Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Link Banner

Imbas Pandemi Covid-19, Laju Pertumbuhan Perekonomian Lambat, Target PAD Sulit Tercapai

BANDUNG, Faktabandungraya.com,--- Melihat kondisi dan situasi perkembangan penyebaran pandemi covid-19 di Tanah Air, terutama di wilayah provinsi Jawa Barat yang sampai kini masih cukup masif, tentunya sangat berimbas terhadap laju pertumbuhan perekonomian Indonesia dan provinsi Jabar. Yang secara otomatis juga akan sangat berdampak terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dalam Angaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jabar 2020, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan pendapatan APBD Jabar sekitar Rp 41, 583 triliun yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 25,233 triliun, dana perimbangan yang diperkirakan sebesar Rp 16,336 triliun. Pendapatan yang sah dari hal lain-lain diperkirakan sebesar Rp 23,199 miliar.

Namun, menurut Wakil Ketua Komisi III DPRD Jabar, H. Sugianto Nangolah, SH,MH, melihat kondisi saat ini dan beberapa pekan kedepan, dimana penyebaran pandemi covid-19 masih terus menyebar hampir diseluruh wilayah Jawa Barat. Walaupun pemerintah telah berupaya melakukan pencegahan dan pembrantasan covid-19. Tentunya, sangat berimbas terhadap lambatnya laju pertumbuhan perekonomian Jabar. Yang secara otomatis juga target perolehan PAD sulit untuk tercapai.

“Laju perekonomian lambat bahkan nyaris turun, tentunya berimbas terhadap target perolehan PAD Jabar 2020”, kata H.Sugianto Nangolah saat dihubungi mediaonline : faktabandungraya.com, Sabtu (18/4-2020).

Dikatakan, beberapa waktu lalu, Komisi III DPRD Jabar telah melakukan tugas pengawasan terhadap beberapa kantor cabang mitra kerja, yaitu ke kantor pelayanan Bank BJB cabang Sumedang dan kantor Samsat Sumedang.

Saat Komisi III mengunjungi bjb Cabang Sumedang, pihak bjb Sumedang mengatakan bahwa sejak maraknya penyebaran covid -19 khususnya di Kabupaten Sumedang, telah terjadi penurunan drastis tingkat kunjungan dan transaksi keuangan di bjb Sumedang akibat pandemi Covid-19.

Mendengar, apa yang disampaikan oleh pihak bjb Sumedang kepada Komisi III tadi, tentunya memang dampaknya luar biasa besar dan membuat perekonomian lumpuh. Tingkat kunjungan masyarakat ke bjb menurun secara drastis, dan diperkiraan pendapatan akan menurun secara besar-besaran”, ujar Sugianto.

Usai dari kantor bjb cabang Sumedang, kita (Komisi III-red) melanjutkan kunjungan ke kantor Samsat Sumedang. Menurut pihak Samsat Sumedang, sejak merebaknya pandemi covid-19, sampai saat ini cukup banyak masyarakat para pemilik kendaraan baik roda dua atau empat/ lebih belum atau tidak membayar pajak kendaraan /PKB.

Bahkan tadi pihak Samsat Sumedang juga mengatakan, tingkat kunjungan masyarakat sejak buan Maret hingga April sekarang ke kantor Samsat Sumedang turun drastis dan kemungkinan besar pendapatan dari sektor PKB tidak akan mencapai target”, ujar politisi Partai Demokrat Jabar ini.

Lebih lanjut, Sugianto mengatakan, kita semua tentunya berharap, agar wabah pandemi covid-19 ini segera berakhir, sehingga perekonomian Indonesia dan khususnya Jawa Barat kemabli pulih dan berkembang, berjaln normal seperti sebelum ada wabah corona.

Ia juga meminta pemerintah baik pusat maupun provinsi dalam menangani covid-19 harus berdasarkan data dan tidak menjadikan konsumsi politik pencitraan.

Musibah wabah covid-19 harus ditangani serius oleh Pemerintah, baik pusat maupun daerah, bekerjalah berdasarkan data dan tidak menjadikan wabah Covid-19 ini sebagai alat pencitraan politik, tandasnya. (adikarya parlemen/husein).

Posting Komentar

0 Komentar