Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Link Banner

Bambang : Butuh Perhatian Pemerintah, Petani Garam Minta Perbaikan Infrastruktur dan Peningkatan SDM

Anggota Komisi II DPRD Jabar, Bambang Mujiarto sedang mendengarkan
keluhan dan aspirasi petani Garam pantura Jabar. (foto: BM/ist)
 
CIREBON, Faktabandungraya.com,--- Beberapa     kelompak petani Garam di wilayah pantai utara Jawa  Barat  memohon perhatian kepada pemerintah provinsi Jabar untuk dapat membantu mereka dalam meningkatkan hasil produksi garam yang berkualitas dan memperbaiki infrastruktur dan sarana-parasana serta teknologi.

Keluhan para petani Garam disampaikan kepada anggota Komisi II DPRD Jabar diantra Bambang Mujiarto, Tia Fitriani dan Anwar Yasin saat melakukan kunjungan kerja ke Cirebon dan meninjau langsung ladang garam di Kabuapten Cirebon.

Bambang Mujiarto membenarkan, bahwa rombongan Komisi II DPRD Jabar, pada Senin  kemarin, didampingi Kepala Bidang Kelautan Endang Haris Fitriyana, telah melakukan kunker ke ladang petani Garam di Kab Cirebon. 

Para kelompak petani Garam Cirebon yang kita temui, menyampaikan keluhan dan memohon perhatian dari pemerintah provinsi Jabar. Karena mereka merasa perhatian pemerintah sangat kurang memperhatikan nasib mereka dan produksi garam mereka.

Adapun keluhan yang mereka sampaikan, diantaranya soal infrastruktur sarana dan prasarana serta teknologinya. Padahal, wilayah pantura jabar khususnya Kab.Cirebon dan Kab. Indramayu merupakan sentra produksi Garam bagi Jabar, kata Bambang saat dihubungi faktabandungraya.com melalui telepon selulernya, terkait hasil kunker ke Cirebon, Rabu (14/10-2020).  

Kualitas produksi Garam Cirebon dan Indramayu cukup bagus, namun dalam memproduksinya  masih menggunakan pola tradisional. Untuk itu, mereka memohon pembinaan dan pelatihan dari pemerintah untuk meningkatkan  pengetahuan SDM agar produksi Garamnya lebih meningkat dan kualitas lebih baik lagi.

Sedangkan terkait infrastruktur, sarana-prasarana, mereka meminta agar jalan/ jalur menuju ladang garam dapat dibenahi, hal ini penting, karena mereka kesulitan saat mengangkut produksi garam.   

Adapun terkait sarana-prasarananya, para kelompok petani garam, mengakui bahwa selama ini mereka memproduksi garam secara tradisonal dan belum sama sekali menggunakan teknologi. Untuk itu mereka minta dibantu peralatan teknologi.  Agar produksi garam mereka mampu berdaya saing dengan garam infor.

Anggota Komisi II Bambang Mujiarto dan Tia Fitriani
Politisi PDIP Jabar asal dapil Kab/kota Cirebon-Kab.Indramayu mengatakan, walapun wilayah pantura Jabar sebagai sentra garam, namun, sampai kini masih belum mampu memenuhi kebutuhan  atau konsumsi untuk warga jabar, baik garam kasar maupun halus .  Apalagi untuk kebutuhan industri. 

Untuk itu, bila SDM ditingkat dan diberi sentuhan teknologi tentunya, para petani garam , akan lebih memiliki kemampuan dalam meningkatkan produksi dengan kualitas lebih baik lagi, ujar Bambang yang kali kedua menjadi anggota DPRD Jabar ini.

Lebih lanjut Bambang mengatakan, aspirasi petani garam pantura ini sudah kita serap, selanjutnya akan kita bicarakan dan perjuangan, agar para petani garam ini mendapatkan perhatian dari pemerintah provinsi Jabar.

Selain itu,kita juga kan meminta agar para stakeholder terkait, seperti Dinas Kelautan dan Perikanan , Dinas UMKM, BUMD Keuangan ( Bank BJB atau BPR Jabar),  Dinas Kimrum maupun Dinas BMPR untuk dapat berkolaborasi dalam mendukung dan mendorong  petani garam Jabar agar hasil produksi garamnya mampu bersaing dengan garam infor dan memenuhi kebutuhan akan garam bagi warga Jabar.

Komisi II DPRD Jabar juga akan mendorong pemprov Jabar memalui OPD terkait, agar program yang direncanakan/ regulasi kebijakan berbasis kawasan. Hal ini penting, agar jangan sampai lahan/ladang garam beralih fungsi.  Intinya kita ingin, agar petani garam kedepan dapat meningkatkan harkat dan martabatnya, tandasnya. (husein).

Posting Komentar

0 Komentar