![]() |
| Seminar nasional dan Kongres IDoKPI di Politeknik STIA LAN Bandung |
Dalam forum yang dirangkaikan
dengan seminar nasional dan kongres itu, Dr. Tatang Sudrajat, akademisi yang
pernah menjabat Dekan FISIP Universitas Sangga Buana (USB) YPKP Bandung,
terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat IDoKPI periode
2026–2030.
Kongres dihadiri 195 dosen anggota
secara luring dan daring dari total 252 anggota yang berasal dari 114 perguruan
tinggi se-Indonesia. Peserta berasal dari berbagai wilayah, mulai dari Papua
hingga Aceh, termasuk 21 profesor, rektor, wakil rektor, dekan, direktur, dan
ketua program studi dari beragam institusi pendidikan tinggi.
Wadah Akademik dan Profesional
Dosen Kebijakan Publik
Dalam keterangannya, Tatang
Sudrajat menjelaskan bahwa pembentukan IDoKPI dilatarbelakangi kebutuhan akan
wadah akademik yang mampu memperkuat kontribusi dosen kebijakan publik dalam
merespons dinamika pembangunan nasional dan berbagai persoalan publik yang
semakin kompleks.
Menurutnya, dosen kebijakan publik
dituntut tidak hanya aktif dalam kegiatan pendidikan dan penelitian, tetapi
juga hadir memberikan analisis kritis dan rekomendasi kebijakan berbasis
keilmuan bagi pemerintah maupun masyarakat.
“IDoKPI dibangun sebagai organisasi
yang berjati diri profesional, akademik, dan keilmuan, serta terbuka bagi
seluruh dosen dengan berbagai bidang kajian kebijakan publik,” ujar Tatang.
Ia menambahkan, ruang lingkup
kajian yang menjadi perhatian organisasi meliputi kebijakan pendidikan,
lingkungan hidup, kesehatan, investasi, kependudukan, kemaritiman, hingga pariwisata.
Seminar Nasional Bahas Dinamika
Kebijakan Publik
Selain deklarasi organisasi,
kegiatan juga diisi seminar nasional yang berlangsung secara hibrida. Ketua
panitia pelaksana, Dr. Nita Nurliawati, menyampaikan bahwa forum ilmiah
tersebut menghadirkan sejumlah akademisi dan pakar kebijakan publik dari
berbagai daerah.
Dua keynote speaker tampil dalam
seminar tersebut, yakni Prof. Dr. Budiman Rusli dari Universitas Padjadjaran
dan Prof. Dr. Nuryanti Mustari dari Universitas Muhammadiyah Makassar.
Sementara itu, enam narasumber
turut memaparkan berbagai perspektif mengenai perkembangan studi kebijakan
publik di Indonesia, meliputi aspek historis, konseptual, empiris, serta
tantangan implementasi kebijakan dalam tata kelola pemerintahan modern.
Para pembicara terdiri atas Dr.
Syahruddin (Universitas Musamus Merauke), Dr. Syamsuddin Maldun (Universitas
Bosowa Makassar), Dr. Ida Rochmawati (Universitas Tanjungpura Pontianak), Dr.
Indra Kertati (Untag Semarang), Dr. Hendrikus T. Gedeona (Politeknik STIA LAN
Bandung), dan Dr. Nur Hafni (Universitas Malikussaleh Aceh).
Dorongan Kolaborasi dan Kontribusi Kebijakan
![]() |
| Foto bersama usai seminar dan Kongres IDoKPI |
Direktur Politeknik STIA LAN
Bandung, Dr. Muhammad Nur Afandi, dalam sambutannya menyatakan bahwa lahirnya
IDoKPI merupakan langkah strategis untuk memperkuat kontribusi ilmuwan
kebijakan publik terhadap pembangunan bangsa.
Pandangan serupa disampaikan Dekan
FISIP Untirta Serang, Dr. Leo Agustino. Ia menilai forum tersebut tidak hanya
memperluas wawasan akademik para dosen, tetapi juga membangun kesamaan visi
tentang pentingnya kolaborasi antarakademisi kebijakan publik di Indonesia.
Berbagai peserta juga menyampaikan
harapan agar IDoKPI mampu berkembang sebagai organisasi yang solid, independen,
dan produktif dalam melahirkan rekomendasi kebijakan yang berkualitas.
Jhon TMS Timisela dari Universitas
Pattimura Ambon berharap organisasi ini dapat memberi kontribusi nyata bagi
pembangunan nasional. Sementara Dr. Yusie Fitria dari Untag Samarinda menilai
IDoKPI penting sebagai ruang berbagi gagasan, pengalaman, dan inovasi akademik.
Pandangan kritis juga disampaikan
Syarkawi, MAP., dosen Universitas Terbuka, yang menegaskan bahwa kalangan
akademik tidak boleh hanya menjadi penonton dalam dinamika kebijakan nasional,
melainkan harus tampil sebagai kekuatan intelektual yang independen dan
berpihak pada kepentingan publik.
Tetapkan AD/ART dan Program Kerja
Nasional
Sesi kongres berlangsung dinamis
dengan agenda pembahasan dan penetapan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga,
serta garis besar program kerja organisasi untuk empat tahun ke depan.
Forum ini menghadirkan sejumlah
narasumber dari berbagai perguruan tinggi, di antaranya Dr. Ayuning Budiati
(Untirta Serang), Dr. Hengky Pattimukay (Universitas Pattimura Ambon), Dr.
Henny Aprianty (Universitas Prof. Dr. Hazairin Bengkulu), Dr. Muhammad Firzah
(Institut STIAMI Jakarta), Denny Hernawan, MA (Universitas Djuanda Bogor), dan
Dr. Yayat Rukayat (Universitas Nurtanio Bandung).
Di akhir kegiatan, sejumlah
pimpinan fakultas dan perguruan tinggi juga menandatangani nota kerja sama di
bidang Tridharma Perguruan Tinggi sebagai bentuk penguatan jejaring akademik
nasional.
Lahirnya IDoKPI diharapkan menjadi
tonggak penting dalam memperkuat posisi dosen kebijakan publik sebagai mitra
strategis negara dalam merumuskan kebijakan yang adaptif, berbasis riset, dan
berorientasi pada kepentingan masyarakat luas. (*/red).

