Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Kemnaker Perkuat Kompetensi Pemandu Wisata Gunung di NTB, Utamakan Keselamatan Wisatawan

Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:09 WIB Last Updated 2026-08-21T13:09:12Z
Klik
Kemnaker memperkuat kompetensi tenaga kerja pariwisata melalui pelatihan Tailor Made Training (TMT) bagi pemandu wisata gunung di Nusa Tenggara Barat (NTB)


LOMBOK TIMUR, FAKTABANDUNGRAYA,--- Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperkuat kompetensi tenaga kerja pariwisata melalui pelatihan Tailor Made Training (TMT) bagi pemandu wisata gunung di Nusa Tenggara Barat (NTB). Program ini diarahkan untuk meningkatkan profesionalisme sekaligus memperkuat standar keselamatan dalam aktivitas pendakian.

Pelatihan yang digelar 15–18 Agustus 2026 tersebut diikuti 17 peserta dari NTB dan sejumlah daerah lainnya. Kegiatan menjadi hasil kolaborasi Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Lombok Timur dengan Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) NTB.

Direktur Bina Standardisasi Kompetensi dan Program Pelatihan Kemnaker, Abdullah Qiqi Asmara, mengatakan pemandu gunung memiliki posisi penting dalam memastikan wisatawan mendapatkan pengalaman pendakian yang aman dan nyaman.

“Pemandu gunung bukan sekadar orang yang mengantarkan wisatawan menuju puncak. Mereka memiliki tanggung jawab untuk memastikan perjalanan berlangsung aman,” ujar Qiqi dalam keterangan tertulis, Jumat (21/8/2026).

Menurutnya, profesi tersebut menuntut kemampuan menghadapi karakter medan, menangani kondisi darurat, berkomunikasi dengan wisatawan, hingga memahami pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Karena itu, pelatihan dirancang berdasarkan kebutuhan pekerjaan agar keterampilan yang diperoleh dapat langsung diterapkan di lapangan.

Peserta pelatihan  Pemandu Wisata Gunung di NTB


Qiqi menjelaskan, TMT menjadi pendekatan pelatihan yang menyesuaikan materi dengan karakteristik peserta dan kebutuhan industri. Model tersebut diharapkan mampu menghasilkan pemandu gunung yang tidak hanya terampil, tetapi juga mampu bekerja sesuai standar kompetensi dan keselamatan.

Pelatihan ini merupakan batch pertama dan akan dilanjutkan ke batch berikutnya dengan cakupan peserta yang lebih luas. Kemnaker juga mendorong kolaborasi antara pemerintah, lembaga pelatihan, asosiasi profesi, dan sektor pariwisata untuk membangun ekosistem vokasi yang semakin responsif terhadap kebutuhan industri.

“Kualitas sumber daya manusia yang semakin baik mampu memberikan kontribusi terhadap pengelolaan destinasi pendakian yang bertanggung jawab dan berkelanjutan di NTB,” pungkas Qiqi. (*/red).

×
Berita Terbaru Update