![]() |
| Wali kota Bandung Farhan : minta warga lebih waspada hadapi cuaca ekstrem |
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan,
menegaskan bahwa Siskamling tidak lagi sekadar menjaga keamanan lingkungan,
tetapi juga menjadi bagian penting dari sistem deteksi dini bencana. Hal ini
dinilai relevan mengingat kondisi cuaca yang belakangan tidak menentu dan kerap
memicu kejadian seperti pohon tumbang.
“Sejak awal, Siskamling ini memang
dirancang sebagai bagian dari kesiapsiagaan bencana. Kita merasakan sendiri
dampak cuaca ekstrem dalam beberapa waktu terakhir,” ujarnya.
Farhan mencontohkan, kejadian cuaca
ekstrem yang terjadi beberapa hari lalu menyebabkan sejumlah pohon besar
tumbang di beberapa titik Kota Bandung. Meski demikian, ia memastikan
penanganan berjalan cepat sehingga aktivitas masyarakat dapat segera kembali
normal.
“Kota Bandung relatif cepat pulih.
Namun kewaspadaan harus tetap dijaga, karena potensi cuaca ekstrem masih ada,”
katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Farhan
juga menekankan pentingnya peran aktif warga di tingkat Rukun Warga (RW).
Menurutnya, pendekatan berbasis kewilayahan menjadi kunci dalam
mengidentifikasi dan menyelesaikan persoalan secara lebih tepat sasaran.
Ia menyebutkan, data yang dihimpun
melalui program Laci RW kini menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan
pembangunan. Setiap wilayah dinilai memiliki karakteristik dan kebutuhan yang
berbeda, sehingga tidak bisa disamaratakan.
“Sekarang arah pembangunan kita berbasis data. Kita ingin kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat,” jelasnya.

Farhan memberikan sembako bagi warga terdampak bencana
Dalam forum tersebut, berbagai
persoalan turut disampaikan warga, mulai dari banjir akibat luapan sungai,
kondisi jalan yang rusak, drainase tersumbat, hingga kebutuhan penerangan jalan
umum.
Menanggapi hal itu, Farhan
memastikan seluruh laporan akan ditindaklanjuti melalui survei teknis oleh
perangkat daerah terkait. Pemerintah, kata dia, akan memetakan setiap persoalan
berdasarkan skala prioritas.
“Kita petakan satu per satu. Semua
akan disurvei dan ditindaklanjuti sesuai prioritas,” tegasnya.
Ia pun mengajak seluruh elemen
masyarakat untuk terus memperkuat budaya gotong royong dan musyawarah dalam
menjaga lingkungan. Menurutnya, Siskamling merupakan wadah kolaborasi warga
dalam mengantisipasi berbagai potensi risiko sejak dini.
“Siskamling ini bukan hanya soal
ronda, tapi bagaimana kita bersama-sama menjaga lingkungan dan meningkatkan
kesiapsiagaan,” tuturnya. (ray/red).
