Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Dua Bayi Harimau Mati Terinfeksi Virus, Pemkot Bandung Benahi Total Pengelolaan Kebun Binatang

Jumat, 27 Maret 2026 | 22:26 WIB Last Updated 2026-03-27T15:26:33Z
Klik
Anak Harimau di Bandung Zoo mati





BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA,--- Kematian dua anak harimau berusia delapan bulan di Kebun Binatang Bandung memicu langkah cepat Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola lembaga konservasi tersebut.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyatakan duka mendalam atas peristiwa yang disebabkan infeksi virus panleukopenia itu. Berdasarkan hasil pemeriksaan tim ahli, virus berkembang sangat cepat dalam sepekan terakhir dan bersifat akut, sehingga berakibat fatal bagi satwa berusia muda.

“Ini menjadi peristiwa yang sangat memprihatinkan. Meski virus ini tergolong umum, tetapi pada kucing besar usia muda, tingkat kematiannya sangat tinggi,” ujar Farhan saat meninjau Kebun Binatang Bandung, Kamis (26/3/2026).

Sebagai respons, Pemkot Bandung langsung memprioritaskan penguatan sistem biosekuriti di kawasan kebun binatang. Langkah ini dinilai krusial untuk mencegah penyebaran penyakit dan memastikan kesehatan seluruh satwa tetap terjaga.

Tak hanya itu, pemerintah kota juga akan menggandeng Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta pemerintah pusat, termasuk Kementerian Kehutanan, guna melakukan audit dan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan kebun binatang.

Farhan menegaskan bahwa insiden ini harus menjadi titik balik untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh, baik dari sisi manajemen, pengawasan, maupun standar perawatan satwa.

“Perbaikan harus dilakukan secara total. Ini momentum untuk memastikan pengelolaan kebun binatang ke depan lebih baik dan profesional,” tegasnya.

Di sisi lain, fungsi konservasi tetap menjadi perhatian utama. Program penangkaran satwa langka dipastikan tidak akan dihentikan, bahkan akan terus dikembangkan hingga tahap pelepasliaran ke habitat alami.

Aak Harimau di Bandung Zoo Mati kena Virus


Pemkot Bandung juga menyoroti pentingnya pengembangbiakan satwa endemik Jawa Barat sebagai bagian dari upaya menjaga keanekaragaman hayati daerah.

Dalam waktu satu bulan, pemerintah menargetkan proses pembenahan tata kelola dapat rampung. Selain itu, akan ditunjuk lembaga konservasi berbadan hukum sebagai mitra resmi dalam pengelolaan kebun binatang.

Meski diliputi kabar duka, Farhan mengingatkan bahwa Kebun Binatang Bandung memiliki rekam jejak reproduksi yang cukup baik. Salah satunya kelahiran harimau betina bernama Donggala pada 2019 dari induk yang sama.

“Ini menunjukkan bahwa kita sebenarnya memiliki kapasitas dalam penangkaran. Kehilangan ini menjadi pukulan berat, namun juga pengingat untuk terus berbenah,” ujarnya. (*/red).

×
Berita Terbaru Update