Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Warga Batujaya Sampaikan Tiga Persoalan Krusial kepada Hj. Sri Rahayu dalam Agenda Reses DPRD Jabar

Jumat, 28 November 2025 | 09:44 WIB Last Updated 2025-11-28T02:56:30Z
Klik
Anggota DPRD Jabar, Hj. Sri Rahayu Agustina, SH reses di Batujaya Karawang (foto:doc.ist)


KARAWANG, Faktabandungraya.com,--- Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Golkar, Hj. Sri Rahayu, SH, menggelar dialog terbuka bersama warga Desa Batujaya, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, Kamis (27/11/2025). Kegiatan yang berlangsung di Dusun Karajan RT 02/RW 01 ini merupakan bagian dari Reses I Tahun 2025–2026, untuk menyerap aspirasi dan keluhan masyarakat secara langsung.

Sri Rahayu menjelaskan bahwa reses adalah kewajiban setiap anggota DPRD Jabar untuk turun ke masyarakat dan membawa aspirasi tersebut kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui dinas atau OPD terkait.

“Semua masukan dan keluhan yang disampaikan hari ini akan kami bawa dan perjuangkan agar dapat direalisasikan,” ujar Sri Rahayu, legislator dari Dapil Karawang–Purwakarta.

Dalam dialog tersebut, Sri Rahayu juga menghadirkan perwakilan dari Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Karawang untuk memberikan penjelasan langsung terkait persoalan aset yang banyak dikeluhkan warga.

Tiga Persoalan Utama yang Diangkat Warga Batujaya

1. Sengketa Status Tanah yang Sudah Menjadi Jalan Umum

Sri Rahayu saat reses di Batujaya-Kab Karawang (foto:fj)


Perwakilan warga menyampaikan persoalan mengenai tanah milik warga yang sejak lama digunakan sebagai jalan umum, namun hingga kini belum memiliki penyelesaian hukum yang jelas. Ketidakpastian status tanah ini menghambat program pembangunan dan menimbulkan keraguan di tengah masyarakat.


Sri Rahayu menegaskan bahwa kehadiran BPKAD dalam dialog ini bertujuan agar warga mendapatkan gambaran pasti mengenai mekanisme penyerahan atau pelepasan hak atas tanah yang diperlukan dalam proses penetapan aset daerah.

2. Progres Pengerjaan Jalan Kabupaten yang Terhambat

Warga juga menyoroti proyek pengecoran jalan kabupaten di wilayah Batujaya yang dinilai tidak selesai tepat waktu. Kondisi ini mengganggu mobilitas masyarakat serta aktivitas ekonomi di wilayah tersebut. Sri Rahayu memastikan akan melakukan pemantauan lanjutan terkait penyelesaian proyek tersebut.

3. Ketimpangan Data Bantuan Sosial

Isu ketimpangan data bansos menjadi perhatian serius dalam dialog tersebut. Banyak warga miskin yang tidak menerima bantuan karena tercatat memiliki desil kesejahteraan tinggi dalam sistem, sementara warga yang tergolong mampu justru terdata sebagai penerima.

Sri Rahayu menyoroti adanya ketidaksesuaian data antara kondisi lapangan dan sistem pendataan pemerintah.

“Banyak warga Batujaya yang seharusnya berhak menerima bantuan malah tidak terdata. Ini harus diperbaiki agar bantuan benar-benar tepat sasaran,” tegasnya.

Ia berkomitmen meneruskan temuan ini kepada Dinas Sosial dan Pemerintah Kabupaten Karawang untuk dilakukan evaluasi serta pembaruan data secara berkala.

Persoalan Pendidikan: Sekolah Tiga Tahun Tanpa Upacara Bendera

Dalam dialog tersebut, seorang guru SD mengungkapkan bahwa sekolahnya telah tiga tahun tidak menggelar upacara bendera. Padahal, kegiatan tersebut menjadi sarana penting dalam pembentukan karakter, disiplin, dan nasionalisme siswa.

Sri Rahayu langsung merespons temuan ini dan berencana menyampaikan laporan tersebut kepada Dinas Pendidikan Provinsi Jabar dan Kabupaten Karawang dengan dua rekomendasi utama:

Sri Rahayu foto berama warga Batujaya peserta reses

 

Audit Fasilitas Sekolah untuk mengetahui penyebab tidak dilaksanakannya upacara.

Intervensi Manajemen agar kegiatan pembentukan karakter dapat kembali dijalankan.

Komitmen Pengawalan Aspirasi

Kegiatan reses ini berlangsung dengan antusiasme tinggi dari masyarakat. Sri Rahayu menegaskan bahwa setiap keluhan dan aspirasi akan terus dikawal.

“Terima kasih kepada warga Batujaya yang telah terbuka menyampaikan persoalannya. Semua masukan akan kami perjuangkan hingga ada solusi konkret,” ujarnya.

Melalui reses ini, Sri Rahayu menegaskan peran aktif DPRD Jabar dalam menjembatani kebutuhan rakyat dengan kebijakan pemerintah daerah, demi terwujudnya pembangunan yang tuntas dan keadilan sosial yang merata di wilayah Karawang. (fj/red)

 

×
Berita Terbaru Update