| Kepala BPDAS Citarum-Ciliwung Heru Permana sedang menanam bibit pohon keres di lokasi bekas longsor Ciasarua KBB (foto : instagram:bpdascitarumciliwung) |
Penanaman 3.000 bibit pohon dari
berbagai jenis tersebut, dilakukan bersama-sama bergotong-royong dengan melibatkan
BPDAS Citarum Ciliwung bersama Dinas
Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Barat dan
Banten, Satgas Citarum Harum, Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia, serta
masyarakat setempat melalui gerakan “Jaga Leuweung”.
Kepala BPDAS Citarum-Ciliwung Heru Permana membenarkan, BPDAS Citarum Bersama instansi terkait termasuk masyarakat telah melakukan penanaman sebanyak 3.000 bibit pohon dari berbagai jenis di lokasi bekas longsor Cisarua Kab Bandung Barat.
Heru Permana berfoto bersama usai penanaman 3.000bibit pohon di Ciasarua KBB (foto: instagram
Penanaman tersebut, bukan sekadar
simbolis, melainkan langkah awal untuk memulihkan fungsi ekologis lahan,
memperkuat struktur tanah, serta mengurangi risiko bencana serupa di masa
mendatang.
Kawasan Pasir Kuning sendiri
menjadi salah satu titik rawan longsor akibat kondisi lereng yang curam dan
berkurangnya tutupan vegetasi. Karena itu, rehabilitasi melalui penanaman pohon
dinilai sebagai solusi jangka panjang yang tidak hanya memulihkan lingkungan,
tetapi juga melindungi kehidupan masyarakat di sekitarnya, kata Heru saat dihubungi,
pada Rabu (6/5/2026).
Ia menyampaikan bahwa bibit tanaman
yang digunakan dalam kegiatan ini merupakan dukungan dari program FOLU Net Sink
2030, yang berfokus pada penurunan emisi karbon sekaligus peningkatan serapan
karbon melalui sektor kehutanan dan penggunaan lahan.
Kolaborasi lintas sektor dalam
kegiatan ini mencerminkan kesadaran bersama bahwa pemulihan lingkungan
membutuhkan peran aktif semua pihak. Tidak hanya pemerintah dan lembaga,
keterlibatan masyarakat menjadi kunci keberlanjutan dari upaya rehabilitasi
yang dilakukan.
Lebih dari sekadar menanam pohon,
kegiatan ini juga menjadi simbol harapan. Setiap bibit yang ditanam membawa
pesan tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam, sekaligus menjadi investasi
bagi masa depan lingkungan yang lebih lestari, ujarnya.
Dengan semangat kebersamaan, langkah awal di Pasir Kuning diharapkan mampu tumbuh menjadi gerakan berkelanjutan dalam menjaga hutan dan mencegah bencana, sehingga kawasan tersebut dapat kembali hijau, aman, dan produktif bagi generasi mendatang. (*/red).
| Wajah ceria usai menanam 3rb bibit pohon di Cisarua ( foto: instagram) |