Kegiatan bertajuk “Ngabuburit Hejokeun Leweung” atau
ngabuburit sambil menghijaukan hutan ini berlangsung mulai pukul 16.00 hingga
17.30 WIB. Aksi tersebut menjadi bentuk kepedulian kolektif terhadap
kelestarian alam sekaligus langkah mitigasi bencana di kawasan yang rawan
longsor.
Kegiatan diawali dengan apel penanaman pohon yang dipimpin langsung oleh Danramil 1004/Tanjungsari, Kapten Inf Agus Hermawan. Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Perhutani bersama Polisi Hutan, Kapolsek Pamulihan Iptu Pol Tri Sunu beserta anggota, unsur TNI–Polri, Pemerintah Kecamatan Pamulihan, relawan kebencanaan Riksa, serta komunitas pecinta alam dari berbagai kalangan.
Penanaman pohon di lokasi eks longsor di Dusun Jalekong Desa Cigendel Sumedang
Mahasiswa Pencinta Alam Rimbawan dan Maperpa dari
Universitas Winaya Mukti (UNWIM), Pelajar Pencinta Alam Ariapaga SMAN
Tanjungsari, serta warga Desa Cigendel turut ambil bagian dalam kegiatan
tersebut.
Sebanyak 200 batang pohon keras ditanam di sekitar
tebing lokasi longsor. Jenis pohon yang dipilih antara lain damar, rasamala,
ganitri, puspa, matoa, dan salam—tanaman yang dikenal memiliki sistem perakaran
kuat sehingga mampu membantu menahan pergerakan tanah di kawasan lereng.
Danramil 1004/Tanjungsari Kapten Inf Agus Hermawan
mengatakan, penanaman pohon ini merupakan langkah konkret untuk memulihkan
kawasan terdampak longsor sekaligus memperkuat ketahanan lingkungan di wilayah
tersebut.
Menurutnya, upaya penghijauan sangat penting untuk
mengurangi risiko bencana di masa mendatang, terutama di kawasan yang memiliki
kontur tanah labil.
“Penanaman pohon ini bukan sekadar kegiatan simbolis.
Ini adalah investasi lingkungan untuk masa depan, agar kawasan ini kembali
hijau dan lebih aman dari potensi longsor,” ujarnya.
![]() |
| Inilah lokasi penanaman pohon di desa Cigendel Kec. Pamulihan Sumedang |
Melalui gerakan “Ngabuburit Hejokeun Leweung”,
diharapkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian alam semakin tumbuh.
Dengan semakin banyak pohon yang ditanam, kawasan lereng di Cigendel diharapkan
dapat kembali hijau, tanah menjadi lebih stabil, dan risiko longsor dapat
diminimalisir di masa depan. (dani/red).

