Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Link Banner

Herry Dermawan : Tingkat Kunjungan Wisata Ke Pangandaran Mulai Meningkat, Tetap Disiplin Prokes 3M

Ir.H.Herry Derwawan anggota Komisi II DPRD Jabar dari Fraksi PAN (foto:istimewa)
PANGANDARAN, Faktabandungraya.com,--- Sejak berjangkitnya Virus Corona (Covid-19) Maret 2020 sektor kepariwisataan mengalami dampak yang luar biasa,  semua pelaku wisata hingga bisnis hotel mengalami okupansi ( tingkat hunian) terjun bebas dan pendapatan pun turun drastis. Hal ini juga dialami sektor pariwisata Pangandaran.

Menurut anggota Komisi II DPRD Jabar Ir. H. Herry Dermawan, sejak pandemi covid-19 setahun yang lalu seluruh sektor perekonomian mengalami guncangan yang luar biasa, tidak terkuali juga dialami oleh pelaku usaha kepariwisataan.

Kabupaten Pangandaran mayoritas Pendapatan Asli Daerahnya (PAD) disumbang dari sektor pariwisata, mengalami penurunan yang cukup drastis, dimana okupansi hotel terjun bebas. Bahkan kalau dirata-ratakan mengalami okupansi berkisar 50 persen.

“Cukup besarnya penuruan hunian hotel berlangsung hingga akhir tahun 2020 lalu, hal ini tentunya sangat merepotkan bagi pelaku bisnis hotel di Pangandaran”, kata Herry Dermawan saat diminta tanggapan terkait dampak pandemi covid-19 terhadap okupansi hunian hotel di Pangandaran.

Dikatakan, beberapa pengusaha perhotelan di Pangandaran, sebenarnya terus berupaya menarik wisatawan untuk dapat datang ke Pangandaran, baik melalui promo harga kamar dengan diskon cukup besar dan memberikan jaminan penerapan protokol kesehatan dangan pekat hingga fasilitas tambahan bagi wisatawan yang akan berwisata ke Pangandaran.

Namun, berhubung ada sejumlah larangan dari pemerintah untuk tidak melakukan  perjalan keluar kota terutama untuk berwisata, demi menghindari terpaparnya dan menyebarnya virus corona tentunya, maka masyarakat terpaksa menunda dan bahkan membatalkan untuk melakukan aktifitas wisata, ujar politisi PAN Jabar dari daerah pemilihan Kabupaten Kuningan, Ciamis, Pangandaran dan kota Banjar ini.

Pandemi covid-19 memang belum pasti kapan akan berakhirnya, namun, sejak awal tahun 2021 ini, tingkat okupansi hotel mulai mengalami peningkatan, walau belum ada satupun hotel dan penginapan di kawasan pantai Pangandaran terisi 100 persen karena memang masih dibatasi maksimal 80 persen dari jumlah kamar yang tersedia .

Lebih lanjut, Herry mengatakan, upaya meningkatkan tingkat kunjungan wisata ke Pangandaran tentunya tidak terlepas dari kebijakan pemerintah.  Pemerintah telah memolehkan beberapa kawasan objek wisata terbuka untuk umum tetapi tetap memberlakukan protokol kesehatan 3 M.

Bagi wisatawan yang akan berwisata ke Pangandaran, harus membawa bukti PCR, bukti sudah divaksinasi, dan bila mau ada kegiatan keramaian harus ada izin kemaraian dari satgas penanganan covid-19.

Kini kawasan pantai Pangandaran sudah semakin cantik dan indah, setelah ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan ditata sedemikian oleh Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten Pangandaran, tentunya menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat yang akan berwisata ke pantai Pangandaran.

“ Ya, kini memang pantai Pangadaran sudah semakin cantik, indah dan nyaman bagi wisatawan, hal ini tentunya menambah daya tarik tersendiri bagi calon wisatawan baik regional. Nasional maupun manca negara untuk dapat berlibur dan berwisata ke pantai Pangandaran. Namun, karena masih Pandemi Covid-19, tentunya sejumlah aturan Prokes 3 M tetap harus dipatuhi oleh siapaun”, ujar Herry Dermawan.

 Ingat, Pandemi covid-19 belum berakhir, tetap patuhi dan disiplin dalam protokol kesehatan, tetap memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, pesannya. (adikarya/husein).

 

Posting Komentar

0 Komentar