Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Link Banner

Kembangkan Agrobisnis di Lapas, Kemenkumham Jabar Minta dukungan Kementerian Pertanian


JAKARTA, Faktabandungraya.com ,--- Sebagai wujud kepedulian dan bukti keseriusan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkum-HAM) Jawa Barat dalam membina Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui program Lapas Agrobisnis.

Kepala Kanwil Kemkum-HAM  Imam Suyudi didampingi Kepala Divisi Administrasi Ngadiono Basuki, Kepala Divisi Pemasyarakatan Syafar Pudji Rochmadi, Kepala Divisi Keimigrasian Heru Tjondro dan Tenaga Ahli Pembina Narapidana bidang Agrobisnis dan Usaha Sri Wahyuni bertandang ke Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian yang beralamat di Jl. Harsono RM No.3, RT.5/RW.7, Ragunan, Kec. Ps. Minggu, Selasa (02/02/2021).

Pada kesempatan kali ini, Imam Suyudi menjelaskan maksud kedatangan dan menyerahkan proposal pengembangan budidaya sapi potong di lapas Jawa Barat kepada Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Nasrullah. Program Agrobisnis ini direncanakan akan diterapkan di tiga (3) Lapas yaitu Lapas Kelas IIA Cibinong, Lapas Kelas IIA Kuningan dan Lapas Kelas IIB Warungkiara.

Kemudian Nasrullah menanggapi, "Saya sangat mendukung atas program ini. 3 hal yang akan saya sampaikan. Pertama, melalui aspek regulasi, yang berlaku hari ini, bantuan pemerintah untuk kelompok masyarakat dan pemerintah daerah. Mari kita selidiki dahulu payung hukumnya. Kita berkoordinasi dengan dinas setempat.

 Kedua, Identifikasi potensi-potensi yang ada di lapas maupun rutan. Ketiga, mari kita buat suatu perencanaan dari hulu ke hilir, pembagian tugas yang terstruktur sampai kepada kejelasan premi yang didapatkan bagi WBP. Ini bisa jadi pilot projek bagi LP/rutan secara nasional. Potensi lahan dan SDM sudah ada, tinggal tingkatkan kualitas dan kapasitasnya. 

"Kita bisa terapkan teknologi pakan. Semuanya kita harus pikirkan dengan baik agar pilot projek dapat berkinerja dan berbuah maksimal. Tidak usah di banyak tempat namun lebih baik sedikit tetapi maksimal hasilnya." tanggapnya.

Setelah itu, Nasrullah pun memberikan contoh produk tepung telur yang berpotensi besar memiliki banyak peminat di pasaran seperti perusahaan pembuat roti, telur goreng, telur dadar. Nasrullah pun menambahkan, "Dari contoh ini bisa dijadikan inovasi bagi lapas/rutan. Kementan akan memberikan bantuan identifikasi dan verifikasi potensi Agrobisnis Lapas maupun Rutan bagi Kemenkumham." Tandasnya. (rls/sein).


Selanjutnya, Imam Suyudi pun berkata, "Saya mengucapkan terima kasih dan sangat menyetujui masukan bapak. Akan kami susun dan matangkan perencanaan dari hulu ke hilir, untuk lahan dan pekerja kami sudah tersedia. Kami akan fokuskan di 1 ataupun 2 tempat dan mengidentifikasi potensi di daerah itu." pungkasnya.


Melalui proses kerjasama ini diharapkan dapat mengedukasi sekaligus membekali WBP dengan keterampilan berwirausaha khususnya berternak selepas bebas masa tahanan nanti.

Posting Komentar

0 Komentar