Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Cegah FOMO Teknologi, Wali Kota Farhan Tegaskan Kesiapan Data dan Tata Kelola Jadi Fondasi Utama AI

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:07 WIB Last Updated 2026-08-28T15:07:49Z
Klik

Wali kota Bandung M.Farhan jadi pembicara dlm panel AI Government & Public Services di ajang AIIF


BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA,--- Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menekankan krusialnya kesiapan data dan tata kelola sebelum pemerintah tergesa-gesa mengadopsi teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara dalam panel AI Government & Public Services di ajang AI Indonesia Initiative Forum (AIIF), Kamis (27/8/2026).


Farhan mengingatkan jajaran pemerintah agar tidak terjebak fenomena Fear of Missing Out (FOMO) sekadar mengikuti tren digital tanpa memperhitungkan aspek hukum, kesiapan sistem pendukung (back-end), hingga dampak riil bagi masyarakat.

"Harus hati-hati sekali dalam dunia digital, jangan sampai terbawa FOMO. Pemerintah harus memastikan kesiapan administratif terlebih dahulu untuk menutup celah hukum sebelum teknologi digunakan secara masif," ujar Farhan.

Ia mencontohkan penggunaan kamera CCTV 4K bermotor face recognition yang kurang optimal akibat belum siapnya regulasi kewenangan penyidikan serta mekanisme perlindungan data pribadi.

Sebagai langkah konkret, Pemkot Bandung mengedepankan integrasi satu data kewilayahan melalui penyeragaman 58 indikator dari 1.597 RW yang diverifikasi langsung bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandung.

Empat pilar strategi pengolahan data dan teknologi Pemkot Bandung meliputi:

Pemanfaatan AI Recommendation: Menjadikan data terintegrasi sebagai fondasi pembuatan instrumen kecerdasan buatan untuk membantu proses pengambilan keputusan publik.

Farhan bersama narasumber pada acara AIIF


Evaluasi Kebijakan berbasis Data: Contohnya pada evaluasi program Gaslah (pemilahan sampah RW), di mana data efisiensi kapasitas pilah (60 ton dari 1.800 ton produksi sampah harian) serta kalkulasi anggaran Rp28 miliar menjadi dasar rasionalisasi kebijakan.


Pendekatan Prototyping: Mengembangkan aplikasi uji coba seperti Teh Eva (Electronic Validation Application) skala beta guna menguji kelayakan inovasi dengan biaya efisien sebelum dirilis secara luas.

Penguatan Tata Kelola Hukum: Memastikan kesiapan regulasi lintas lembaga agar penerapan teknologi baru tidak membentur koridor kewenangan pemerintah daerah.

Melalui pendekatan ini, Farhan optimistis transformasi digital Kota Bandung dapat berjalan tepat sasaran, terukur, dan memberikan manfaat nyata yang dirasakan langsung oleh warga. (ray/red).

×
Berita Terbaru Update