![]() |
| Apel Siaga Jabar Berseka dan Deklarasi Bersama Aksi Pilah Sampah dari Rumah di Sport Jabar Arcamanik |
Komitmen tersebut ditegaskan dalam
Apel Siaga Jabar Berseka dan Deklarasi Bersama Aksi Pilah Sampah dari Rumah di
Sport Jabar Arcamanik, Jumat (24/7), yang diikuti lebih dari 4.000 peserta dari
unsur pemerintah, TNI, Polri, akademisi, mahasiswa, hingga komunitas
lingkungan.
Menteri Koordinator Bidang Pangan
RI, Zulkifli Hasan, mengatakan persoalan sampah telah menjadi tantangan serius
di berbagai daerah, termasuk Bandung Raya yang menghasilkan hampir 2.000 ton
sampah setiap hari. Karena itu, pemerintah terus mendorong percepatan
pembangunan fasilitas pengolahan sampah sekaligus menghentikan sistem open
dumping dalam dua tahun ke depan.
"Yang paling penting adalah
membangun kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah. Jika dikelola dengan baik,
sampah dapat menjadi sumber energi, pupuk, hingga bahan bakar," ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat
Dedi Mulyadi menegaskan keberhasilan program tidak hanya bergantung pada
teknologi, tetapi juga perubahan perilaku masyarakat. Menurutnya, budaya
memilah dan mengelola sampah harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Untuk memperkuat gerakan tersebut,
Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan memasukkan edukasi pengelolaan sampah ke
lingkungan sekolah serta menyiapkan regulasi yang melarang pembuangan sampah
sembarangan disertai sanksi bagi pelanggar.
Melalui gerakan Jabar Berseka,
pemerintah berharap kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dunia pendidikan,
dan dunia usaha mampu menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif,
sekaligus mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan pada
2029. (rob/red).
