Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Link Banner

Tanpa Peran Aktif Warga, Upaya Yang Dilakukan Satgas Citarum Bisa Sia Sia

MARGAASIH, faktabandungraya.com,--- Tanpa peran aktif dan keterlibatan warga, keberadaan dan upaya yang sudah dilakukan pemerintah, khususnya Satgas Citarum bisa menjadi sia-sia.

Hal itu diungkapkan Komandan Sektor 21 Citarum Harum Kol Inf Yusep Sudrajat usai menggelar sosialisasi Program Citarum Harum kepada masyarakat Tahun Anggaran 2020, di desa Nanjung, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Rabu (8/7/2020).

"Dengan jumlah anggota satgas dan luas wilayah serta panjang sungai yang ada di sektor 21, kita tetap berupaya mengembalikan ekosistem dan kelestarian sungai. Namun apa yang sudah dilakukan satgas akan menjadi sia-sia bila masyarakat tidak ikut berperan dalam menjaga lingkungan, khususnya untuk permasalahan sampah rumah tangga dan limbah domestik," ungkap Dansektor 21.

Sosialisasi yang digelar kali ini, Dansektor 21 memaparkan dasar dan tujuan terciptanya program Cirarum Harum, serta menginformasikan kepada warga berbagai upaya yang sudah dilakukan oleh satgas citarum, khususnya Satgas Sektor 21 yang mencakup wilayah Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Sumedang.

Kepada masyarakat di desa Nanjung, Kolonel Yusep menjelaskan potensi dan manfaat strategis sungai Citarum serta dampak buruk pencemaran sungai Citarum terhadap sendi kehidupan warga, khususnya untuk masyarakat Jawa Barat di DAS Citarum.

Selama ini, kata Kolonel Yusep, persoalan sampah rumah tangga dan limbah domestik menjadi salahsatu persoalan utama dari 7 persoalan yang ada. Limbah industri, lahan kritis, sedimentasi, bangunan liar bantaran, dan limbah ternak.

Menurut Kolonel Yusep, kompleksifitas pencemaran dan permasalahan yang terjadi di DAS Citarum, tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah dalam penyelesaiannya. Karena selain menelan biaya yang tinggi, dibutuhkan kolaborasi dan sinergi dari semua pihak termasuk masyarakat sendiri.

"Untuk itu, kita terapkan mulai dari rumah. Bisa mulai dengan pilah sampah, mendirikan septictank yang sesuai. Saat ini pemerintah memang sudah ada program sanimas (septictank) komunal," ujarnya.

Dirinya berharap bagi warga yang sudah punya lahan dan uang, ya sebaiknya bangun sendiri. Karena kalau nunggu pemerintah, akan butuh waktu lama untuk menyelesaikan permasalahan ini. Di wilayah Sektor 21 saja, kata Yusep, data rumah yang tercatat tidak memiliki septictank sebanyak 14 ribu KK. (cuy)

Posting Komentar

0 Komentar