![]() |
| Manaker RI Yassierli bersama 12 pejabat Kemenaker yang baru dilantik |
Acara yang turut dihadiri Wakil
Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor tersebut menandai komitmen pemerintah
dalam mendorong tata kelola aparatur sipil negara yang transparan, profesional,
dan akuntabel. Dari total pejabat yang dilantik, 11 orang berasal dari
mekanisme seleksi terbuka, sementara satu lainnya melalui mutasi antarinstansi.
Dalam sambutannya, Yassierli
menegaskan bahwa jabatan bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah yang
harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan dedikasi.
“Jabatan adalah kepercayaan
sekaligus sarana untuk memberikan pelayanan terbaik, menghadirkan dampak nyata,
serta meninggalkan legacy bagi bangsa,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, saat ini
pemerintah menghadapi tantangan besar dalam mengelola angkatan kerja yang
mencapai lebih dari 155 juta orang. Di tengah perkembangan teknologi informasi,
tuntutan masyarakat terhadap kualitas layanan publik juga semakin meningkat.
Karena itu, ia meminta para pejabat
yang baru dilantik untuk memastikan layanan ketenagakerjaan berjalan lebih
responsif, adaptif, dan berdampak langsung bagi masyarakat, baik pekerja,
pencari kerja, maupun dunia usaha.
Menurutnya, peran pejabat di posisi
strategis sangat menentukan dalam penguatan berbagai sektor, mulai dari pasar
kerja, pelatihan vokasi, perluasan kesempatan kerja, penyelesaian perselisihan
hubungan industrial, hingga keselamatan dan kesehatan kerja serta pengelolaan
data ketenagakerjaan.
Selain itu, Yassierli juga
menyoroti tujuh tantangan utama yang dihadapi Kemnaker, antara lain penguatan
link and match tenaga kerja, penyediaan pekerjaan inklusif, pembaruan regulasi,
penegakan norma ketenagakerjaan, hingga transformasi sistem informasi pasar
kerja melalui platform SiapKerja.
Untuk menjawab tantangan tersebut,
Kemnaker tengah menjalankan enam agenda transformasi, di antaranya membangun
kembali kepercayaan publik, meningkatkan kualitas layanan berbasis kebutuhan
masyarakat, serta mempersiapkan tenaga kerja masa depan melalui program
peningkatan keterampilan.
Pelantikan ini diharapkan dapat
memperkuat kinerja organisasi sekaligus mendorong terciptanya layanan publik
yang semakin berkualitas, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan
masyarakat luas.
Adapun 12 pejabat yang dilantik
adalah sebagai berikut:
1. Irma Puspita, S.IP., M.Si. sebagai Kepala Biro Keuangan dan Barang Milik Negara, Sekretariat Jenderal
2. R. Nurhidajat, S.E., M.Ec.Dev.
sebagai Kepala Pusat Pasar Kerja, Sekretariat Jenderal, Sekretariat Jenderal
3. Dr. Teguh Djatmiko, S.E., Ak.,
M.M. sebagai Direktur Bina Instruktur dan Tenaga Pelatihan, Direktorat Jenderal
Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas
4. Amran, S.T. sebagai Kepala Balai
Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Medan, Direktorat Jenderal Pembinaan
Pelatihan Vokasi dan Produktivitas
5. Reni Rosyida Muthmainnah, S.K.M.
sebagai Kepala Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Bandung,
Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas
6. Nasrun Ilmullah, S.E, M.M.
sebagai Kepala Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Makassar,
Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas
7. Nuryanti, S.E., M.E. sebagai
Direktur Bina Perluasan Kesempatan Kerja, Direktorat Jenderal Pembinaan
Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja
8. Arnando Jujur Pardamean Siregar,
S.H., M.H. sebagai Direktur Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial,
Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga
Kerja
9. dr. Muzakir, M.K.M. sebagai
Direktur Bina Kelembagaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Direktorat Jenderal
Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja
10. dr. Yessie Kualasari, M.K.K.K
sebagai Kepala Balai Besar Keselamatan dan Kesehatan Kerja Jakarta, Direktorat
Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan
Kerja
11. Baderi, S.Sos., M.E. sebagai
Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Ketenagakerjaan, Badan Perencanaan
dan Pengembangan Ketenagakerjaan
12. Dr. M. Heru Susanto, S.E., M.M.
sebagai Inspektur III, Inspektorat Jenderal
