Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Semangat R.A.Kartini Digaungkan di Era Digital, Zulkifly Chaniago Dorong Kesetaraan dan Literasi Perempuan

Selasa, 21 April 2026 | 21:49 WIB Last Updated 2026-04-22T15:04:43Z
Klik
Anggota DPRD Jabar H.Zilkifly Chaniago, BE dari Fraksi Demokrat



BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA,--- Peringatan Hari Kartini 2026 menjadi momentum penting untuk merefleksikan kembali nilai-nilai perjuangan perempuan di tengah perkembangan zaman. Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Zulkifly Chaniago, BE dari Fraksi Demokrat, mengajak masyarakat meneladani semangat Raden Ajeng Kartini dalam menghadapi tantangan era digital.

Menurut Zulkifly, peringatan Hari Kartini tidak seharusnya hanya menjadi kegiatan seremonial seperti mengenakan pakaian adat, melainkan harus dimaknai lebih dalam sebagai dorongan untuk memperluas akses pendidikan dan kesetaraan bagi seluruh masyarakat tanpa memandang gender.

“Kartini adalah simbol keberanian dalam mendobrak keterbatasan. Semangat itu harus terus kita hidupkan melalui kebijakan publik yang inklusif, terutama dalam menjamin pendidikan bagi anak perempuan di Jawa Barat,” ujarnya di Bandung, Selasa (21/4/2026).

Ia menilai, di era digital saat ini masih terdapat sejumlah tantangan krusial yang dihadapi perempuan, seperti angka putus sekolah dan perlindungan dari kekerasan domestik. Oleh karena itu, DPRD Jawa Barat, khususnya Fraksi Demokrat, berkomitmen mengawal regulasi yang memperkuat pemberdayaan perempuan, baik dari sisi ekonomi maupun keamanan di ruang publik.

Zulkifly juga menekankan pentingnya literasi digital bagi perempuan sebagai upaya meningkatkan kemandirian ekonomi, terutama melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ia mendorong agar perempuan mampu memanfaatkan teknologi sebagai peluang, bukan hambatan.

Selain itu, ia berharap nilai-nilai perjuangan Kartini dapat diintegrasikan dalam sistem pendidikan guna membentuk generasi yang menjunjung tinggi kesetaraan dan keadilan.

Dalam hal kebijakan, Zulkifly memastikan pihaknya akan terus mengawal program-program yang berpihak pada perempuan, termasuk alokasi anggaran untuk kesehatan ibu dan anak serta pemberdayaan perempuan di wilayah pedesaan.

“Hari ini, ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’ harus kita maknai sebagai upaya bersama keluar dari ketimpangan dan keterbatasan. Kami ingin Jawa Barat menjadi ruang yang ramah dan penuh peluang bagi para Kartini modern,” pungkasnya. (Syaf/Sein)

×
Berita Terbaru Update