![]() |
| Anggota DPRD Jabar H. Zulkifly Chaniago, BE dari Fraksi Demokrat |
Anggota DPRD Jawa Barat dari
Fraksi Demokrat, H. Zulkifly Chaniago, BE, menilai tema tersebut bukan sekadar
slogan peringatan kemerdekaan, melainkan cerminan cita-cita besar bangsa untuk
membangun kedaulatan, keadilan sosial, dan kemakmuran yang dapat dirasakan
seluruh rakyat.
“Generasi muda bukan hanya
penerima estafet pembangunan, tetapi aktor utama yang akan menentukan wajah
Indonesia ketika memasuki usia 100 tahun kemerdekaan,” ujar Zulkifly saat
ditemui di Gedung DPRD Jabar, usai mengikuti sidang paripurna mendengarkan
pidato Presiden RI Prabowo, Jumat (14/8/2026).
Kemerdekaan Harus Diisi Kerja
Nyata
Menurut Zulkifly, tantangan
bangsa saat ini semakin kompleks. Persaingan ekonomi global, perkembangan
teknologi, perubahan iklim, ketimpangan sosial, hingga disrupsi dunia kerja
membutuhkan generasi muda yang memiliki kompetensi sekaligus karakter kuat.
Karena itu, makna Indonesia
Berdaulat harus diwujudkan melalui penguatan sumber daya manusia, penguasaan
teknologi, ketahanan pangan dan energi, serta kemampuan bangsa bersaing secara
global.
Sementara Indonesia Adil, kata
dia, harus tercermin melalui kesempatan yang setara dalam memperoleh
pendidikan, kesehatan, pekerjaan, teknologi, dan ruang untuk berkembang.
“Sedangkan Indonesia Makmur
bukan hanya berbicara tentang pertumbuhan ekonomi, tetapi bagaimana kemajuan
itu benar-benar meningkatkan kualitas hidup dan menghadirkan masa depan yang
lebih baik bagi seluruh masyarakat,” katanya.
Generasi Muda Harus Berani
Mengambil Peran
Legislator Jabar dari daerah
pemilihan Sumedang-Majalengka-Subang (SMS) tersebut menegaskan, bonus demografi
harus menjadi kekuatan untuk mempercepat pencapaian Indonesia Emas 2045.
Generasi muda, menurutnya,
perlu dibekali pendidikan yang adaptif, keterampilan digital, kemampuan
berpikir kritis, kreativitas, integritas, serta karakter kebangsaan. Penguasaan
teknologi juga harus diimbangi dengan etika, toleransi, kepedulian sosial, dan
semangat menjaga persatuan.
Di era digital, anak muda juga
didorong tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu menciptakan
inovasi, membuka peluang usaha, serta melahirkan karya yang memberikan manfaat
bagi masyarakat.
“Semangat kemerdekaan harus
diwujudkan melalui prestasi, inovasi, kepedulian sosial dan keberanian
mengambil peran dalam pembangunan. Jangan hanya menjadi penonton perubahan,”
tegas Zulkifly.
Ia menambahkan, perjalanan
menuju Indonesia Emas 2045 membutuhkan kerja bersama seluruh elemen bangsa.
Pemerintah perlu menciptakan ruang dan kebijakan yang mendukung generasi muda,
sementara kaum muda harus menjawabnya dengan kompetensi, kreativitas dan karya
nyata.
“Tema Indonesia Berdaulat,
Adil, dan Makmur harus kita jadikan semangat bersama. Kemerdekaan bukan hanya
untuk dirayakan, tetapi diisi dengan kerja nyata agar cita-cita Indonesia Emas
2045 benar-benar terwujud,” pungkasnya. (syaf/sein).
