Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Dosen USB YPKP Tatang Sudrajat Terpilih Sebagai Ketua Umum IDoKPI, Momentum Penguatan Akademisi Kebijakan Publik Nasional

Selasa, 12 Mei 2026 | 15:07 WIB Last Updated 2026-05-12T08:07:53Z
Klik
Seminar nasional dan Kongres  IDoKPI di Politeknik STIA LAN Bandung



BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA,--- Dunia akademik bidang kebijakan publik di Indonesia memasuki babak baru dengan lahirnya Ikatan Dosen Kebijakan Publik Indonesia (IDoKPI). Organisasi profesi dan keilmuan tingkat nasional tersebut resmi dideklarasikan pada Sabtu, 9 Mei 2026, di Politeknik STIA LAN Bandung, dengan melibatkan dosen dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di seluruh Indonesia.

Dalam forum yang dirangkaikan dengan seminar nasional dan kongres itu, Dr. Tatang Sudrajat, akademisi yang pernah menjabat Dekan FISIP Universitas Sangga Buana (USB) YPKP Bandung, terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat IDoKPI periode 2026–2030.

Kongres dihadiri 195 dosen anggota secara luring dan daring dari total 252 anggota yang berasal dari 114 perguruan tinggi se-Indonesia. Peserta berasal dari berbagai wilayah, mulai dari Papua hingga Aceh, termasuk 21 profesor, rektor, wakil rektor, dekan, direktur, dan ketua program studi dari beragam institusi pendidikan tinggi.

Wadah Akademik dan Profesional Dosen Kebijakan Publik

Dalam keterangannya, Tatang Sudrajat menjelaskan bahwa pembentukan IDoKPI dilatarbelakangi kebutuhan akan wadah akademik yang mampu memperkuat kontribusi dosen kebijakan publik dalam merespons dinamika pembangunan nasional dan berbagai persoalan publik yang semakin kompleks.

Menurutnya, dosen kebijakan publik dituntut tidak hanya aktif dalam kegiatan pendidikan dan penelitian, tetapi juga hadir memberikan analisis kritis dan rekomendasi kebijakan berbasis keilmuan bagi pemerintah maupun masyarakat.

“IDoKPI dibangun sebagai organisasi yang berjati diri profesional, akademik, dan keilmuan, serta terbuka bagi seluruh dosen dengan berbagai bidang kajian kebijakan publik,” ujar Tatang.

Ia menambahkan, ruang lingkup kajian yang menjadi perhatian organisasi meliputi kebijakan pendidikan, lingkungan hidup, kesehatan, investasi, kependudukan, kemaritiman, hingga pariwisata.

Seminar Nasional Bahas Dinamika Kebijakan Publik

Selain deklarasi organisasi, kegiatan juga diisi seminar nasional yang berlangsung secara hibrida. Ketua panitia pelaksana, Dr. Nita Nurliawati, menyampaikan bahwa forum ilmiah tersebut menghadirkan sejumlah akademisi dan pakar kebijakan publik dari berbagai daerah.

Dua keynote speaker tampil dalam seminar tersebut, yakni Prof. Dr. Budiman Rusli dari Universitas Padjadjaran dan Prof. Dr. Nuryanti Mustari dari Universitas Muhammadiyah Makassar.

Sementara itu, enam narasumber turut memaparkan berbagai perspektif mengenai perkembangan studi kebijakan publik di Indonesia, meliputi aspek historis, konseptual, empiris, serta tantangan implementasi kebijakan dalam tata kelola pemerintahan modern.

Para pembicara terdiri atas Dr. Syahruddin (Universitas Musamus Merauke), Dr. Syamsuddin Maldun (Universitas Bosowa Makassar), Dr. Ida Rochmawati (Universitas Tanjungpura Pontianak), Dr. Indra Kertati (Untag Semarang), Dr. Hendrikus T. Gedeona (Politeknik STIA LAN Bandung), dan Dr. Nur Hafni (Universitas Malikussaleh Aceh).

Dorongan Kolaborasi dan Kontribusi Kebijakan

Foto bersama usai seminar dan Kongres IDoKPI


Direktur Politeknik STIA LAN Bandung, Dr. Muhammad Nur Afandi, dalam sambutannya menyatakan bahwa lahirnya IDoKPI merupakan langkah strategis untuk memperkuat kontribusi ilmuwan kebijakan publik terhadap pembangunan bangsa.

Pandangan serupa disampaikan Dekan FISIP Untirta Serang, Dr. Leo Agustino. Ia menilai forum tersebut tidak hanya memperluas wawasan akademik para dosen, tetapi juga membangun kesamaan visi tentang pentingnya kolaborasi antarakademisi kebijakan publik di Indonesia.

Berbagai peserta juga menyampaikan harapan agar IDoKPI mampu berkembang sebagai organisasi yang solid, independen, dan produktif dalam melahirkan rekomendasi kebijakan yang berkualitas.

Jhon TMS Timisela dari Universitas Pattimura Ambon berharap organisasi ini dapat memberi kontribusi nyata bagi pembangunan nasional. Sementara Dr. Yusie Fitria dari Untag Samarinda menilai IDoKPI penting sebagai ruang berbagi gagasan, pengalaman, dan inovasi akademik.

Pandangan kritis juga disampaikan Syarkawi, MAP., dosen Universitas Terbuka, yang menegaskan bahwa kalangan akademik tidak boleh hanya menjadi penonton dalam dinamika kebijakan nasional, melainkan harus tampil sebagai kekuatan intelektual yang independen dan berpihak pada kepentingan publik.

Tetapkan AD/ART dan Program Kerja Nasional

Sesi kongres berlangsung dinamis dengan agenda pembahasan dan penetapan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, serta garis besar program kerja organisasi untuk empat tahun ke depan.

Forum ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai perguruan tinggi, di antaranya Dr. Ayuning Budiati (Untirta Serang), Dr. Hengky Pattimukay (Universitas Pattimura Ambon), Dr. Henny Aprianty (Universitas Prof. Dr. Hazairin Bengkulu), Dr. Muhammad Firzah (Institut STIAMI Jakarta), Denny Hernawan, MA (Universitas Djuanda Bogor), dan Dr. Yayat Rukayat (Universitas Nurtanio Bandung).

Di akhir kegiatan, sejumlah pimpinan fakultas dan perguruan tinggi juga menandatangani nota kerja sama di bidang Tridharma Perguruan Tinggi sebagai bentuk penguatan jejaring akademik nasional.

Lahirnya IDoKPI diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat posisi dosen kebijakan publik sebagai mitra strategis negara dalam merumuskan kebijakan yang adaptif, berbasis riset, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas. (*/red).

×
Berita Terbaru Update