Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Link Banner

Awas Serangan DBD, Lakukan Gerakan Satu Rumah Satu Jumatik

BANDUNG, Faktabandungraya.com,--- Wabah penyakit DBD (Demam Berdarah Dengue) yang disebab nyamuk Aedes Aegypti kini tengah menyerang hampir di seluruh Kabupaten/kota se-Jabar. Untuk itu, harus diantisipasi agar wabah penyakit DPB tidak terus berkembang harus dilakukan Gerakan Satu Rumah Satu Jumatik dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat, Dr. dr. Berli Hamdani Gelung Sakti mengatakan, selama tahun 2020 ini, sudah ada sebanyak 15 orang yang meninggal dunia dari 5.000 kasus akibat DBD di Jabar. Sedangkan pada tahun 2019 lalu ada sebanyak 49 orang yang meninggal dunia.

Hal ini tidak boleh dibiarkan, harus diantisipasi, salah satunya menggelakkan Gerakan Satu Rumah Satu Jumatik dan bersama-sama dalam pemberantasan sarang nyamuk, kata Berli Hamdani dalam acara Jabar Punya Informasi (JAPRI ke 65) di halaman depan museum Gedung Sate Bandung, Jum’at (13/3-2020).

Turut menjadi narasumber Dr.KM.Agus Riyanto SKM, M.Kes ( Dosen Universitas Jend.A.Yani / Unjani) Bandung. Wiwin (Kader Jumatik dari Kelurahan Neglasari Kec. Cibeuying Kaler).

Berli mengatakan, penyerangan wabah DPB sudah menyerang 25 Kabupaten/kota se Jabar, hanya kota Cirebon dan Kabupaten Indramayu yang sampai saat ini tidak ada kasus DBD-nya.

Dikatakan ada tiga pengelompokan daerah kasus DPD 2020 yaitu Kelompok daerah merah yang banyak warga terserang DBD dan sudah ada yang meninggal dunia) terdiri dari Kota Depok, Kab/kota Bogor, Kab/kota Sukabumi, Kota Bandung, Kab Cirebon, Kab.Ciamis; Kab/kota Tasikmalaya.

Kelompok daerah Kuning yaitu warga terserang DPBD belum banyak dan belum ada yang meninggal dunia) yaitu Kab/kota Bekasi; Kab Karawang; Kab Purwakarta; Kab Cianjur, Kab Majalengka; Kab Indramayu dan Kota Banjar. Sedangkan kelompok daerah Hijau ( belum ada kasus/ bebas) DBD) yaitu Kota Cirebon dan Kab. Pangandaran.

Lebih lanjut Berli mengatakan, daerah Merah yang sudah ada kematian warganya yaitu Kab.Ciamis, Kab Bogor dan Kab. Bekasi. Sedangkan kasus terbanyak terjadi di kota Bogor, kota Bandung dan kab. Karawang, jelasnya.

Semantara itu, Dr.Agus Riyanto, ada beberapa trik mencegah DBD yaitu melalui kegiatan Menguras dan membersihkan bak kamar mandi satu minggu sekali; Menutup perabotan rumah tangga yang dapat menampung air; Janagn menumpuk atau menggantung baju terlalu lama; Gunakan Losion anti Nyamuk .

Selain itu, setiap rumah mempunyai jumatik; Kader Jumatik mengingatkan warga 10-15 rumah; membuat Lavitrap ( perangkap Larva); Penyuluhan Keliling ( Mobil dan motor); melakukan gerakan serentak masyarakat melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), ujar Agus.

Agus juga menyarankan kepada masyarakat untuk memelihara ikan cupang. Karena ikan cupang doyan memakan jentik-jentik nyamuk . Untuk itu,wajib dipelihara untuk berantas DBD. Selain itu, Ia juga menyarankan untuk menanam bunga Lavender, tanaman hias warna ungu, Nyamuk sangat tidak suka dengan bau bunga Levender.

Selain itu juga masyarakat dapat menanam Sereh atau Serai, bisa mengusir nyamuk Anopheles atau nyamuk Malaria. Serei terbukti ampuh mengurangi gigitan nyamuk Aedes Aegeypti.

Sedangkan Wiwin ( Kader Jumatik) mengatakan, sebagai Kader Pos Yandu/PKK, dirinya menghimbau dan mengajak masyarakat untuk bersama-sama menggalakan kebersihan dalam rumah dan lingkungan.

“ Jangan biarkan sampah dan genangan air berada dilingkungan rumah, karena itu akan menajadi sarang dan tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes Aegypti/ Dengue”, tandasnya. (husein).

Posting Komentar

0 Komentar