![]() |
| Anggota DPRD Jabar, Hj. Sri Rahayu Agustina, SH reses di Batujaya Karawang (foto:doc.ist) |
KARAWANG, Faktabandungraya.com,---
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Golkar, Hj. Sri Rahayu, SH,
menggelar dialog terbuka bersama warga Desa Batujaya, Kecamatan Batujaya,
Kabupaten Karawang, Kamis (27/11/2025). Kegiatan yang berlangsung di Dusun
Karajan RT 02/RW 01 ini merupakan bagian dari Reses I Tahun 2025–2026, untuk
menyerap aspirasi dan keluhan masyarakat secara langsung.
Sri Rahayu menjelaskan bahwa reses
adalah kewajiban setiap anggota DPRD Jabar untuk turun ke masyarakat dan
membawa aspirasi tersebut kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui dinas
atau OPD terkait.
“Semua masukan dan keluhan yang
disampaikan hari ini akan kami bawa dan perjuangkan agar dapat direalisasikan,”
ujar Sri Rahayu, legislator dari Dapil Karawang–Purwakarta.
Dalam dialog tersebut, Sri Rahayu juga
menghadirkan perwakilan dari Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD)
Kabupaten Karawang untuk memberikan penjelasan langsung terkait persoalan aset
yang banyak dikeluhkan warga.
Tiga Persoalan Utama yang Diangkat
Warga Batujaya
1. Sengketa Status Tanah yang Sudah Menjadi Jalan Umum
![]() |
| Sri Rahayu saat reses di Batujaya-Kab Karawang (foto:fj) |
Sri Rahayu menegaskan bahwa kehadiran
BPKAD dalam dialog ini bertujuan agar warga mendapatkan gambaran pasti mengenai
mekanisme penyerahan atau pelepasan hak atas tanah yang diperlukan dalam proses
penetapan aset daerah.
2.
Progres Pengerjaan Jalan Kabupaten yang Terhambat
Warga juga menyoroti proyek pengecoran
jalan kabupaten di wilayah Batujaya yang dinilai tidak selesai tepat waktu.
Kondisi ini mengganggu mobilitas masyarakat serta aktivitas ekonomi di wilayah
tersebut. Sri Rahayu memastikan akan melakukan pemantauan lanjutan terkait
penyelesaian proyek tersebut.
3.
Ketimpangan Data Bantuan Sosial
Isu ketimpangan data bansos menjadi
perhatian serius dalam dialog tersebut. Banyak warga miskin yang tidak menerima
bantuan karena tercatat memiliki desil kesejahteraan tinggi dalam sistem,
sementara warga yang tergolong mampu justru terdata sebagai penerima.
Sri Rahayu menyoroti adanya
ketidaksesuaian data antara kondisi lapangan dan sistem pendataan pemerintah.
“Banyak warga Batujaya yang seharusnya
berhak menerima bantuan malah tidak terdata. Ini harus diperbaiki agar bantuan
benar-benar tepat sasaran,” tegasnya.
Ia berkomitmen meneruskan temuan ini
kepada Dinas Sosial dan Pemerintah Kabupaten Karawang untuk dilakukan evaluasi
serta pembaruan data secara berkala.
Persoalan
Pendidikan: Sekolah
Tiga Tahun Tanpa Upacara Bendera
Dalam dialog tersebut, seorang guru SD
mengungkapkan bahwa sekolahnya telah tiga tahun tidak menggelar upacara
bendera. Padahal, kegiatan tersebut menjadi sarana penting dalam pembentukan
karakter, disiplin, dan nasionalisme siswa.
Sri Rahayu langsung merespons temuan ini dan berencana menyampaikan laporan tersebut kepada Dinas Pendidikan Provinsi Jabar dan Kabupaten Karawang dengan dua rekomendasi utama:
![]() |
| Sri Rahayu foto berama warga Batujaya peserta reses |
Audit Fasilitas Sekolah untuk
mengetahui penyebab tidak dilaksanakannya upacara.
Intervensi Manajemen agar kegiatan
pembentukan karakter dapat kembali dijalankan.
Komitmen
Pengawalan Aspirasi
Kegiatan reses ini berlangsung dengan
antusiasme tinggi dari masyarakat. Sri Rahayu menegaskan bahwa setiap keluhan
dan aspirasi akan terus dikawal.
“Terima kasih kepada warga Batujaya yang
telah terbuka menyampaikan persoalannya. Semua masukan akan kami perjuangkan
hingga ada solusi konkret,” ujarnya.
Melalui reses ini, Sri Rahayu
menegaskan peran aktif DPRD Jabar dalam menjembatani kebutuhan rakyat dengan
kebijakan pemerintah daerah, demi terwujudnya pembangunan yang tuntas dan
keadilan sosial yang merata di wilayah Karawang. (fj/red)


