![]() |
| Syukuran dua dekade USB YPKP |
Ketua Yayasan YPKP Bandung, Prof.
Dr. H. Ricky Agusiady, menuturkan bahwa usia 20 tahun USB YPKP merupakan muara
perjalanan panjang sejak 1970—berawal dari Akademi Bank Nasional (ABN),
bertransformasi menjadi STIE dan STT YPKP, hingga akhirnya merger menjadi
universitas pada 2006.
"Ulang tahun ini adalah bentuk rasa syukur atas perjalanan panjang dari tahun 1970 hingga 2026. Kami terus beradaptasi dengan zaman, baik dari mutu kurikulum hingga pembelajaran digital dan sistem hybrid," ujar Ricky.
.jpeg)
Pemberian cindramata dalam acara sukuran dua dekade USB YPKP
Untuk menjawab kebutuhan tenaga
kerja modern, USB YPKP kini mengandalkan program Rekognisi Pembelajaran Lampau
(RPL) bagi mahasiswa karyawan. Lewat skema ini, masa studi jenjang S1 maupun S2
dapat dipangkas hingga 50 persen. Meski telah meraih berbagai predikat unggul
dari pemerintah, pihak yayasan menegaskan tidak akan berpuas diri.
"Ukuran sukses sebuah
universitas adalah berdampak dan dipercaya masyarakat. Jika masyarakat percaya
dan merasakan manfaatnya, itulah pencapaian tertinggi," tegas Ricky.
Senada dengan hal tersebut, Rektor
USB YPKP, Dr. Didin Saepudin, menekankan bahwa momentum Dies Natalis ke-20 yang
mengusung tema "Decade to Decade of Unity for Excellence and Impact"
menjadi pijakan melangkah ke kancah global.
Tiga komitmen utama pergerakan USB
YPKP ke depan meliputi:
syukuran dua dekade USB YPKP
Peningkatan Internasionalisasi:
Memperluas jejaring akademik dan riset dengan institusi luar negeri.
Kemitraan Dunia Usaha &
Industri (DUDI): Memperkuat kolaborasi strategis agar lulusan siap terserap
pasar kerja.
Penguatan Kebersamaan (Unity):
Menyinergikan peran yayasan, rektorat, dan seluruh pemangku kepentingan demi
menjaga siklus pertumbuhan pendidikan yang berkelanjutan. (cuy/red).
