![]() |
| Wali kota Bandung minta seluruh personil jajaran BPBD-Damkarmatan untuk selalu Siaga-Sigap bila sewaktu-waktu terjadi bencana |
“Pada saat bersamaan, saya pun
ingin memberikan penekanan kepada BPBD dan Dangkarmat agar betul-betul
sensitif, bergerak cepat memberikan layanan kepada setiap kejadian bencana,”
ujar Farhan saat Apel Mulai Bekerja di Plaza Balai Kota Bandung, Senin (9/2/2026).
Ia mengingatkan, setiap hari Kota
Bandung dihadapkan pada berbagai peristiwa, baik bencana alam maupun bencana
yang dipicu oleh faktor manusia.
Oleh karena itu, sistem respons
cepat dan koordinasi lintas sektor menjadi kunci dalam meminimalkan dampak yang
ditimbulkan.
Menurut Farhan, sejauh ini pelayanan
dari BPBD dan Damkarmatan sudah menunjukkan kinerja yang baik. Ia menilai
respons cepat dan penyelesaian yang sigap menjadi kekuatan utama dalam menjaga
keselamatan warga.
“Sampai saat ini kita masih bisa
melihat sebuah layanan yang sangat baik dari BPBD maupun dari Damkar dengan
respons yang cepat dan penyelesaian yang cepat juga,” katanya.
Namun demikian, Farhan mengingatkan bahwa banyak kejadian di lingkungan masyarakat yang kerap luput dari perhatian atau tidak segera dilaporkan. Padahal, kecepatan informasi menjadi faktor krusial dalam penanganan darurat.

Personil Damkarmatan sedang mengecek perelatan
Ia mencontohkan sejumlah peristiwa
yang terjadi belakangan ini, seperti kecelakaan warga yang tenggelam di wilayah
Binong, kejadian rumah roboh, hingga kebakaran di Babakan Ciparay.
Peristiwa-peristiwa tersebut, menurutnya, harus menjadi peringatan bagi seluruh
jajaran pemerintah.
“Kejadian kebakaran di Babakan
Ciparay yang lalu adalah sebuah peringatan bagi kita agar selalu waspada dan
menangani masalah dengan cepat dan tuntas,” tegasnya.
Farhan menyebut, bencana tidak
hanya soal penanganan saat kejadian, tetapi juga kesiapan sebelum bencana
terjadi. Edukasi masyarakat, pemetaan risiko wilayah, serta kesiapan personel
dan peralatan harus terus diperkuat.
Ia juga meminta aparat kewilayahan,
mulai dari camat hingga lurah, untuk aktif berkoordinasi dengan BPBD dan Damkar
dalam memantau potensi kerawanan di masing-masing wilayah. Dengan pendekatan
kewilayahan, setiap potensi bencana dapat dideteksi lebih awal. (rob/red).
.jpeg)