Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Ngabuburit Hijau di Cigendel: TNI–Polri dan Relawan Tanam 200 Pohon Pulihkan Lereng Bekas Longsor

Selasa, 10 Maret 2026 | 22:19 WIB Last Updated 2026-03-10T15:19:13Z
Klik
Puluhan personel TNI–Polri, bersama unsur pemerintah, relawan, mahasiswa, dan masyarakat setempat, mengisi waktu menjelang berbuka puasa dengan menanam ratusan pohon di lokasi bekas longsor Dusun Jelekong. (foto:ist)



SUMEDANG, FAKTABANDUNGRAYA,--- Suasana Ramadhan di lereng Desa Cigendel, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Selasa (10/3), diisi dengan kegiatan yang sarat makna. Puluhan personel TNI–Polri, bersama unsur pemerintah, relawan, mahasiswa, dan masyarakat setempat, mengisi waktu menjelang berbuka puasa dengan menanam ratusan pohon di lokasi bekas longsor Dusun Jelekong.

Kegiatan bertajuk “Ngabuburit Hejokeun Leweung” atau ngabuburit sambil menghijaukan hutan ini berlangsung mulai pukul 16.00 hingga 17.30 WIB. Aksi tersebut menjadi bentuk kepedulian kolektif terhadap kelestarian alam sekaligus langkah mitigasi bencana di kawasan yang rawan longsor.

Kegiatan diawali dengan apel penanaman pohon yang dipimpin langsung oleh Danramil 1004/Tanjungsari, Kapten Inf Agus Hermawan. Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Perhutani bersama Polisi Hutan, Kapolsek Pamulihan Iptu Pol Tri Sunu beserta anggota, unsur TNI–Polri, Pemerintah Kecamatan Pamulihan, relawan kebencanaan Riksa, serta komunitas pecinta alam dari berbagai kalangan.

Penanaman pohon di lokasi eks longsor  di Dusun Jalekong Desa Cigendel Sumedang


Mahasiswa Pencinta Alam Rimbawan dan Maperpa dari Universitas Winaya Mukti (UNWIM), Pelajar Pencinta Alam Ariapaga SMAN Tanjungsari, serta warga Desa Cigendel turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Sebanyak 200 batang pohon keras ditanam di sekitar tebing lokasi longsor. Jenis pohon yang dipilih antara lain damar, rasamala, ganitri, puspa, matoa, dan salam—tanaman yang dikenal memiliki sistem perakaran kuat sehingga mampu membantu menahan pergerakan tanah di kawasan lereng.

Danramil 1004/Tanjungsari Kapten Inf Agus Hermawan mengatakan, penanaman pohon ini merupakan langkah konkret untuk memulihkan kawasan terdampak longsor sekaligus memperkuat ketahanan lingkungan di wilayah tersebut.

Menurutnya, upaya penghijauan sangat penting untuk mengurangi risiko bencana di masa mendatang, terutama di kawasan yang memiliki kontur tanah labil.

“Penanaman pohon ini bukan sekadar kegiatan simbolis. Ini adalah investasi lingkungan untuk masa depan, agar kawasan ini kembali hijau dan lebih aman dari potensi longsor,” ujarnya.

Inilah lokasi penanaman pohon di desa Cigendel Kec. Pamulihan Sumedang



Selain berfungsi sebagai rehabilitasi lingkungan, kegiatan ini juga berkaitan dengan upaya kesiapsiagaan menghadapi arus mudik Lebaran 2026. Wilayah sekitar Cadas Pangeran yang tidak jauh dari lokasi tersebut merupakan jalur transportasi penting yang kerap dilalui masyarakat dan memiliki kerentanan terhadap bencana alam.


Menjelang waktu berbuka, suasana kegiatan terasa semakin hangat. Para peserta menanam pohon sambil berbagi cerita dan semangat menjaga alam. Ngabuburit yang biasanya diisi dengan aktivitas santai, kali ini dimanfaatkan untuk memberikan manfaat langsung bagi lingkungan.

Melalui gerakan “Ngabuburit Hejokeun Leweung”, diharapkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian alam semakin tumbuh. Dengan semakin banyak pohon yang ditanam, kawasan lereng di Cigendel diharapkan dapat kembali hijau, tanah menjadi lebih stabil, dan risiko longsor dapat diminimalisir di masa depan. (dani/red).

×
Berita Terbaru Update