Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Komisi I DPRD Bandung Evaluasi Program 2025 dan Rencana Kerja 2026 Bersama Bapperida, Soroti Sampah dan Arah Pembangunan Kota

Sabtu, 17 Januari 2026 | 15:08 WIB Last Updated 2026-01-18T08:23:51Z
Klik
Komisi I saat raker evaluasi dgn Bapperinda Kota Bandung 



BANDUNG, Faktabandungraya,--- Komisi I DPRD Kota Bandung menggelar rapat pembahasan evaluasi program tahun 2025 sekaligus rencana kerja tahun 2026 bersama Badan Perencanaan, Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Bandung. Rapat berlangsung di Ruang Rapat Komisi I DPRD Kota Bandung, Kamis, 15 Januari 2026.

Rapat dipimpin Sekretaris Komisi I DPRD Kota Bandung, Susanto Triyogo Adiputro, S.ST., M.T., dan dihadiri anggota Komisi I, yakni Dudy Himawan, S.H., Mochammad Ulan Surlan, S.Tr.Akun., serta Ahmad Rahmat Purnama, A.Md. Kepala Bapperida Kota Bandung Anton Sunarwibowo beserta jajaran turut hadir dalam rapat tersebut.

Dalam pembahasannya, Susanto menekankan pentingnya kecepatan respons Pemerintah Kota Bandung dalam menyelesaikan persoalan masyarakat di era internet dan media sosial. Menurutnya, masyarakat kini mampu menilai secara langsung sejauh mana keseriusan pemerintah dalam menangani berbagai permasalahan.

“Masyarakat Kota Bandung sudah melek digital, sehingga setiap persoalan harus direspons dengan cepat. Karena itu, kami membahas RKPD, Musrenbang 2027, serta evaluasi perencanaan pembangunan 2025,” ujar Susanto.

Ia mengingatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Bandung untuk memperkuat sinergitas. Menurutnya, berbagai persoalan kota tidak dapat diselesaikan secara sektoral, termasuk persoalan sampah yang saat ini kembali mengancam terjadinya penumpukan di sejumlah wilayah.

“Banyak solusi yang bisa dilakukan untuk mereduksi persoalan sampah. Tinggal bagaimana political will kita untuk memulainya, dari hal yang paling kecil, yakni dari tingkat RW dan rumah tangga,” katanya.

Selain itu, Susanto juga menyoroti efektivitas program pelatihan yang digelar oleh OPD. Ia menilai, pelatihan saja tidak cukup tanpa adanya akses langsung ke jejaring usaha yang sudah berjalan.

“OPD bisa mengarahkan masyarakat untuk langsung bekerja sama dengan jaringan franchise, sehingga warga tidak lagi memikirkan promosi atau pasar,” ujarnya.

Susanto menjelaskan, belanja pemerintah memiliki peran strategis sebagai stimulus ekonomi dan multiplier effect untuk menekan kemiskinan dan pengangguran di Kota Bandung.

Sementara itu, Anggota Komisi I DPRD Kota Bandung, Dudy Himawan, menegaskan pentingnya fokus penyelesaian persoalan sampah agar Kota Bandung tidak kembali mengalami status darurat sampah.

“Dalam setiap kegiatan Siskamling Siaga Bencana, Wali Kota Bandung selalu mengingatkan soal ini. Kami berharap Bapperida dan OPD terkait serius mengupayakan agar darurat sampah tidak terulang,” ujarnya.

Dudy menyebutkan, berdasarkan berbagai survei dari tahun ke tahun, persoalan utama Kota Bandung masih berkutat pada kemacetan dan sampah. Ia juga meminta perhatian pemerintah terhadap perbaikan infrastruktur jalan lingkungan di bawah dua meter yang berada di gang permukiman warga.

Selain itu, Dudy berharap perencanaan pembangunan Kota Bandung mampu menangkap momentum penguatan kembali Bandara Husein Sastranegara seiring wacana pembukaan kembali penerbangan internasional.

Anggota Komisi I lainnya, Mochammad Ulan Surlan, menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Bandung harus segera membenahi infrastruktur pendukung jika fungsi Bandara Husein Sastranegara kembali ditingkatkan.

“Kota Bandung harus memberikan kenyamanan bagi pengunjung dari luar daerah. Diperlukan inovasi dan terobosan agar kota ini tetap menarik,” katanya.

Ulan juga menyoroti isu kerentanan kemiskinan, efektivitas bantuan sosial, serta pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan berpihak kepada masyarakat.

Sementara itu, Anggota Komisi I Ahmad Rahmat Purnama menekankan pentingnya mendorong inisiatif warga dalam pengelolaan sampah berbasis wilayah. Ia membagikan pengalamannya mengembangkan bank sampah di lingkungan tempat tinggalnya yang kini mulai kembali berkembang.

“Kami ingin berkontribusi nyata agar persoalan sampah yang sudah lama ini bisa benar-benar diselesaikan,” ujarnya.

Ahmad Rahmat juga menyoroti persoalan pengangguran dan perlunya terobosan untuk menyalurkan potensi dan talenta warga Kota Bandung ke lapangan pekerjaan yang tersedia.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Kepala Bapperida Kota Bandung Anton Sunarwibowo menjelaskan bahwa seluruh program pembangunan ke depan akan diselaraskan dengan agenda pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Misi Bandung Utama harus selaras dengan Asta Cita pemerintah pusat dan Jabar Istimewa. Ini menjadi amanat yang harus dijalankan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tema pembangunan 2027 diarahkan pada penguatan infrastruktur, sosial, dan ekonomi berbasis kewilayahan, termasuk pengembangan koridor wisata kota yang inklusif dan berdaya saing. Program tersebut akan diperkuat dengan konsep dwibandara melalui Bandara Husein Sastranegara dan Bandara Kertajati.

“Kami juga mengajukan kolaborasi dengan PT DI untuk mendorong Bandung sebagai Kota Dirgantara. Mudah-mudahan penerbangan internasional bisa kembali dibuka sehingga mobilitas meningkat,” katanya.

Khusus penanganan sampah, Anton memastikan Pemerintah Kota Bandung terus melakukan berbagai upaya, salah satunya percepatan pembangunan 20 unit insinerator baru untuk melengkapi 15 unit yang telah beroperasi di Kota Bandung.

×
Berita Terbaru Update