Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Peringatan HPN 2026, Zulkifly Chaniago: Pers Pilar Demokrasi dan Mitra Kritis Kekuasaan

Senin, 09 Februari 2026 | 00:38 WIB Last Updated 2026-02-14T17:42:19Z
Klik
Anggota DPRD Jabar H.Zulkifly Chaniago,BE dari Fraksi Demokrat



BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA,--- Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) dinilai bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum refleksi atas peran strategis pers dalam menjaga kualitas demokrasi. Hal tersebut disampaikan anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi Partai Demokrat, Zulkifly Chaniago, dalam peringatan HPN 2026.

Menurut Zulkifly, HPN yang diperingati setiap 9 Februari memiliki makna mendalam, yakni menegaskan posisi pers sebagai pilar demokrasi sekaligus pengawas kekuasaan (watchdog) yang independen.

“Pers harus tetap menjadi pengawas yang menjaga pemerintahan agar transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan publik,” ujarnya di Bandung.

Ia menekankan, dalam sistem demokrasi, pers memegang peran strategis sebagai mitra sekaligus pengontrol kekuasaan melalui mekanisme check and balance. Karena itu, pemberitaan yang berimbang dan tidak memihak, terutama dalam kontestasi politik, menjadi kunci menjaga kepercayaan publik.

Sebagai legislator dari daerah pemilihan Sumedang, Majalengka, dan Subang (SMS), Zulkifly juga menilai pers memiliki fungsi edukasi politik bagi masyarakat. Media, kata dia, diharapkan mampu menyajikan informasi yang mencerahkan agar publik memahami kebijakan serta isu-isu kebangsaan secara utuh.

Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya keseimbangan antara kebebasan pers dan tanggung jawab sosial. Di tengah derasnya arus informasi digital, pers dituntut berperan aktif melawan penyebaran berita bohong (hoaks) serta berbagai bentuk disinformasi.

Pada HPN 2026 yang mengusung tema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”, Zulkifly menilai tema tersebut mencerminkan harapan agar media tidak hanya sehat secara moral dan profesional, tetapi juga kuat dan mandiri secara ekonomi.

Menurutnya, kemandirian ekonomi media menjadi faktor penting untuk menjaga independensi dan integritas dalam pemberitaan, sekaligus mendukung cita-cita Indonesia Emas 2045.

“Pers kini dan ke depan harus tetap menjaga independensi dan integritas, mengutamakan kebenaran serta keadilan dalam pemberitaan. Selain itu, pers juga harus mampu beradaptasi dengan perkembangan digital dan kecerdasan buatan (AI), tanpa meninggalkan kualitas jurnalistik,” pungkasnya.

Ia berharap, melalui momentum HPN, insan pers semakin kokoh menjalankan fungsinya sebagai penjaga demokrasi dan penyampai kebenaran di tengah dinamika zaman. (syaf/sein).

×
Berita Terbaru Update