Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Pemkot Bandung Perkuat Penanganan Sampah dari Hulu ke Hilir Terpadu, Andalkan Program Gaslah hingga Kompos Pit

Selasa, 28 April 2026 | 20:07 WIB Last Updated 2026-04-28T13:07:26Z
Klik
Pemilihan dan pengelolaan sampah menjadi barang bernilai ekonomis



BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA,---  Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus mengintensifkan penanganan sampah secara menyeluruh dari hulu hingga hilir. Langkah ini diambil sebagai respons atas meningkatnya keluhan masyarakat terkait persoalan kebersihan lingkungan di berbagai wilayah kota.

Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), sejumlah program strategis digulirkan untuk menekan volume sampah, terutama sampah organik. Salah satu program unggulan yang kini menunjukkan hasil signifikan adalah Gerakan Sampah Kelar di Wilayah (Gaslah).

Kepala DLH Kota Bandung, Darto, mengungkapkan bahwa sejak diluncurkan pada akhir Januari 2026, program Gaslah mampu melampaui target pengolahan sampah harian.

“Target awal 40 ton per hari, namun capaian terbaru sudah mencapai 62 ton. Rata-rata harian berada di kisaran 45 hingga 62 ton,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).

Menurutnya, capaian tersebut menjadi indikasi bahwa pengolahan sampah organik mulai berjalan efektif dan mampu mengurangi beban sampah kota secara bertahap.

Selain Gaslah, Pemkot Bandung juga menjalankan program Sasapu yang rutin digelar setiap Minggu subuh. Kegiatan ini difokuskan pada pembersihan titik-titik strategis sebagai langkah preventif menjaga kebersihan lingkungan.

Di sisi lain, pembangunan kompos pit atau lubang kompos juga terus diperluas. Hingga kini, tercatat sebanyak 1.473 unit kompos pit telah tersedia dengan potensi penyerapan hingga 60 ton sampah organik per hari.

Meski berbagai upaya telah dilakukan, tantangan penanganan sampah masih cukup besar. Salah satunya adalah rencana penutupan TPA Sarimukti pada 1 Agustus mendatang.

Pemulung sedang memiliha sampah yang dapat diolah


Saat ini, volume sampah Kota Bandung yang dikirim ke TPA Sarimukti masih berada di kisaran 1.100 ton per hari, meski pengiriman tidak dilakukan setiap hari.

Darto menegaskan, kondisi tersebut menjadi perhatian serius bagi pemerintah kota agar tidak menimbulkan persoalan baru setelah penutupan TPA.

“Kita harus bersiap. Penutupan Sarimukti ini menjadi perhatian serius. Jangan sampai menimbulkan persoalan yang lebih besar,” katanya.

Ke depan, Pemkot Bandung berkomitmen untuk terus menekan ketergantungan terhadap TPA dengan memperkuat pengolahan sampah di tingkat sumber serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam memilah sampah.

Ia menekankan, keberhasilan penanganan sampah tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat.

“Persoalan sampah ini tidak bisa diselesaikan sendiri oleh pemerintah. Perlu kolaborasi semua pihak, termasuk masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah,” pungkasnya. (kyy/red).

×
Berita Terbaru Update