Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Link Banner

Komisi II DPRD Jabar Tinjau Lahan Milik Pemprov di Wanaraja Untuk 5.000 Petani Milenial

Romobongan Komisi II DPRD Jabar saat meninjau lahan untuk 5.000 petani milenial dikawasan
percontohan Smart Green House, Wanaraja Kab Garut. (foto:istimewa)
GARUT, Faktabandungraya.com,--- Komisi II DPRD Jawa Barat yang membidangai perekonomian, meninjau langsung ke lahan milik Pemprov Jabar di kecamatan Wanaraja Kabupetan Garut yang akan ditempati dan dikelola oleh 5.000 petani milenial.

Kini lahan milik Pemerintah provinsi sedang di kelola oleh BUMD Jabar yaitu PT.Agro Jabar, rencananya akan diserahkan pengelaloannya kepada  5.000 petani milenial, dengan masing-masing diberikan lahan seluas 2.000 meter.  Selain diberi lahan, petani milenial juga akan diberikan modal oleh Bank BJB serta diberikan bimbingan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. Hasil pertaniannya/ produknya dibeli oleh PT.Agro Jabar.

Untuk mengetahui sejauh mana kesiapan dilapangan sebelum diluncurkannya program 5.000 petani milenial, Komisi II DPRD Jabar, meninjau langsung ke lahan milik Pemprov Jabar di kecamatan Wanaraja Kabupaten Garut.

Anggota Komisi II Yuningsih mengatakan, kita ingin program 5.000 petani milenial dapat meningkatkan hasil produksi pertanian sebagai upaya  memenuhi ketahanan pangan Jabar dan Nasional. 

Untuk itu, sebelum petani milenial ini diterjunkan ke lapangan, tentunya kita ingin tahu sejauh mana kesiapan dan persiapan dilapangan.  Jangan sampai pada saat mereka di kirim ke lokasi lahan yang akan dikelola, kebingungan.

“ Kita di Komisi II DPRD Jabar, siap mendorong pemerintah provinsi Jabar untuk dapat meningkatkan hasil produksi pertanian dan mengoptimalkan lahan yang dimiliki dengan mengusung para petani milenial”, ujarnya Yuningsih di Kawasan Pertanian Percontohan Smart Green House, Wanaraja, Kabupaten Garut, Kamis (4/2/2021).

Dengan menurunkan 5.000 petani milenial, tentunya diharapkan dapat lahan yang dikelola BUMD Jawa Barat yakni, PT Agro Jabar harus mampu menghasilkan produk pertanian yang berdaya saing dan unggul. Sebab, tantangan berat yang dihadapi PT Agro Jabar salah satunya ialah daya saing produk pertanian dan teknologi yang diterapkan.

Komisi II meninjau persemaian bibit di dikawasan percontohan Smart Green House,
Wanaraja Kab Garut. (foto:istimewa)

“Orientasi utamanya memang bukan provit atau keuntungan, tetapi juga masyarakat harus dapat merasakannya langsung,” harapnya.

Yuningsih menambahkan, pengelolaan lahan untuk petani milenial tersebut harus memiliki verifikasi yang jelas. Bahkan untuk menyaring masyarakat yang ingin mendaftarkan petani milenial sudah cukup sulit. Sebab, dari laporan jajaran direksi PT Agro Jabar dari 6000 pendaftar, 200 diantaranya tidak memenuhi syarat untuk menjadi petani milenial. Selain itu, petani milenial juga didorong agar mampu bersaing dengan hasil dari produk luar.

“Terlebih harus ada pendampingan anggaran dari pemerintah daerah, dan tentunya kami harus mengawal agar bisa berjalan dengan baik,” katanya.

Dia mengharapkan, tidak seperti BUMD sebelumnya yakni Perusahaan Daerah Agribisnis dan Pertambangan (PDAP), dari segi hasil PT Agro Jabar dapat menguntungkan dan mengangkat pendapatan Jawa Barat. Meskipun hingga saat ini baru dua tahun terakhir dapat dirasakan hasilnya. Terutama, dengan adanya petani milenial tersebut dapat dikelola lebih baik lagi untuk memaksimalkan kalangan muda yang akan menggeluti bidang pertanian.

“Saya berharap terus ada peningkatan, apalagi didukung oleh kreativitas dari petani milenial ini,” tandasnya. (adv/sein).