Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Program Rumah Panggung di Bekasi Didorong Berlanjut, Solusi Nyata Hadapi Banjir Tahunan

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:33 WIB Last Updated 2026-05-05T13:33:33Z
Klik
Anggota Komisi IV DPRD Jabar, M.Faizin


BEKASI, FAKTABANDUNGRAYA,--- Upaya penanganan dampak banjir di kawasan Pondok Gede Permai, Kota Bekasi, terus menjadi perhatian. Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat, M. Faizin, mendorong agar program pembangunan rumah panggung bagi warga terdampak banjir dapat dilanjutkan dan diperluas.

Hal ini disampaikan Faizin saat meninjau langsung progres pembangunan rumah panggung di wilayah tersebut, Selasa (5/5/2026). Menurutnya, program ini terbukti menjadi solusi adaptif bagi masyarakat yang setiap tahun menghadapi ancaman banjir.

“Program ini sangat membantu warga. Kami ingin pembangunannya terus berlanjut agar semua masyarakat terdampak bisa merasakan manfaatnya,” ujar Faizin.

Ia mengungkapkan, hingga saat ini masih terdapat sekitar 80 warga yang membutuhkan hunian layak dan aman dari banjir. Sementara pada tahun 2026, baru 10 unit rumah panggung yang berhasil dibangun. Adapun pada tahun sebelumnya, jumlah pembangunan masih terbatas, yakni sekitar delapan unit.

Kondisi tersebut dinilai belum mencukupi kebutuhan warga secara keseluruhan. Oleh karena itu, Faizin berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat dapat memberikan dukungan penuh agar program ini bisa menjangkau lebih banyak masyarakat.

Kawasan Pondok Gede Permai sendiri dikenal sebagai daerah langganan banjir. Setiap musim hujan, air kerap menggenangi permukiman warga hingga mengganggu aktivitas dan merusak harta benda.

Melalui konsep rumah panggung, warga diharapkan tetap dapat tinggal dengan aman meskipun air menggenangi bagian bawah bangunan. Desain rumah yang ditinggikan dinilai mampu meminimalisir dampak banjir secara signifikan.

Anggota Komisi IV DPRD Jabar, M.Faizin saat meninjau rumah panggung di Bekasi


Selain aspek keamanan, pembangunan rumah panggung juga memperhatikan kenyamanan penghuni. Dengan anggaran sekitar Rp125 juta per unit, rumah dibangun menggunakan material beton pracetak berstandar nasional (SNI), sehingga kuat dan layak huni.

Menariknya, proses pembangunan rumah ini tergolong cepat. Pemasangan struktur utama dapat diselesaikan hanya dalam dua hari, sementara keseluruhan pembangunan memakan waktu sekitar empat bulan hingga siap ditempati.

Faizin menegaskan, program ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan solusi nyata bagi masyarakat yang hidup di wilayah rawan bencana.

“Ini adalah langkah konkret yang harus terus kita dukung bersama, agar masyarakat bisa hidup lebih aman dan nyaman,” pungkasnya. (*/sein).

×
Berita Terbaru Update