Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Link Banner

Kepsek SD 2 Megucilik –Cirebon "Ngotot" Tidak ada Pengkondisian

Pembangunan ruang perpustakaan SDN Megucilik Cirebon
CIREBON - Faktabandungraya.com,-- Desas-desus Pengkondisian Bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2020 untuk sektor pendidikan, di Kabupaten Cirebon yang mendapatkan anggaran mencapai 60 Milyaran lebih, santer diperbincangkan dikalangan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) atau Ormas.

Dari anggaran DAK mencapai Rp. 60 milyaran tersebut, diperuntukan untuk pembangunan ruang perpustakaan SD dan SMP se Kab Cirebon. Sekolah SD mendapat anggaran sebesar Rp.110 juta, seperti halnya diterima oleh SD 2 Megucilik Desa Megucilik Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon.

Kepala Sekolah SDN 2 Megucilik,  Umi Kulsum, S.Pd didampingi beberapa guru,  mengakui bahwa sekolahnya mendaptkan bantuan pembangunan untuk ruang perpustakaan dari DAK sebesar Rp.110 juta.

Namun, Umi Kulsum membantah dan “ngotot”  saat  dikonfirmasi faktabandungraya.com terkait isu adanya pengkondisian pekerjaan dan pengadaan material untuk pembangunan ruang perpustakaan, diruang kerjanya, Rabu (23/9-2020).

Umi Kulsum didampingi beberapa guru, "ngotot", tidak ada pengondisian apapun di sekolah kami, mas", disingung tentang papan proyek dan baja ringan beserta genting multiroop, dirinya berang, pasalnya pembuatan papan proyek serta baja ringan dikerjakan oleh seseorang yang berinisial WS, tandasnya

Sekolah kami mendapatkan bantuan sesuai Spesifikasi, juklak dan juknis DAK, masalah pembuatan papan proyek dan pembelian baja ringan, "saya tidak mengerti, sehingga mending membeli keorang lain", kalau mas tidak percaya saya hubungi pihak bajaringannya, dalam pengawasan juga pihak konsultan setiap termin datang kesekolah, dari sebelum di bongkar sampai sekarang, ungkapnya

Menyinggung tentang bantauan sebesar Rp. 110 juta,  kami habiskan untuk pembangunan fisik gedung perpustakan saja dan tidak ada untuk  pengadaan meja kursi (perabot-red).

Plang papan proyek perpustakaan
Maaf mas saya sedang sibuk dan silahkan konfirmasi dengan H. Kodir, Umi Kulsum sambil masuk ruangannya sendiri, namun masih berbicara, "Misalkan saya menolak tentang bajaringan dikawatirkan tahun depannya saya tidak dapat bantuan lagi, karena sebentar lagi saya mendapatkan bantuan pemagaran sekolah, maaf pak saya sedang sibuk  silakan ke H. Kodir saja, saya tidak tahu menahu saya mendapat bantuan sesuai aturan, jelasnya

Ditempat terpisah, Herman ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Pendidikan dan Kesehatan Kabupaten Cirebon, angkat bicara, menyangkut bantuan dana DAK, saya mohon para kepala sekolah harus transfaran jangan sampai ada yang ditutupi, saya yakin sekolah yang mendapatkan bantuan pasti mengelak semua dan pasti berbicara sesuai aturan.

Padahal hasil pantauan saya dilapangan, khususnya sekolah yang mendapkan bantuan DAK pembangunan fisik perpustakaan di 63 titik Sekolah Dasar, hanya membongkar atap atas, pemasangan pintu dan jendela, keramik dan pengecetan saja sedangkan anggaran sangat besar hingga ratusan juta rupiah

"Kami, meminta kepada Kejaksaan Negeri Sumber dan Polres Kota Sumber cq. Tipikor agar melakukan sidak untuk mencari kebenaran dilapangan, karena diduga keras adanya pengkondisian oleh beberapa oknum, menyangkut pembuatan papan proyek, bajaringan dan genting multiroop

Pasalnya para kepala sekolah tidak langsung membeli ke toko baja ringan terdekat yang sama mempunyai legalitas, dana DAK itu swakelola kenapa hanya beberapa pendor saja yang mendapatkan alokasi pemasangan di 98 Sekolah Dasar (SD) serta 20 Sekolah Menengah Pertama (SMP) tuturnya keras  (Moch Mansur/red).

Posting Komentar

0 Komentar