Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Link Banner

Pantau Posko Penyekatan, Hasbullah Minta Warga Tidak Mudik Lebaran

H.M.Hasbullah Rahmat, S.Pd,M.Hum anggota DPRD Jabar (foto:husein)
DEPOK, Faktabandungraya.com,--- Kebijakan Pemerintah dengan melarang mudik Lebaran dan pengetatan perjalanan bertujuan untuk mengantisipasi penyebaran covid-19 yang dibawa oleh para pemudik ke kampung halaman. Sehingga, dikhawatirkan keluarga dan masyarakat dikampung terkena covid-19 yang dibawa oleh pemudik.

Larangan mudik tersebut mulai diberlakukan dari tanggal 6 - 17 Mei 2021 dan juga ada pengetatan perjalanan yang berlaku mulai 22 April-5 Mei dan 18-24 Mei 2021.

Untuk mengetahui sejauh mana kondisi dilapangan, baik dari petugas lapangan maupun kepatuhan masyarakat terhadap larangan mudik, seluruh anggota  DPRD Jabar diwajibkan turun langsung kepalangan di daerah pemilihan masing-masing. Hal ini juga dilakukan oleh H. Hasbullah Rahmat, S.Pd, M.Hum dari Fraksi PAN DPRD Jabar.

Menurut Hasbullah, dirinya bersama seluruh anggota DPRD Jabar berkewajiban untuk mengecek kesiapan di beberapa posko penyekatan larangan mudik. Hal ini sebagai upaya kita dan pemerintah dalam mengantisipasi arus mudik lebaran ditengah pandemic covid-19.

“Hari ini saya dan rombongan anggota DPRD Jabar dari Dapil Kota Depok didampingi petugas dari Kepolisian, TNI, Dishub, Satpol PP dan instansi terkait, meninjau dan mengecek kondisi pos penyekatan mudik di jalan Raya Bogor SPBU Cilangkap, kota Depok”, kata Hasbullah kepada wartawan disela peninjuannyanya, Jum’at (7/5-2021).

Dikatakan, tadi kita bincang-bincang dengan para petugas di posko penyekatan mudik, mereka (para petugas-red) sudah siap dalam menjalankan tugas, semua kendaraan yang dipradiksi akan melakukan perjalanan mudik langsung diarahkan ke jalur pemeriksaan.

Kendaraan dan penumpangnya, ditanyai , mau kemana, apakah bawa surat bebas covid-19; Surat hasil repid test antigen/ PCR;  surat keperluan ijin keluar daerah (SKID), hingga surat-surat kelengkapan kendaraan. Jika ditidak lengkap, maka petugas akan meminta untuk putar balik.

Tadi juga kita melihat ketagasan petugas, terhadap masyarakat yang ngeyel tidak mau putar balik, tetapi setelah diberikan penjelasan, akhirnya mau mutar balik.

“Ketegasan petugas di posko penyekatan larangan mudik, patut diapresiasi, hal ini demi mengantisipasi penyebaran covid-19, jangan sampai penyebaran covid-19 semakin meningkat”, kata Hasbullah.   

Adapun terkait keberadaan posko penyekatan mudik lebaran, Hasbullah menilai, sejauh ini cukup efektif dalam menekan laju orang untuk mudik lebaran ke kampung halaman ditengah kondisi pandemi covid-19 ini.

Dalam kesempatan tersebut, Hasbullah menghimbau masyarakat untuk menahan diri dan tidak memaksakan untuk mudik lebaran.

“Kita semua sayang keluarga, untuk itu, berhubung lebaran sekarang masih pandemi covid-19, maka kita lebaran dirumah saja”, himbaunya.

Tidak mudik bukan berarti kita tidak dapat bersilaturhmi, kita tetap dapat bersilaturahmi dengan kelaurga dikampung halaman dengan memanfaatkan teknologi Handphone (HP). Kita dapat  saling memohon maaf lahir bathin melalui program Vidio Call (VC) atau WhatsApp (WA).

Dengan kita tidak mudik berarti kita turut menekan tingkat penyebaran covid-19 dan memutus mata rantaninya covid-19, tandasnya. (adikarya/husein).