Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Pemkot Bandung Tata Street Food Cikuray, Omzet Pedagang Terdongkrak hingga 70 Persen

Selasa, 27 Januari 2026 | 23:24 WIB Last Updated 2026-01-27T16:24:38Z
Klik
Salah satu menu kuliner di kawasan Street Food Cikuray di jalan Cikuray kota Bandung



BANDUNG, Faktabandungraya,--- Penataan kawasan Street Food Cikuray di Jalan Cikuray, Kota Bandung, membawa warna baru bagi geliat wisata kuliner kota kembang. Sejak resmi dibuka dan ditata oleh Pemerintah Kota Bandung, kawasan ini menjelma menjadi magnet baru bagi pencinta kuliner, sekaligus memberikan dampak ekonomi nyata bagi para pedagang.

Street Food Cikuray yang diresmikan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, pada Jumat, 12 Desember 2025, kini semakin ramai dikunjungi warga. Kawasan ini menaungi 21 tenant dengan beragam pilihan menu, mulai dari jajanan ringan hingga hidangan berat, yang siap memanjakan lidah pengunjung.


Deretan kuliner yang tersedia antara lain aneka stik, sate, ayam kukus, dimsum, bebek goreng, kopi, mie tek-tek, iga bakar, seafood, sop buah, hingga tongseng. Penataan yang rapi, bersih, serta fasilitas yang lengkap membuat pengunjung betah berlama-lama menikmati suasana.


Salah satu pedagang, Faisal dari tenant Steak Satay, mengaku merasakan lonjakan omzet yang signifikan setelah kawasan tersebut ditata.


“Omzet kami naik sekitar 70 persen. Sekarang jauh lebih ramai dan fasilitasnya juga lengkap,” ujar Faisal.


Steak Satay menawarkan beragam menu seperti sate maranggi, steak, sate taichan, hingga nasi goreng kebuli, dengan harga terjangkau mulai dari Rp20.000 hingga Rp99.000 per paket.


Kenyamanan kawasan juga dirasakan Inal, pemilik tenant Ayam Kukus Tjikoeray. Meski baru berjualan sekitar satu bulan, respons masyarakat dinilainya sangat positif.


“Menurut saya ini street food yang paling nyaman. Parkirnya tertata, tidak ada getok harga, tidak bising, dan minim pengamen. Pengunjung bisa makan dengan tenang,” kata Inal saat ditemui, Jumat (23/1/2026).


Ia menuturkan, penjualan ayam kukusnya pada hari kerja mencapai sekitar 40 porsi per hari dan hampir dua kali lipat saat akhir pekan. Menu andalan ayam kukus pejantan dibanderol Rp22.000 per porsi, dilengkapi pilihan lauk pendamping seperti paru crispy, perkedel, dan tahu sutra.


Peningkatan omzet juga dirasakan Isak, pegawai tenant Yuk Dimsum, yang telah berjualan sejak sebelum penataan kawasan. Ia menyebut kondisi Street Food Cikuray kini jauh lebih tertata, bersih, dan aman.


“Sekarang lebih nyaman dan lebih enak dilihat. Omzet naik sekitar 20 persen dibanding sebelum penataan,” ujarnya.


Penjualan dimsum di tenant tersebut kini bisa menembus lebih dari 100 porsi per hari, dengan harga mulai dari Rp16.000.


Salah seorang pedagang kuliner di Street Food Cikuray kota Bandung


Hal serupa disampaikan Aliya, pegawai tenant Enperani Pizza. Menurutnya, jumlah pengunjung terus meningkat setelah penataan kawasan. Pada hari kerja, penjualan pizza bisa mencapai lebih dari 100 loyang, dan meningkat hingga sekitar 200 loyang saat akhir pekan.


“Alhamdulillah sekarang semakin ramai dan semakin rapi. Pengunjung juga jauh lebih banyak,” tuturnya.


Selain penataan fisik, lokasi Street Food Cikuray yang berdekatan dengan Museum Kavaleri dinilai strategis karena berada di kawasan wisata edukasi. Kehadiran pengunjung museum turut mendorong meningkatnya kunjungan ke kawasan kuliner tersebut.


Para pedagang pun mengajak masyarakat Bandung untuk datang dan merasakan langsung suasana baru Street Food Cikuray.


“Ayo warga Bandung, datang ke Street Food Cikuray. Tempatnya nyaman, bersih, parkir tertata, dan makanannya lengkap,” ajak Isak.


Senada, Faisal menyebut Street Food Cikuray cocok menjadi tempat berkumpul bersama keluarga, teman, maupun pasangan.


“Di sini sudah komplit, dari makanan ringan sampai makanan berat. Pas buat nongkrong bareng,” katanya.


Dengan konsep yang tertata dan pilihan kuliner yang beragam, Street Food Cikuray kini menjadi salah satu destinasi wisata kuliner baru yang layak dikunjungi di Kota Bandung. (*/red).

×
Berita Terbaru Update