Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Link Banner

Komitmen PT Indorama Polychem Indonesia Dukung Program Citarum Harum

PURWAKARTA, faktabandungraya.com,--- PT Indorama Polychem Indonesia berkomitmen akan mendukung program citarum harum, khususnya kehadiran Satgas Citarum dari TNI yang dinilai mampu merubah mental masyarakat dalam menjaga lingkungan demi mengembalikan kelestarian ekosistem sungai. 

Hal itu disampaikan General Manager PT Indorama Polychem Indonesia Aliaman Saragih, saat menerima kedatangan Satgas Citarum Sektor 14 yang dipimpin Dansektor Kol Czi Raflan melakukan sidak limbah industri di pabrik yang berlokasi di desa Kembang Kuning, Jatiluhur, Purwakarta, Rabu (7/10/2020).

"Ada dua hal yang membanggakan dengan kehadiran satgas citarum, pertama untuk membersihkan sungai bisa dilakukan tanpa peraturan tapi dengan ketegasan. Kedua, perubahan yang sangat penting adalah perilaku dan komitmen masyarakat industri dan seluruhnya," beber Aliaman Saragih.

Aliaman juga mengungkapkan kehadiran satgas citarum bak gayung bersambut, karena pihak perusahaan telah membuat program melakukan pembersihan sungai Cikembang yang ada di wilayah perusahaan, bersama dengan masyarakat sekitar.

"Kita nanti akan undang bapak (Dansektor), kita akan bekerjasama dengan masyarakat membersihkan aliran sungai yang ada di wilayah sekitar pabrik dan warga. Tujuannya untuk meningkatkan tanggung jawab dan kepedulian. Karena faktor kotornya sungai bisa terjadi atas sumbangsih dari industri dan juga masyarakat," ungkapnya.

Sebelum melakukan pengecekan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) PT Indorama Polychem Indonesia, Dansektor 14 Czi Raflan terlebih dahulu menyampaikan maksud dan tujuan sidak sekaligus memberikan informasi terkait program Citarum Harum, serta tugas dan kewenangan Komandan Sektor 14 selaku penanggungjawab lapangan sesuai amanat Perpres No.15 tahun 2018.

“Salah satu permasalahan kerusakan ekosistem di Daerah Aliran Sungai Citarum adalah limbah industri,” kata Dansektor 14 Kol Czi Raflan.

“Oleh karena itu saya berharap pelaku usaha khususnya manajemen PT IPCI konsisten dalam melakukan pengolahan limbah cairnya,” tambahnya.

Tak menunggu lama, Kolonel Raflan yang kali ini ditemani Dansektor 21 Kol Inf Yusep Sudrajat dan beserta jajaran satgas Sektor 14 langsung melakukan pengecekan IPAL. Diterangkan sebelumnya, pabrik ini memproduksi benang dan kain grey, produksi rata-rata 800 Ton/hari.

Pabrik memiliki IPAL yang di desain dengan kapasitas 600 meter³, dengan perkiraan 25 M³/Jam. Operasional perhari hanya menghasilkan sebanyak 17-20 M³/Jam. Pengolahan limbah menggunakan metode Kimia, Biologi dan Fisika.

Usai meninjau IPAL, Dansektor 14 memberikan keterangan kepada awak Media, operasional sudah berjalan baik, “Mungkin masih ada hal-hal lain yang perlu Satgas Citarum Sektor 14 kontrol dan mengawasi PT IPCI secara rutin, karena kami bertanggungjawab ke komando atas,” ungkapnya.

“Saya harap PT IPCI dapat menerima masukan-masukan dari kami sebagai kontrol, karena kontrol adalah bagian dari manajemen, agar semuanya berjalan dengan baik,” imbuhnya.

Meski pabrik telah menyediakan Fish Fond (kolam ikan) sebagai indikator tambahan, Kolonel Raflan berharap ikan yang ditanam jenis ikan yang sensitif terhadap lingkungan. “Untuk bak outlet akhir memang ada ikannya, namun saya harap ke depan ada ikan koi karena ikan tersebut lebih sensitif terhadap limbah, bila ikan koi itu hidup, berarti limbah diolah dengan baik,” ujarnya.

“Saya juga menyarankan agar pihak PT IPCI mulai mempertimbangkan pemanfaatan recycle air hasil olahan limbah,” pungkasnya.

Kembali Aliaman Saragih menambahkan, pada prinsipnya masukan dari Dansektor 14 akan didokumentasikan, “Dansektor 14 beserta jajaran setiap saat boleh melakukan sidak ke PT IPCI, dan kita akan mendengarkan saran dari Dansektor 14, tidak menutup kemungkinan kita menerima input-input yang lain untuk perbaikan,” tandasnya. (Cuy)

Posting Komentar

0 Komentar