dua kota suci, Mekah dan Madinah.

“ Kita juga menyiapkan mitigasi kalau pelaksanaan ibadah haji dibatalkan oleh Pemerintah Arab Saudi," ujar Menag di Jakarta.

Menurut Menag, sampai saat ini persiapan pelayanan di Arab Saudi terkait pengadaan pelayanan akomodasi, transportasi darat dan katering terus berjalan. Namun, sesuai surat dari Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, pembayaran uang muka belum dilakukan. Termasuk untuk penerbangan.

"Proses pengadaan layanan juga terus berjalan hingga kontrak, namun belum ada pembayaran uang muka," kata Menag.

Hal ini menunjukkan ikhtiar maksimal pemerintah mengingat ibadah haji merupakan ibadah yang ditunggu umat Islam calon jama'ah selama bertahun-tahun. Maka langkah pemerintah ini merupakan mewakili suara terdalam dari para jama'ah.

Lebih lanjut Menag mengatakan, ikhtiar politik dan persiapan teknis, proses pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang terus berjalan dan berproses sampai Jumat kemarin (27/3/2020) tercatat sudah 83.337 jemaah calon haji reguler yang melakukan pelunasan dan Pelunasan ini akan terus berlangsung hingga 30 April 2020, mendatang.

Upaya yang dilakukan Kemenag RI, menurut Asep Komarudin (Askom) merupakan bentuk dukungan kepada para jema'ah, hal ini mengingat sudah ada jamin dari pemerintah melalui Menteri Agama. Bahkan Menteri Agama mengatakan, bila ternyata haji tahun ini dibatalkan, dana yang disetorkan saat pelunasan, dapat dikembalikan lagi ke jemaah.

Apa yang telah dilakukan oleh Pemerintah Indonesia melalui Kemenag RI, menurut Askom merupakan wujud ikhtiar manusiawi ditengah wabah yang melanda tapi tetap berkhusnudzan kepada Allah, dan berjuang untuk menunaikan ibadah kepada-Nya.

Walaupun ada yang mengatakan kenapa ibadah haji yang bersifat kolosal itu tetap dilaksanakan, sedangkan ibadah sholat berjama'ah dan sholat jum'at saja saat ini di himbau untuk di tiadakan di daerah yang termasuk zona merah.

Ibadah sholat jama'ah inikan untuk saat ini saja sebagai rukhsoh (kemudahan) dari agama karena penyebaran wabah tengah terus menyebar sebagai upaya social distancing. Tetapi substansi ibadah sholat tetap di laksankan walau di rumah.

Berbeda halnya dengan Ibadah haji yang pelaksanannya masih akan berlangsung beberapa bulan ke depan, yang kepastian hari esok seperti apa wallahu 'alam (hanya Allah yang tahu), dan kita selaku manusia tetap mempersiapkan opsi-opsinya dengan berbagai kemungkinan sebagai wujud ikhtiar manusia. Semoga Allah memberikan tadir yang lain dari situasi saat ini, ujar Askom.

Sementara itu, terkait mengantisipasi penyebaran virus Covid-19 di tanah Air, tentunya PW FKAPHI Jabar juga mendukung langkah pemerintah untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid-19, termasuk Kemenag juga menghentikan sementara /menunda pelaksanaan bimbingan manasik haji secara konvensional yang melibatkan kerumunan massa.

Dengan memfinalkan beberapa skenario pelaksanaan manasik, antara lain distribusi buku manasik ke jamaah agar bisa dijadikan bahan bacaan, memanfaatkan media televisi dan radio untuk proses pembelajaran, menggunakan sarana pembelajaran daring, atau edukasi dan sosialisasi melalui media sosial. Hal ini merupakan langkah solutif ditengah situasi wabah saat ini namun substansi materi tetap tersampaikan kepada para calon petugas haji tahun 2020.

Untuk itu, PW.FKAPHI Jabar sangat mengapresiasi dan mendukung langkah perjuangan yang dilakukan oleh Menteri Agama yang mana terus berjuang untuk kepentingan ummat khususnya jamaah haji ditengah - tengah pandemi covid-19 ini.

Pada akhirnya ikhtiar kita ini merupakan bentuk khusnudzan kita kepada Allah 'Azza wajalla dan optimisme kita bersama ditengah wabah yang melanda bangsa dan umat Islam, bahwa bangsa ini bersama berusaha hadapi wabah ini insyallah kita bisa.

Tak ada yang tak mungkin bagi Allah...ketika Allah turunkan masalah pasti diiringi dengan solusinya, terus berfikir positif dengan takdir Allah....yakin semua akan indah pada akhirnya. Waallahu Khaerul Maakiirin. (Rilis/H.Husein).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.