Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Link Banner

Iis Turniasih : PEN Mendorong Percepatan Pembangunan Infrastruktur

Hj.Iis Turniasih Anggota Komisi IV DPRD Jabar (foto;istimewah) 
BANDUNG, Faktabandungraya.com,--- Seiring dengan telah diterimanya persetujuan pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) daerah dari PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI) (Persero) sebesar Rp.1,812 triliun oleh Pemerintah Provinsi Jabar, Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat Hj.Iis Turniasih dari FraksiPDI Perjuangan minta agar digunakan untuk fokus membiayai pembangunan infrastruktur.

Ada tujuh jenis pembangunan infrastruktur Jawa Barat menjadi suatu kebutuhan bagi daerah penyangga ibu kota negara seperti Jawa Barat. Karena insfrastruktur dapat mempermudah dan meningkatkan kegiatan ekonomi nasional.

Menurut Hj.Iis Turniasih, kemantapan infrastruktur  jalan tentunya sangat mendukung kelancaran program pemulihan ekonomi nasional di provisi Jawa Barat.

Untuk itu, Hj. Iis Turniasih mengharapkan agar Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di Provinsi Jawa Barat dapat terlaksana dengan baik agar mampu memberikan kontribusi positif terhadap pencapaian secara nasional

Seperti diketahui, program PEN yang digulirkan pemerintah pusat lewat Pinjaman PEN Daerah dari PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI kepada Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat. Dimana, dana pinjaman PEN ini hanya digunakan untuk pembangunan infrastruktur fisik yakni tujuh jenis kegiatan infrastruktur yang memiliki daya dorong ekonomi, ujar Iis kepada media, Jum'at (11/12-2020)

Sebagai provinsi penyangga ibu kota, sudah sewajarnya pertumbuhan ekonomi provinsi Jawa Barat menjadi baik dan lebih maju. Selain itu, dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia, membuat pertumbuhan ekonomi Jawa Barat menjadi sangat penting bagi proses pertumbuhan di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Politisi perempuan PDIP Jabar ini menambahkan, pertumbuhan ekonomi ini bisa terjadi kalau didukung dengan fasilitas dan sarana penunjangnya seperti bandara dan pelabuhan, yang membuat transportasi untuk pengiriman barang, logistik serta pengiriman hasil hasil produksi dari semua hasil industri yang ada di Jawa Barat ini bisa tersampaikan dengan baik ke tujuannya.

“Tanpa adanya jalan tol yang menghubungkan bandara atau pelabuhan ke sentra sentra industri yang ada di Jawa Barat ini maka tidak mungkin hal itu (pertumbuhan ekonomi) akan terjadi dengan baik. Kalau melihat situasi yang ada disini, sejauh ini kami optimis, namun kami juga ingin percepatan yang terjadi bisa lebih dari yang seharusnya,”ujarnya.

Sementara itu, terkait progress pembangunan Jalan Tol Cisumdawu, Hj. Iis berharap, jalan tol Cisumdawu sudah dapat dioperasionalkan pada akhir tahun 2021.

perkembangan pembangunan Tol CIsumdawu ( foto :istimewah)

“Kami berharap prosesnya dapat lebih cepat. Bahkan bila dimungkinkan, pada pertengahan tahun depan (sudah bisa digunakan). Dengan begitu proses pertumbuhan ekonomi Indonesia akan bisa lebih cepat juga,” ujar anggota Komisi IV DPRD Jabar ini.

Iis menegaskan, Provinsi Jawa Barat sebagai salah satu provinsi dengan sentra industri dan sentra pertanian yang sangat penting, mengimbau agar pemerintah daerah mengoptimalkan belanja pemerintah daerah sehingga menjaga momentum pertumbuhan ekonomi daerah bahkan nasional.

Ia meminta melalui pinjaman PEN daerah ini harus menjadi instrumen tambahan bagi pemda untuk menggenjot konsumsinya.

Dalam rangka pemulihan ekonomi daerah dengan adanya akselerasi belanja melalui PEN ini, tentu menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi daerah untuk kembali bangkit, tandasnya. (adikarya/husein).