Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Safari Ramadan, Muhammad Farhan Ajak Warga Perkuat Gerakan Lingkungan Lewat Konsep “Eco Ramadan”

Minggu, 08 Maret 2026 | 23:03 WIB Last Updated 2026-03-08T16:03:46Z
Klik
Wali kota Bandung Farhan dalam acara Safari Ramadan 1447 H di Masjid Agung Bandung



BANDUNG, FAKTABADUNGRAYA,--- Pemerintah Kota Bandung kembali menggelar kegiatan Safari Ramadan 1447 Hijriah yang kali ini berlangsung di Masjid Agung Bandung, Sabtu (17 Ramadan 1447 H). Kegiatan tersebut dihadiri masyarakat dari wilayah Kecamatan Lengkong bersama jajaran pemerintah daerah serta tokoh masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengajak masyarakat menjadikan momentum Ramadan untuk memperkuat kepedulian terhadap lingkungan, terutama dalam pengelolaan sampah dan pemanfaatan ruang hijau di kawasan perkotaan.

Farhan mengungkapkan bahwa persoalan sampah masih menjadi tantangan besar bagi Kota Bandung. Setiap hari, kota ini menghasilkan sekitar 1.500 ton sampah, sementara kapasitas pengolahan yang tersedia baru mampu menangani sekitar 300 ton per hari.

“Artinya ada sekitar 1.200 ton sampah yang harus kita kurangi dari sumbernya, yaitu dari rumah tangga,” ujarnya di hadapan jamaah Safari Ramadan.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Kota Bandung terus mendorong berbagai program pengelolaan lingkungan, di antaranya program Kang Pisman (Kurangi, Pisahkan, Manfaatkan) serta program Buruan Sae yang mengembangkan konsep pertanian perkotaan atau urban farming.

Menurut Farhan, kedua program tersebut kini diarahkan menjadi bagian dari sistem ekonomi sirkular. Melalui pendekatan ini, sampah organik dapat diolah menjadi kompos yang kemudian dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian di lingkungan warga.

Ia menilai Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk membangun kebiasaan hidup yang lebih ramah lingkungan. Farhan menyebut konsep tersebut sebagai “Eco Ramadan”, yakni menjalankan ibadah sekaligus menjaga kelestarian alam.

Farhan bersama bersama jajaran pemerintah daerah,  tokoh masyarakat ,
dan 
aparatur kewilayahan Kec. Lengkong


Farhan bersama bersama jajaran pemerintah daerah serta tokoh masyarakat dan aparatur kewilayahan Kec. Lengkong

“Ramadan ini harus kita jadikan momentum untuk membangun gaya hidup yang ramah lingkungan, mulai dari mengurangi sampah, menanam tanaman produktif di rumah, hingga menjaga kebersihan lingkungan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Farhan juga mengingatkan tentang daya dukung lingkungan Kota Bandung yang terbatas. Dengan luas wilayah sekitar 170 kilometer persegi, kota ini sebenarnya hanya mampu menampung sekitar satu juta penduduk.

Namun saat ini jumlah penduduk yang tinggal di Bandung diperkirakan telah mencapai lebih dari dua juta jiwa. Kondisi tersebut membuat pengelolaan lingkungan menjadi semakin penting agar kualitas hidup masyarakat tetap terjaga.

Melalui Safari Ramadan tersebut, Farhan berharap kesadaran masyarakat terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan dapat semakin meningkat, sehingga Kota Bandung tetap menjadi kota yang nyaman dan layak huni bagi seluruh warganya. (*/red).

×
Berita Terbaru Update