Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Link Banner

Sugianto : Pajak Sembako Sama Dengan Neoriberalisme, Bikin Resah Masyarakat Kecil

H.Sugianto Nangolah, SH,M.Hum (Wakil Ketua Komisi III DPRD Jabar dari Fraksi Partai Demokrat )
 (Foto:husein)
BANDUNG, Faktabandungraya.com,--- Wakil Ketua Komisi III DPRD Jawa Barat H. Sugianto Nangolah, SH, M.Hum  secara tegas menolak rencana Pemerintah Pusat yang digagas oleh  Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk  menerapkan pajak  pertambahan nilai (PPN) untuk Sembako.  

Bila pajak sembako di terapkan akan banyak terjadi penggelapan pajak karena tidak mudah memungut pajak sembako dan masyarakat akan resah dan gelisa terjadi di indobesia, apalagi kini masih dalam kondisi pandemic covid-19.  

 Penerapan PPN Sembako walau hanya sebesar 1 persen  tentunya akan merugikan para pegadang dan juga menambah penderitaan masyarakat. Ini sama saja dengan Neoriberalisme. Untuk itu, sebelum PPN Sambako ini diterapkan, maka kami selaku Pimpinan Komisi III DPRD Jabar yang juga Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat  secara tegas menolak rencana penerapan Pajak Sembako, ujar Sugianto Nangolah kepada faktabandungraya.com saat dihubungi melalui pesan singkatnya (WhatsApp), Minggu (13/6-2021).

Dikatakan, kita semua paham, bahwa sejak terjadinya pandemic covid-19, seluruh sector kehidupan mengalami guncangan yang luar biasa, terutama sector perekonomian.  Sehingga, target pendapatan Negara/ daerah dari pajak tidak ada yang tercapai. Namun, jangan pula mencari solusi dengan merencanakan penerapan pajak dari Sembako.

Selama pandemic covid-19, seluruh pedagang sembako mengalami penurunan pendapatan, karena memang daya beli masyakarat sedang menurun.  Jadi penerapan pajak Sembako bukan solusi terbaik untuk menambah pendapatan Negara.  Karena rakyatlah yang menjadi korban.

“Rakyat sudah cukup bersabar dalam menghadapi dan memenuhi kebutuhan hidup ditengah terjangan pandemic covid-19, jadi hendaknya pemerintah jangan membikin resah dan gelisah dengan akan menerapan pajak sembako”, pinta politisi Demokrat Jabar ini.

Sekali lagi saya katakan, rencana penerapan pajak sembako bukan solusi terbaik, karena rakyat selalu dikorbankan. Seharusnya mereka yang berpenghasilan tinggi yang perlu kena PPN, tegas Sugianto.

Sebagai informasi, bahwa tariff 1 persen untuk bahan sembako kena pajak terdiri dari beras, gabah, daging, jagung, telur, kedelai, gula, sagu, garam, susu, buah-buahan, dan sayur-sayuran.(sein).