Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Daddy Rohanady Minta Pemerintah Review Perencanaan Tol Dalam Kota Bandung

Selasa, 05 Maret 2024 | 12:45 WIB Last Updated 2024-03-05T05:45:40Z
Klik
Anggota Komisi IV DPRD Jabar Drs.H. Daddy Rohanady 


BANDUNG, Faktabandungraya.com,--  Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat Drs.H. Daddy Rohanady meminta pemerintah pusat dan provinsi Jabar dan Daerah untuk melakukan kajian ulang terkait rencana untuk merealisasikan pembangunan Bandung Intra Urban Tol Road (BIUTR) atau tol dalam kota.

Perencanaan pembangunan Tol Dalam Kota Bandung atau BIUTR sudah direncanakan selama 17 tahun lalu, Namun, persoalan klasik lagi-lagi terjadi yaitu soal pembebasan lahan.  Maka untuk itu, bila memang pemerintah benar-benar ingin merealisasikan program tol dalam kota (BIUTR) tersebut, harus benar-benar dilakukan kajian ulang secara mendalam, ujar Daddy Rohanady dari Fraksi Gerindra ini kepada media digedung DPRD Jabar, baru-baru ini.

Dikatakan, Komisi IV DPRD Jabar akan sangat mendukung pembangunan infrastruktur lalu lintas dalam mengurangi kemacetan lalu lintas, terutama di Kota Bandung.

Namun, lahi lagi hal klasik yang menjadi kendala yaitu terkait pembebasan lahan yag tidak mudah dan tidak murah, sehingga program tol dalam kota (BIUTR) yang sudah lama masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJMD) Jabar, mengalami kesulitan dalam mengeksekusinya.    

Lebih lanjut anggota Legislatif Jabar dari Dapil Jabar XII ini mengatakan, Pembangunan tol dalam kota (BIUTR) membutuhkan dana cukup besar, baik untuk pembebasan lahan hingga pembangunan fisiknya.  Untuk itu, tidak bisa dikerjakan hanya didani dari APBD Jabar dan Daerah. Jadi, lagi-lagi dibutuhkan kesabaran dan biaya besar. Ujarnya.

Untuk itu, sekali lagi saya katakan, bahwa Komisi IV mendukung pembangunan tol dalam kota, tetapi harus terlebih dahulu dilakukan penghitungan secara matang dan realistis, terutama terkait pembebasan lahan, FS ( Feasibility study), juga harus matang.

Selain itu juga, kira-kira  daerah yang krodit atau daerah rawan macet atau sering macet, dan juga harus dipirkan solusinya selama pembangunan berlangsung, tandasnya. (Adv/sein).

 

×
Berita Terbaru Update