![]() |
| Wakil ketua DPRD Jabar bersama Komisi IV meninjau Fasiltas BRT di Jatinangor-Sumedang |
Anggota Komisi IV DPRD Jabar,
Prasetyawati, menilai layanan BRT Bandung Raya menunjukkan perkembangan yang
cukup positif. Tingkat keterisian penumpang dinilai tinggi dan menandakan
meningkatnya minat masyarakat terhadap transportasi publik.
Meski demikian, hasil peninjauan
lapangan masih menemukan sejumlah kendala, terutama minimnya fasilitas
pendukung seperti halte atau tempat singgah yang layak di beberapa titik
pemberhentian.
“Selain jalur dan armada yang sudah cukup baik, fasilitas pendukung menjadi faktor penting agar masyarakat merasa nyaman dan terlayani dengan layak saat menggunakan transportasi umum,” ujar Prasetyawati, Selasa (27/1/2026).

Komisi IV berbicara dgn pengelola BRT di Jatinangor Sumedang
Ia menjelaskan, keberadaan halte,
meskipun bersifat non-permanen, sangat dibutuhkan untuk melindungi penumpang
dari cuaca panas maupun hujan. Selain itu, fasilitas tersebut juga memberikan
ruang yang aman dan tertib bagi pengemudi saat menaikkan maupun menurunkan
penumpang.
“Jika fasilitas sederhana seperti
halte kecil dan toilet portable tersedia, tentu pengalaman pengguna akan jauh
lebih baik. Hal ini akan meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk beralih ke
transportasi umum,” tambahnya.
Program BRT Bandung Raya sendiri
merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam membangun sistem
transportasi publik yang terintegrasi, efisien, dan berkelanjutan. Dengan
rencana pengembangan trayek hingga tahun 2027, BRT diharapkan mampu menjadi
tulang punggung mobilitas masyarakat sekaligus mengurangi tingkat kemacetan di
kawasan Bandung Raya.
“Harapannya, pada 2027 seluruh jalur
dan fasilitas pendukung sudah terbangun dengan baik sehingga BRT benar-benar
menjadi solusi transportasi yang nyaman dan efektif bagi masyarakat,” pungkas
Prasetyawati. (*/red).
