Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Emak-emak Mengeluh Harga Kepokmas Jelang Nataru Terus Naik, Herry : Harus Disiapkan OP

Rabu, 15 Desember 2021 | 14:58 WIB Last Updated 2021-12-15T07:58:44Z
Klik

Anggota Komisi II DPRD Jabar Herry Dermawan (foto:istimewa) 

BANDUNG, Faktabandungraya.com,-- Dua pekan  menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) harga  sejumlah kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) di sejumlah pasar tradisional maupun modern  mulai merangkak naik. Hal ini mulai dikeluhkan ada para emak-emak, diseluruh kabupaten di jabar.

Anggota Komisi II DPRD Jawa Barat, Herry Dermawan membenarkan bahwa dirinya sudah dapat informasi dari berbagai elemen masyarakat terutama emak-emak, terkait mulai naiknya beberapa harga kebutuhan pokok.  Hal ini tentunya tidak boleh dibiarkan, untuk itu, Komisi II akan meminta pemprov Jabar melalui Disperindag dan Bulog Jabar untuk melakukan pemantauan kesejumlah pasar.

Kalau memang harga Kepokmas terus merangkak naik, maka kita minta pemerintah untuk dapat melakukan operasi pasar. 

“Operasi Pasar sangat penting  dan harus dilakukan guna menstabilkan harga Kepokmas menjelang Natura”, kata Herry Dermawan dari Fraksi PAN ini.

Komisi II DPRD Jawa Barat akan mengundang pihak Disperindag Jabar untuk mengetahui sejauh mana tingkat kenaikan harga Kepokmas menjelang Nataru, jangan sampai kenaikan harga Kepokmas ini terus naik dan memberatkan masyarakat, ujarnya.

Sebagai informasi, bahwa kenaikan bahan Kepokmas yang sudah mengalami kenaikan harga diantara, Telor, Daging Ayam, Minyak Goreng, Cabai, Ikan Asin Bahkan, untuk minyak goreng kenaikan harga cukup tajam, baik minyak goreng curah maupun maupun minyak goreng kemasan.

Berdasarkan hasil pemantauan di beberapa pasar di kota Bandung, menurut para pedagang, kenaikan harga Cabai dan sayur-sayuran lebih disebabkan oleh kuranya pasukan stock dari para petani. Hal ini karena musim hujan,  sehingga banyak tanaman cabai dan sayuran hasilnya kutang maksimal.

Harga minyak goreng curah dan kemasan sudah sejak sebulan ini telah terjadi kenaikan harga. Harga semula yang hanya Rp 12 ribu kini naik drastis menjadi Rp 19 ribu per liternya.

Sementara itu ditempat terpisah, Wakil Wali kota Bandung Yana Mulyana, telah melakukan pemantauan di sejumlah pasar di kota Bandung.

Saat melakukan sidak ke Pasar Astana Anyar, Yana Mulyana didampingi  Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bandung, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung, dan Satgas Pangan Kota Bandung, serta  Polrestabes Bandung

Selain melakukan dialog dengan para pedagang, dalam sidak tersebut Wakil Walikota Bandung menyaksikan pengujian sejumlah bahan pangan seperti daging sapi, daging ayam, sayuran, dan ikan layak konsumsi.

Pengujian Pekokmas dilakukan untuk memastikan apa yang dibeli masyarakat Bandung di pasar-pasar tradisional layak, aman, nyaman dan halal untuk dikonsumsi.

"Kita ingin memberikan yang terbaik bagi masyarakat yang mengkonsumsinya, karenanya kita ingin lihat kepokmas yang di jual di pasar-pasar," ucapnya.

Sejauh ini berdasarkan hasil pemantauan, Yana mengatakan kenaikan harga Pekokmas masaih dibawah batas kewajaran termasuk kecukupan ketersediaan bahan pangan yang ada.

"Kalau harga pangan sudah diambang tidak wajar maka akan ada operasi pasar yang penting rutin cek harga, sehingga tidak ada yang dirugikan" tandasnya. (adikarya/husein).

 

 

 

 

 

 

×
Berita Terbaru Update