Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Hasil Survei 85,9 Persen Warga Bandung Puas Atas Layanan Kesehatan

Kamis, 23 April 2026 | 12:10 WIB Last Updated 2026-04-23T05:10:30Z
Klik
Wali kota Bandung M. Farhan (foto:ist). 


BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA,--- Layanan kesehatan menjadi sektor pelayanan publik yang paling dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kota Bandung. Hal ini terungkap dalam Survei Teropong Daerah yang diselenggarakan Litbang Kompas pada 23 Februari hingga 3 Maret 2026.

Hasil survei menunjukkan sebanyak 85,9 persen warga menyatakan puas terhadap layanan kesehatan. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan sektor pelayanan publik lainnya di Kota Bandung.

Dalam setahun terakhir, peningkatan akses layanan kesehatan menjadi perubahan yang paling dirasakan masyarakat. Pemerintah Kota Bandung mencatat cakupan Universal Health Coverage (UHC) telah mencapai 99,39 persen, dengan jumlah peserta jaminan kesehatan sebanyak 2.583.777 jiwa.

Perluasan cakupan ini membuat masyarakat semakin mudah mengakses layanan kesehatan dasar, baik di puskesmas maupun rumah sakit daerah. Selain itu, kehadiran layanan puskesmas 24 jam juga memperkuat akses, terutama untuk kebutuhan darurat dan persalinan.

Beberapa fasilitas yang telah menyediakan layanan 24 jam di antaranya Puskesmas Ibrahim Adjie dan Puskesmas Garuda. Kehadiran layanan ini memungkinkan warga mendapatkan penanganan medis kapan pun tanpa harus selalu menuju rumah sakit.

Di sisi kualitas, Pemkot Bandung juga terus melakukan penguatan layanan kesehatan. Tercatat sebanyak 80 puskesmas telah mengalami peningkatan kapasitas layanan, disertai penguatan sistem rujukan di rumah sakit daerah.

Selain itu, penambahan tenaga kesehatan sebanyak 236 orang dalam satu tahun terakhir turut mendorong peningkatan kualitas pelayanan sekaligus mempercepat penanganan pasien.

Meski tingkat kepuasan tinggi, sejumlah tantangan masih menjadi perhatian. Di antaranya waktu tunggu layanan di beberapa fasilitas kesehatan, distribusi beban layanan antara puskesmas dan rumah sakit, serta kebutuhan peningkatan layanan di wilayah padat penduduk.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Sony Adam, menyatakan capaian ini menunjukkan kebijakan yang dijalankan sudah berada di jalur yang tepat, namun tetap membutuhkan perbaikan berkelanjutan.

“Angka kepuasan ini menjadi dasar bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan, terutama dalam mempercepat pelayanan dan memastikan akses yang lebih merata,” ujarnya.

Ia menambahkan, penguatan layanan kesehatan primer serta integrasi antara puskesmas dan rumah sakit akan menjadi fokus ke depan agar pelayanan lebih efisien.

Sementara itu, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa sektor kesehatan akan tetap menjadi prioritas utama pembangunan kota.

“Kami ingin memastikan layanan kesehatan semakin mudah diakses, kualitasnya terus meningkat, dan menjangkau seluruh warga,” kata Farhan.

Ke depan, Pemkot Bandung berkomitmen untuk terus memperkuat layanan kesehatan melalui peningkatan fasilitas, penguatan tenaga medis, serta pengembangan layanan berbasis teknologi agar manfaatnya semakin dirasakan secara merata oleh masyarakat. (*/red).

×
Berita Terbaru Update